Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    RESIKO....

    Share

    kellyn

    123
    25.01.09

    RESIKO....

    Post  kellyn on Sat Jun 05, 2010 8:57 pm

    Menjadi manusia seutuhnya mahal harganya sehingga hanya sedikit orang yang memiliki cinta dan keberanian untuk membelinya. Seseorang harus melepaskan hasrat untuk mencari rasa aman dan harus menghadapi risiko hidup dengan kedua belah tangannya. Seseorang harus memeluk kehidupan seperti memeluk seorang kekasih. Segala usaha meraih tujuan, selalu melibatkan risiko. Fred mengkin berkata, "Saya tidak mau bergantung di dahan!" Fred tidak menyadari bahwa ada buah di ujung dahan itu. Buah itu selalu berada di sana.. di ujung dahan. Suatu hukum yang berlaku di planet ini menjamin bahwa imbalan datang sesudah risiko. Dan bukan sebaliknya.

    Kebanyakan dari kita memulai hidup ini dengan sikap positif dalam menghadapi risiko. Ketika masih anak-anak, kita tidak sabar untuk melakukan berbagai petualangan baru. Karena itu, para ibu, selalu menemukan anak mereka yang berusia 2 tahun berada di ujung tangga, berjalan-jalan di jalan raya, diatap, menarik-narik ekor kucing dan seterusnya. Seorang anak yang sehat, gembira, seperti halnya seorang dewasa yang sehat dan gembira, senang menguji dan mengukur kemampuan mereka. Pada saat kita pertama kali mencoba berjalan dengan tertatih-tatih, pada saat kita mulai menguasai seni berjalan, kita mengambil risiko. Dan kita menyukainya!

    Entah bagaimana, antara usia dua sampai dua puluh tiga, banyak orang menjalani perubahan sikap yang dramatis. Mereka sibuk dengan hasrat untuk "aman dan tenteram". Mereka menghabiskan waktu di malam hari dengan duduk terpaku di depan televisi, terpesona oleh para pahlawan layar kaca yang gagah berani. Mereka menelan komedi situasi dan opera sabun dalam dosis tinggi, sementara hidup mereka sendiri semakin membosankan dari tahun ke tahun.

    Bumbu kehidupan adalah dalam melakukan hal-hal baru, dalam menciptakan sesuatu dari kemampuan kita sendiri. Jika kita memburu keamanan dan ketentraman berarti kita menekan kekuatan hidup kita. Perasaan aman dan tenteram, serta bebas dari segala kekhawatiran, pada akhirnya terletak di dalam peti, terkubur 6 kaki di bawah tanah.

    Kala kita mencintai dan memedulikan, kita menanggung risiko. Mengatakan 'aku cinta padamu', bias menjadi urusan yang penuh risiko, tetapi imbalannya sungguh fantastis. Menjadi sosok manusia yang berbeda melibatkan risiko, dan itu juga berarti anda menjadi diri sendiri. Posisi yang berbahaya dan sulit memberi imbalan yang sepadan. Dalam kenyataannya, alam semesta ini senantiasa mendorong kita agar berusaha, berkembang dan menjadi luar biasa.

    Untuk mencapai sesuatu, kita harus menanggung risiko. Untuk belajar berjalan, kita menanggung jatuh dan terluka. Untuk memperoleh uang, kita harus menanggung risiko kehilangan, dan orang yang memperoleh uang terbanyak memiliki risiko terbesar. Untuk memenangkan pertandingan tennis, kita menghadapi kemungkinan kalah.

    Pemenang menangung risiko lebih banyak daripada pecundang. Inilah alasannya mengapa kemenangan mereka begitu besar. Dengan demikian, pemenang menderita kekalahan lebih banyak daripada pecundang, tetapi mereka begitu sering bermain, sehingga kemenangan mereka terus bertambah, dan kita ingat kemenangan para pemenang, bukan kegagalan mereka. Kita ingat Edison dan bola lampunya yang akhirnya menyala, bukan. Yang gagal menyala sebanyak satu truk.

    Kita punya pilihan, yaitu antara benar-benar hidup atau semata-mata hidup.
    Mencari pekerjaan adalah risiko.
    Menyeberang jalan adalah risiko.
    Memulai bisnis, hubungan atau keluarga adalah risiko.
    Membuat suatu keputusan adalah risiko.
    Makan di restoran adalah risiko.
    Hidup adalah risiko.
    Karena itu, mari kita memanjat dahan dan memetik buahnya.

    jakarta

    522
    23.04.10

    Re: RESIKO....

