Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gaun Klasik ala Tina

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Gaun Klasik ala Tina

    Post  daun.kuning on Fri Apr 16, 2010 7:03 pm






    Pernikahan yang langgeng dan penuh cinta merupakan impian setiap pasangan pengantin yang bertukar ikrar. Ikrar sakral untuk selalu bersama mengarungi hidup dan memulai keluarga bersama. Tentunya hari penuh bahagia tersebut akan sangat bermakna dan ingin dikejap selama mungkin. Pada hari tersebut, setiap wanita pasti ingin tampil sebaik-baiknya agar bisa terus dikenang lewat foto. Karena itu, penting untuk memilih gaun yang tepat. Tina Andrean menawarkan gaun pengantin yang diberi tema ”Royal of Timeless” untuk mengakomodasi hal tersebut.

    Bertempat di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, beberapa waktu lalu, perancang gaun pengantin, Tina Andrean, memeragakan koleksi terbarunya yang menggunakan detail abad ke-18 dengan sentuhan modern. ”Saya mendapatkan inspirasi untuk mendesain koleksi ini dari perjalanan ke Monako, Paris, Niece, dan Cannes. Di Monako, saya berkunjung ke museum kerajaan. Di sana terdapat gaun-gaun pengantin yang disimpan sejak 200 tahun lalu. Saat itu, gaun pengantin dibuat dengan tangan. Saya melihat ada keabadian di dalamnya,” ungkap Tina saat konferensi pers, sebelum peragaan.

    Tina menerangkan, gaya abad ke-18 ia tuangkan dalam detail rok bertumpuk, ruffle, juga lipit, yang jika sekarang digunakan, mungkin akan terlihat kuno. Namun, ia memodifikasikannya dengan gaya modern yang lebih lembut. Seperti diketahui, Tina memang mengincar pasar kelas menengah ke atas yang, menurut dia, masih ada dan akan terus ada. Bahkan, pasar ini terus meningkat sejak akhir tahun lalu. Pasar ini menginginkan gaun-gaun pengantin yang cenderung mewah dan megah. Karena itu, Tina menggunakan bahan-bahan dengan gaya yang megah dengan detail yang cukup rumit. Dari lipit-lipit, penggunaan lace brocade, silk satin, silk chiffon, hingga batu-batu kristal.

    Gaun pengantin yang diperagakan malam itu terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama, Royal Slim, merupakan gaun berpotongan slim cut dengan garis rancangan semi mermaid dan semi A-line. Potongan di bagian dada berbentuk sweetheart, kerah Chinese, yang dipermanis dengan slayer dan selendang bolero. Yang kedua, Royal White, adalah koleksi yang lebih mewah dengan rancangan semi ballgown, diberi detail lipit, kerut, rok tumpuk, pita, dan bolero yang bagian lengannya menggelembung. Koleksi ini memberikan kesan unik, perpaduan antara keanggunan putri bangsawan dan gaya yang modern. Warna putih yang sudah jarang digunakan dalam gaun pengantin mulai digunakan lagi oleh Tina. Menurut dia, warna ini masih bisa terlihat relevan jika pas dipadukan dengan detail yang tepat dan ia memilih warna perak untuk membuat warna ini lebih terlihat abadi. Yang terakhir, Royal Ivory, adalah gaun pengantin dengan desain ala kerajaan masa lalu, desainnya klasik, dilengkapi dengan bolero pendek, dipermanis dengan sulaman kristal. Warna-warna yang digunakan adalah warna champagne, soft gold, ivory, dan offwhite.

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 1:29 am