Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    giliran inem

    Share

    jakarta

    522
    23.04.10

    giliran inem

    Post  jakarta on Mon May 03, 2010 3:10 pm

    Nyonya Besar si Inem selalu curiga kalau pembantunya ada main dengan Tuan Besar. Karena setiap kali Pak Broto bilang akan pergi bisnis ke luar kota, malamnya Nyonya Besar mendengar ada seseorang di kamar Inem.

    Suatu hari pada saat Pak Broto izin akan keluar kota, malamnya si Nyonya ngomong ke Inem, "Nem, malam ini ibu mau tidur di kamar kamu, kamu boleh tidur di sofa."

    Si Inem merajuk, "Wah, kenapa bu? Nggak mau ah!"

    "Jangan banyak tanya, nanti tak pecat!," ancam Nyonya Besar pada Inem.

    Si Inem akhirnya terpaksa menurut. Malamnya sewaktu si Nyonya sedang tidur di kamar pembantu yang gelap itu, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki masuk. Si Nyonya berpikir, "Rasain kamu, suami mata keranjang, dia enggak tahu si Inem nggak tidur disini, gue mo tahu cara dia main gila ama Inem!!!."

    Selanjutnya si Nyonya merasakan kenikmatan luar biasa, sehingga saking nikmatnya si Nyonya enggak mau ngajak 'perang' pria yang dikira suaminya pada malam itu.

    Cuma si Nyonya merasa senang campur heran, mengapa suaminya memiliki semangat yang begitu besar dan memuaskan dirinya.

    Besok malamnya si Nyonya bilang sama si Inem kalau dia mau tidur lagi di kamar pembantunya itu. Si Inem nggak bisa berbuat apa-apa. Malam itu si Nyonya merasakan lagi kenikmatan bak di surga dan dia merasa 'suaminya' malam itu sangat memuaskan.

    Besoknya begitu lagi, tetapi kali ini si Nyonya benar-benar kepayahanan dengan pelayanan 'suaminya'. Benar-benar memuaskan.

    Besok malamnya si Nyonya bilang mau tidur lagi di kamar si Inem, tetapi kali ini si Inem berani membantah, "Nyonya, maaffin Inem, kali ini Inem benar-benar enggak bisa tukeran."

    Si Nyonya marah besar, "Enak saja, kamu mau main dengan laki gue!, harusnya gue yang marah!".

    Si Inem kaget, lalu ngejawab, "Nyonya salah sangka, malam pertama waktu nyonya tidur di kamar Inem kemarin, itu bukan Pak Broto. Yang masuk hari pertama itu Dedi, jongos Nyonya yang cakep itu, malam kedua Joko, tukang kebun Nyonya dan kemarin malem itu kan Mustafa, supir Pak Broto yang keturunan Arab itu. Nah malam ini Inem nggak mau digantiin lagi sama Nyonya, lagian bisa gawat Nyonya, Bahaya, bisa kualat!!!...Dunia Akhirat".

    Setengah hampir pingsan Si Nyonya mendengar penjelasan ini, "Emang malam ini giliran siapaaaa?"

    "Giliran Steve, anak Nyonya!" crazy crazy

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 7:11 pm