    Post  jakarta on Sun Jun 06, 2010 4:12 am

    kellyn wrote:Menjadi manusia seutuhnya mahal harganya sehingga hanya sedikit orang yang memiliki cinta dan keberanian untuk membelinya. Seseorang harus melepaskan hasrat untuk mencari rasa aman dan harus menghadapi risiko hidup dengan kedua belah tangannya. Seseorang harus memeluk kehidupan seperti memeluk seorang kekasih. Segala usaha meraih tujuan, selalu melibatkan risiko. Fred mengkin berkata, "Saya tidak mau bergantung di dahan!" Fred tidak menyadari bahwa ada buah di ujung dahan itu. Buah itu selalu berada di sana.. di ujung dahan. Suatu hukum yang berlaku di planet ini menjamin bahwa imbalan datang sesudah risiko. Dan bukan sebaliknya.

    Kebanyakan dari kita memulai hidup ini dengan sikap positif dalam menghadapi risiko. Ketika masih anak-anak, kita tidak sabar untuk melakukan berbagai petualangan baru. Karena itu, para ibu, selalu menemukan anak mereka yang berusia 2 tahun berada di ujung tangga, berjalan-jalan di jalan raya, diatap, menarik-narik ekor kucing dan seterusnya. Seorang anak yang sehat, gembira, seperti halnya seorang dewasa yang sehat dan gembira, senang menguji dan mengukur kemampuan mereka. Pada saat kita pertama kali mencoba berjalan dengan tertatih-tatih, pada saat kita mulai menguasai seni berjalan, kita mengambil risiko. Dan kita menyukainya!

    Entah bagaimana, antara usia dua sampai dua puluh tiga, banyak orang menjalani perubahan sikap yang dramatis. Mereka sibuk dengan hasrat untuk "aman dan tenteram". Mereka menghabiskan waktu di malam hari dengan duduk terpaku di depan televisi, terpesona oleh para pahlawan layar kaca yang gagah berani. Mereka menelan komedi situasi dan opera sabun dalam dosis tinggi, sementara hidup mereka sendiri semakin membosankan dari tahun ke tahun.

    Bumbu kehidupan adalah dalam melakukan hal-hal baru, dalam menciptakan sesuatu dari kemampuan kita sendiri. Jika kita memburu keamanan dan ketentraman berarti kita menekan kekuatan hidup kita. Perasaan aman dan tenteram, serta bebas dari segala kekhawatiran, pada akhirnya terletak di dalam peti, terkubur 6 kaki di bawah tanah.

    Kala kita mencintai dan memedulikan, kita menanggung risiko. Mengatakan 'aku cinta padamu', bias menjadi urusan yang penuh risiko, tetapi imbalannya sungguh fantastis. Menjadi sosok manusia yang berbeda melibatkan risiko, dan itu juga berarti anda menjadi diri sendiri. Posisi yang berbahaya dan sulit memberi imbalan yang sepadan. Dalam kenyataannya, alam semesta ini senantiasa mendorong kita agar berusaha, berkembang dan menjadi luar biasa.

    Untuk mencapai sesuatu, kita harus menanggung risiko. Untuk belajar berjalan, kita menanggung jatuh dan terluka. Untuk memperoleh uang, kita harus menanggung risiko kehilangan, dan orang yang memperoleh uang terbanyak memiliki risiko terbesar. Untuk memenangkan pertandingan tennis, kita menghadapi kemungkinan kalah.

    Pemenang menangung risiko lebih banyak daripada pecundang. Inilah alasannya mengapa kemenangan mereka begitu besar. Dengan demikian, pemenang menderita kekalahan lebih banyak daripada pecundang, tetapi mereka begitu sering bermain, sehingga kemenangan mereka terus bertambah, dan kita ingat kemenangan para pemenang, bukan kegagalan mereka. Kita ingat Edison dan bola lampunya yang akhirnya menyala, bukan. Yang gagal menyala sebanyak satu truk.

    Kita punya pilihan, yaitu antara benar-benar hidup atau semata-mata hidup.
    Mencari pekerjaan adalah risiko.
    Menyeberang jalan adalah risiko.
    Memulai bisnis, hubungan atau keluarga adalah risiko.
    Membuat suatu keputusan adalah risiko.
    Makan di restoran adalah risiko.
    Hidup adalah risiko.
    Karena itu, mari kita memanjat dahan dan memetik buahnya.
    Nice articles

    kellyn

    123
    25.01.09

    Re: RESIKO....

    Post  kellyn on Tue Jun 08, 2010 9:29 pm

    engkyu... joget joget2

    Sponsored content

    Re: RESIKO....

    Post  Sponsored content Today at 2:54 pm


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 2:54 pm