Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengenal Parkinson Lebih Dekat

    Share

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Mengenal Parkinson Lebih Dekat

    Post  bocahnakal on Mon May 03, 2010 12:11 pm


    Apa itu parkinson? Nama penyakit parkinson diambil dari nama penemunya, James Parkinson. Menurut Ketua Yayasan Peduli Parkinson Indonesia, dr Banon Sukoandari, Sp.S., parkinson adalah penyakit degenerasi yang menyerang otak karena kurangnya dopamine dalam otak.

    "Gejala utamanya, gangguan pergerakan, dan gangguan non motorik. Pada banyak penyandang parkinson, ada gangguan kognitif dalam berbagai derajat," kata Banon yang ditemui dalam acara memperingati hari parkinson "Senada Seirama Bersama Parkinson: Yuk Main Angklung" di Jakarta, Minggu (2/5/2010).

    Penyakit parkinson, menurut Banon, sulit dicegah dan disembuhkan karena penyebabnya sendiri sulit diketahui pasti. Yang jelas, ketika individu kehilangan lebih dari 80 suplai dopamine, zat penting dalam proses pengiriman sinyal antara sel-sel saraf otak untuk mengatur gerakan, maka individu akan mengalami beberapa gejala parkinson.

    "Pertama, gemetar tak terkontrol di tangan atau kaki saat istirahat. Kedua, kaku anggota gerak. Ketiga, gerakan melambat, gangguan berjalan, dan gangguan keseimbangan," kata Banon.

    Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, dapat dilakukan dengan beberapa terapi seperti levodopa, carbidopa, dan entacapone yang membantu mengontrol gerakan tubuh penyandang parkinson. Selain itu, diperkenalkan pula terapi musik, yang membantu penyandang memulai gerakan berdasarkan ritme musik. "Di luar negeri sudah mulai dilakukan, musik disesuaikan dengan kesukaan pasien," ujar Banon.

    Adapun usia yang rentan terserang parkinson adalah 60 tahun meskipun 1 dari 20 kasus menyerang pasien usia 40. Prevelensi penyakit parkinson di dunia mencapai sekitar 6,3 juta. Sebanyak 1,6 per 100 orang di atas 65 tahun dan 1 per 50 orang di atas 80 tahun terserang parkinson. "Meski secara ilmu pengetahuan tidak bisa dicegah, ada baiknya dengan pendekatan lingkungan. Pelihara lingkungan dengan sebaik-baiknya, jangan buang batrai bekas atau pestisida sembarangan," demikian dr Banon.

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:08 am