Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Begini Ternyata Pengemis Kelabuhi Kita Agar Belas Kasihan Padanya

    Share

    anak_dumai
    Super Mod

    205
    Age : 32
    Lokasi : Bandung
    21.12.09

    Begini Ternyata Pengemis Kelabuhi Kita Agar Belas Kasihan Padanya

    Post  anak_dumai on Tue Feb 09, 2010 4:37 pm

    Miskin yang paling bahaya adalah mental miskin, bukan semata miskin materi. Bila saja seseorang yang miskin materi, namun selalu saja berusaha untuk menggapai harapannya dengan kerja keras dan tidak mengharapkan belas kasihan serta rasa kasihan orang lain, tentu orang tersebut akan lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan orang yang bisa jadi kaya secara materi namun masih saja rakus dan berusaha mendapatkan uluran belas kasihan dari orang lain.
    taktik pengemis mengelabuhi kita



    Dalam dunia nyata banyak sekali manusia yang dalam hidupnya selalu berharap untuk mendapatkan belas kasihan, bukankah bergantung pada orang lain sama halnya kita menyerahkan harga diri dan rasa kebebasan kepada sang pemberi. Mari kita lihat foto yang didapat ruanghati.com dari sebuah media di Cina dan kami permak sebagai karikatur berikut ini.









    Pemandangan diatas mungkin seringkali kita jumpai di jalan dan di emperan toko atau di persimpangan serta dekat lampu merah (Traffic Light). Mulai orang dewasa hingga anak-kecil yang masih polos. Sungguh memprihatinkan mental peminta ini, memberi uang kepada mereka bukanlah solusi terbaik, namun membiarkan kondisi seperti ini juga tidaklah bijak. Bagaimana Anda biasanya menyikapi hal seperti ini, tetap memberi uang kepada peminta? yang bisa secara tidak langsung semakin melumpuhkan kemampuannya untuk menjadi manusia normal untuk berusaha, atau membiarkan mereka begitu saja?

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:35 am