Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Berkorban Itu Indah

    Share

    y3hoo

    486
    16.01.09

    Berkorban Itu Indah

    Post  y3hoo on Fri Feb 12, 2010 10:17 am

    Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga dimana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun
    hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin. " Apa Khabar daun hijau,"!! katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. "Oo,
    kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanya daun hijau. "
    Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku". " Bisakah engkau
    membantuku sobat?" kata ulat kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah ke
    mari."
    Daun hijau berpikir, Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini
    untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan
    belobang-lobang. tapi tak apalah. Perlahan-lahan ulat menggerakkan
    tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat.
    Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih
    dan pengorbanan itu, ada rasa puas didalam diri daun hijau. Sekalipun
    tubuhnya kini berlobang disana sini namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ketanah, disapu
    orang dan dibakar.

    Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? Tokh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.
    merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
    tidak mudah, tetapi indah.
    Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang
    namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap
    hijau,

    Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun hijau" , berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari
    bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh. Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian
    kita akan mati. itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan
    baik : kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.

    Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa sukacita tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan.

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 9:23 pm