Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Sumpit .....

    Share

    MovingBlue

    637
    Age : 36
    18.01.09

    Sumpit .....

    Post  MovingBlue on Sun Apr 18, 2010 2:04 pm

    Sumpit

    alkisah...

    Disebuah daerah nun jauh disebelah timur belahan bumi.
    tinggallah sebuah keluarga disebuah rumah yang terletak terpencil didaerah pegunungan.

    Rumah tersebut dihuni 3 anggota keluarga.. ayah, ibu dan seorang anak laki2 yang menjadi kesayangan kedua orang tuanya. keluarga ini hidup sehari2 dengan sangat sederhana.

    Suatu ketika...
    Ketika sang ayah dan ibu sedang berada di sawah, tiba2 mereka dikejutkan dengan seberkas sinar terang yang meluncur dari langit dan jatuh beberapa ratus meter dari tempat mereka berdiri. lalu karena penasaran, kedua orang ini segera menghampiri tempat jatuhnya sinar tersebut.

    Anehnya.. ditempat jatuhnya sinar tersebut, mereka tidak menemukan benda yang aneh, melainkan mereka malahan berjumpa dengan tiga orang kakek2 berjengot putih dan berjubah putih panjang yang sedang asik duduk2 disebuah pohon rindang sambil bercakap2.

    Ayah dan ibu ini saling berpandang2an dan tanpa sepatah kata pun mereka terlihat sudah sepakat bahwa ketiga kakek itu pastilah utusan Tuhan yang turun ke bumi.
    lalu sambil memberanikan diri, kedua orang ini segera mendekat..

    " Selamat siang kakek.. sepertinya kakek sedang dalam sebuah perjalanan dari suatu tempat yang jauh" tanya si ayah

    "O iya , kami bertiga sedang dalam perjalanan dari sebuah tempat yang jauh dan kami sedang beristirahat disini" jawab salah seorang kakek

    "Oh kebetulan, rumah kami tak jauh dari sini, sudilah kiranya kakek bertiga mampir kerumah kami untuk melepas lelah barang sejenak, kami akan siapkan sedikit makanan dan air untuk kakek" sahut sang ibu

    " Oh.. kalau memang tidak terlalu merepotkan, baiklah, kami juga kebetulan sedang haus dan lapar" jawab kakek yang lain

    Lalu mereka berlima segera berjalan menuju rumah keluarga itu.
    sesampainya disana, ayah dan ibu tersebut mempersilahkan kakek2 itu untuk beristirahat.
    lalu berkatalah ibu kepada sang ayah
    "Bagaimana ini? kita tidak mempunyai daging untuk menjamu tamu2 agung kita ini"

    "Iya ya.. bagaimana kalau kita potong saja ayam kesayangan anak kita?" saran sang ayah.

    "Bagaimana kalau nanti dia marah? itu khan binatang kesayangannya satu2nya?" sang ibu khawatir

    "Tidak apa2... mumpung dia sedang bermain didepan, cepat ambil ayamnya dan segera potong dan masak, kakek2 tadi pasti sangat lapar sekarang" perintah sang ayah

    Lalu terjadilah hal tesebut.
    ayam kesayangan sang anak dipotong dan segara dimasak menjadi kari ayam yang lezat sekali dan dengan segera disajikan di meja makan.
    ketika acara makan akan dimulai, sang anak tiba2 pulang dari bermainnya dan segera bergabung di meja makan.

    "Wah.. tumben kita makan ayam.. apakah kita sedang merayakan sesuatu ayah? ibu?" tanya sang anak kegirangan, karena keluarga mereka sangat jarang sekali makan daging.

    "Sudahlah nak.. ayo kita makan bersama tamu2 kita ini" sang ibu menyahut

    Lalu ketika sudah selesai makan, tiba2 sang anak menyadari sesuatu...
    "Ayah, darimana ayah mendapatkan ayam ini?" tanya sang anak curiga

    "Oh.. itu.... itu..." sang ayah gagap tak tahu harus berkata apa.

