Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Antasari Azhar Divonis 18 Tahun Penjara

    Share

    anak_dumai
    Super Mod

    205
    Age : 32
    Lokasi : Bandung
    21.12.09

    Antasari Azhar Divonis 18 Tahun Penjara

    Post  anak_dumai on Thu Feb 11, 2010 5:39 pm


    jakarta - Penunjukkan Herry Swantoro sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada Juli 2009 tentu bukan karena alasan rotasi pejabat semata. Saat itu, telah tersiar kabar bahwa pengadilan kelas IA Khusus tersebut akan menjadi tempat disidangkannya kasus besar.

    Apalagi kalau bukan kasus pembunuhan direktur anak perusahaan BUMN, PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen. Para calon terdakwa yang akan diajukan ke meja hijau sebagian sangat dikenal publik. Salah satunya, mantan ketua KPK Antasari Azhar, yang disebut sebagai otak penembakan Nasrudin pada pertengahan Maret sebelumnya.

    Tak saja menjadi ketua pengadilan, Herry juga diserahi tugas untuk memimpin persidangan Antasari. Ia dibantu oleh dua orang hakim anggota yakni Nugroho Setiaji dan Prasetyo Ibnu Asmara.

    Sidang Antasari dibuka Herry secara perdana pada Kamis, 8 Oktober 2009 lalu. Di hari Kamis (11/2/2010) ini pula, tiba saatnya Herry menjatuhkan vonis kepada Antasari. Jaksa menuntut mantan Kapuspenkum dan Direktur Penuntutan Kejagung itu dengan hukuman tertinggi, mati.

    Antasari telah membacakan pledoi dan bersikukuh tidak pernah memerintahkan pembunuhan terhadap Nasrudin, suami Rhani Juliani, perempuan yang pernah Antasari temui di Hotel Gran Mahakam.

    Sebelum menjadi ketua PN Jaksel, Herry menjadi Ketua Pengadilan Negeri kelas 1A Khusus Tangerang, Banten, yang juga menjadi tempat diadilinya 5 orang eksekutor Nasrudin. Ia menduduki tersebut sejak November 2008. Sebelumnya, ia bertugas jauh di daerah, tepatnya di Pengadilan Negeri Sleman.

    Herry tercatat pernah menangani kasus-kasus kontroversi dan menyedot perhatian publik. Sebut saja contohnya kasus kecelakaan pesawat Garuda Indonesia Airways di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, pada 8 Maret 2007. Namun, belum sampai sidang dengan terdakwa pilot Marwoto itu selesai, Herry harus pindah tugas ke Tangerang dan digantikan Sri Andini.

    Sebelumnya, Herry sempat menjadi anggota majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili pembunuhan Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita. Terdakwanya kala itu putra mendiang presiden Soeharto. Tommy yang dituduh menjadi otak pembunuhan Syafiudin dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Sejak pertama memimpin persidangan Antasari, Herry dikenal sebagai hakim yang berdisiplin. Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogya tersebut selalu memulai persidangan tepat waktu.

    Tidak pernah sekalipun ia menunda persidangan dan tidak segan menegur jaksa bila ada pemanggilan saksi yang tak beres. Herry juga sosok hakim yang tegas. Ia mampu menjadi penengah bila terjadi perdebatan memanas antara jaksa penuntut umum serta pengacara Antasari. Ketokan palunya selalu menghiasi suasana sidang saat menghentikan perdebatan keduanya yang selalu saling serang.

    "Kepala boleh panas, tapi hati tetap dingin," kata Herry dalam suatu kesempatan sidang.

    Tak cuma kepada para pihak yang berperkara, kepada pengunjung pun pria berbadan tegap itu selalu memperingatkan agar menjaga tata tertib di ruang sidang. Ia pernah bersikap sedikit keras tatkala ada seorang pengunjung yang bertepuk tangan mendengar pengakuan saksi yang tengah diperiksa.

    "Majelis hakim tidak ingin ada kekacauan, ada teror, ada tepuk tangan, dan ada hal yang mengganggu persidangan," kata Herry.

    Meski terbilang cukup berpengalaman, mengadili kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari ini tentu berat bagi Herry. Jaksa menuntut mati Antasari. Di lain pihak, pengacaranya terus berusaha meyakinkan majelis hakim tentang adanya konspirasi di balik skenario pembunuhan Nasrudin untuk menjatuhkan kliennya dari kursi Ketua KPK.

    Namun, Herry sempat berujar hakim tak mempunyai kepentingan apa pun dan akan mengambil keputusan secara obyektif. Dia juga menyerahkan pembuktian keterlibatan Antasari itu kepada jaksa tim jaksa, sementara majelis hakim tinggal menilai fakta apa saja yang muncul di dalam persidangan.

    "Majelis berusaha untuk obyektif di tengah-tengah. Silakan argumentasi diadu di sini. Majelis tidak mengambil over tugas jaksa," ucap Herry.

    Bagaimana vonisnya nanti terhadap Antasari? Kita tunggu.

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 6:48 pm