Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Begini Ternyata Pengemis Kelabuhi Kita Agar Belas Kasihan Padanya

    Share
    avatar
    anak_dumai
    Super Mod

    202
    Age : 33
    Lokasi : Bandung
    21.12.09

    Begini Ternyata Pengemis Kelabuhi Kita Agar Belas Kasihan Padanya

    Post  anak_dumai on Tue Feb 09, 2010 4:37 pm

    Miskin yang paling bahaya adalah mental miskin, bukan semata miskin materi. Bila saja seseorang yang miskin materi, namun selalu saja berusaha untuk menggapai harapannya dengan kerja keras dan tidak mengharapkan belas kasihan serta rasa kasihan orang lain, tentu orang tersebut akan lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang yang bisa jadi kaya secara materi namun masih saja rakus dan berusaha mendapatkan uluran belas kasihan dari orang lain.
    taktik pengemis mengelabuhi kita



    Dalam dunia nyata banyak sekali manusia yang dalam hidupnya selalu berharap untuk mendapatkan belas kasihan, bukankah bergantung pada orang lain sama halnya kita menyerahkan harga diri dan rasa kebebasan kepada sang pemberi. Mari kita lihat foto yang didapat ruanghati.com dari sebuah media di Cina dan kami permak sebagai karikatur berikut ini.









    Pemandangan diatas mungkin seringkali kita jumpai di jalan dan di emperan toko atau di persimpangan serta dekat lampu merah (Traffic Light). Mulai orang dewasa hingga anak-kecil yang masih polos. Sungguh memprihatinkan mental peminta ini, memberi uang kepada mereka bukanlah solusi terbaik, namun membiarkan kondisi seperti ini juga tidaklah bijak. Bagaimana Anda biasanya menyikapi hal seperti ini, tetap memberi uang kepada peminta? yang bisa secara tidak langsung semakin melumpuhkan kemampuannya untuk menjadi manusia normal untuk berusaha, atau membiarkan mereka begitu saja?

      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 11:43 pm