    Lalu anak ini segera berlari keluar rumah menuju kekandang ayamnya, dan benar saja, ketakutannya menjadi nyata, disana dia menemukan bulu2 ayam sudah sudah tercabut , berserakan didekat kandangnya. anak ini pun segera muntah2 karena tidak tahan mengetahui bahwa dia telah memakan ayam kesayangannya sendiri, lalu dengan menangis, anak ini segera kembali kerumah untuk memprotes tindakan kedua orang tuanya ini.

    "Ayah dan ibu kejam, kenapa harus ayam kesayanganku yang dijadikan makanan? hu huu huu" kata anak ini sambil menangis tersedu2..

    Salah seorang dari kakek itu pun merasa iba dan berkata

    "Sudahlah cucuku, begini saja, aku akan memberikan ini kepadamu sebagai ganti ayammu!"

    Lalu kakek ini mengambil sumpit yang digunakan untuk makan tadi dan segera menyentuhkan sumpit itu ke sebuah mangkok yang ada diatas meja, dan tiba2... cling.... mangkok beling itu pun berubah menjadi mangkok emas..
    namun melihat hal ini, sang anak tetap saja menangis , bahkan semakin keras tangisannya.

    "Oh.. masih kurang ya cucuku" kata sang kakek sambil menyentuhkan sumpit itu kembali ke semua mangkok yang ada dimeja itu dan merubahnya menjadi mangkok emas.

    Tapi apa yang terjadi?
    sang anak tetap saja menangis meraung2 ..
    lalu kakek ini kembali menyentuhkan sumpit ini kesemua benda yang berada dimeja dan bahkan meja nya sekaligus, semuanya pun berubah menjadi emas...
    tapi .. sang anak tetap saja menangis dan berkata
    "aku tidak mauuuuu!!!!! huuuu huuuu"

    Lalu dengan sedikit heran , sang kakek bertanya
    "Kenapa engkau masih menangis? dengan semua emas ini engkau bahkan bisa membeli beribu2 ayam untukmu, apa sebenarnya yang kamu mau cucuku?"

    "Sudahlah nak..terima saja kebaikan kakek itu, mereka sudah sangat baik pada kita " kata kedua orang tuanya mencoba menenangkan dan meyakinkan sang anak

    Lalu sambil mengelap air mata dari kedua matanya , sang anak ini menyahut
    "aku tidak mau semua emas itu.. AKU MAU SUMPITNYA"

    Kedua orang tuanya pun melongo , dan dalam hati mereka pun mereka takjub akan kecerdasan anak mereka, ya bukankah dengan sumpit itu mereka akan dapat mengubah apapun menjadi emas sehingga mereka tidak akan kekurangan lagi?, benar2 anak yang cerdas.

    Sambil mengernyitkan kening, kakek ini bertanya dengan lembut
    "apakah engkau yakin, kalau engkau menginginkan sumpit ini dari pada semua emas tadi?"

    "Ya kakek, aku mau sumpitnya, aku tidak mau emasnya" jawab sang anak

    "Baiklah kalau begitu, sumpit ini saya berikan kepadamu, semoga kamu bahagia dengan pilihanmu ini" jawab sang kakek sambil memberikan sumpit itu kepada sang anak.

    "Sepertinya sudah saatnya kami bertiga harus pamit, terima kasih atas semua keramahan keluarga ini dalam menerima kami"
    " O iya.. sebelum kami pergi, ijinkan kami memperkenalkan diri dulu, nama saya adalah KEKAYAAN, dan ini adalah KEHORMATAN dan UMUR PANJANG" kata sang kakek sambil segera beranjak pergi dari rumah itu.

