Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gara-Gara Ereksi Selama 21 Hari, Pria Ini Nyaris Tewas

    Share

    y3hoo

    486
    16.01.09

    Gara-Gara Ereksi Selama 21 Hari, Pria Ini Nyaris Tewas

    Post  y3hoo on Fri May 07, 2010 6:42 am

    Seorang pria berusia 55 tahun asal India nyaris meninggal dunia karena mengalami suatu kelainan pada penisnya. Pria itu harus menjalani operasi darurat setelah organ vitalnya itu terus menegang selama lebih kurang 21 hari.
    Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dipastikan mengalami impotensi.


    ”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).

    Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra. Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf. Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.

    ”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.

    ”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya.

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 9:39 pm