    Karena terlalu senang mengdapatkan sumpit ajaib itu, mereka menjadi tidak memperhatikan ketika ketiga kakek itu beranjak pergi dari rumah mereka. mereka tidak sabar untuk mencoba kesaktian sumpit itu.
    Setelah ketiga kakek ini menghilang dari pandangan, maka masuklah keluarga ini kembali keruang makan , dan ketika sampai disana, betapa herannya mereka Ketika melihat bahwa semua yang tadi dirubah menjadi emas, semuanya kembali menjadi bentuknya semula.
    Sambil tersenyum sang ayah berkata dalam hatinya... untung anakku pintar, dia minta sumpitnya, khan kita bisa merubah semua benda dirumah ini menjadi emas dan kami bisa menjadi orang terkaya dan terkenal didaerah ini.


    "Ayo nak.. coba kamu rubah kembali mangkok2 itu menjadi emas... oh.. jangan..jangan... sekalian saja meja kursi dan tempat tidur itu kamu rubah menjadi emas" suruh sang ibu dengan serakah..

    "Ok bu!" lalu serta merta, sang anak segera menyentuhkan sumpit itu ke mangkok, meja, kursi, tempat tidur dan hampir semua benda dirumah itu yang bisa disentuhnya..

    "Kita kaya.. ayah.. ibu" kata sang anak kegirangan

    dan tiba tiba... JRENGGGGGGGGGG
    betapa terkejutnya ketiga orang itu...
    ternyata,, semuanya... TIDAK BERUBAH MENJADI EMAS....
    semuanya tetap menjadi seperti apa adanya dan tidak berubah menjadi apa2...
    mereka bertiga pun menjadi lemas , karena kini mereka tidak mendapatkan apa2.

    Ditempat lain, ketiga kakek ini sedang asyik berjalan sambil bercakap2.
    "kenapa mereka tidak mengundang kita tinggal dirumah mereka? lagipula, mereka tidak mau hadiah yang kita berikan kepada mereka, mereka malah memilih meminta sumpit mereka sendiri, hm... manusia memang aneh" kata kakek KEKAYAAN

    "Ya itulah manusia, padahal kita diutus untuk tinggal bersama mereka untuk sekian lama, tetapi ketamakan dan keserakahan telah merasuki mereka sehingga melupakan kita" sahut kakek KEHORMATAN

    "Iya, mereka lupa bahwa sumpit itu adalah sumpit mereka sendiri, yang dapat merubah menjadi emas bukankah sumpitnya, sumpit itu hanya alat, ketika sumpit itu sudah dilepas oleh kakek KEKAYAAN, maka sumpit itu hanya sumpit biasa yang tidak dapat melakukan apa2 karena sudah terlepas dari sumbernya dan menjadi sumpit yang tidak berguna" kata kakek PANJANG UMUR sambil tersenyum...

    lalu mereka bertiga melanjutkan perjalanannya untuk mencari rumah2 lain untuk disinggahi.


    Sahabat,


    Betapa seringnya didalam segala keterbatasan dan kekurangan kita mencari sesuatu yang dapat menjawab segala kebutuhan kita. Akhirnya fenomena aneh-aneh menjadi cara untuk dapat menterjemaahkan dan "BISA MENJADI LANTARAN DARI SANG MAHA KUASA " untuk menurunkan umur panjang, kekayaan dan kehormatan.
    contoh yg waktu lalu si Ponari dengan batu petirnya, ribuan orang antri untuk mendapat mukjizat batu petir padahal dalam kenyatan justru diantara mereka mati terinjak-injak saudaranya yang lain.. sementara penyakitnya tidak kunjung sembuh.

    fenomena seperti itu sering terjadi dialam Indonesia,
    Membuat orang lebih suka SUMPITNYA dari pada sang pemilik sumpit.
    Andai saja kita mau mengundang SANG PEMILIK SUMPIT kedalam rumah kita, maka niscaya umur panjang, kekayaan dan kehormatan akan mengikuti kita..

    Siapakah pemilik sumpit itu ?... DIALAH TUHAN SEMEST ALAM !!!!


    _________________

      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 8:35 pm