Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    8 Rahasia Istri pintar kelola Uang

    Share

    mikelia

    96
    11.11.09

    8 Rahasia Istri pintar kelola Uang

    Post  mikelia on Mon Jun 07, 2010 9:19 pm

    “SAYA tanya direktur keuangan dulu, ya”. Tentu yang dimaksud adalah istrinya. Sepertinya sudah menjadi “tradisi” bahwa seorang istri adalah pengelola keuangan. Mereka dianggap bisa mengurus dan mengatasi tantangan finansial seperti naik-turunnya pendapatan keluarga, anggaran rumah tangga yang mulai berkurang, dan ancaman kekurangan dana untuk hari tua.

    Berikut beberapa trik yang akan membantu para istri untuk lebih pintar dan terampil dalam mengelola keuangan.

    Membangun kepercayaan finansial dengan pasangan (suami)

    Rencanakanlah keuangan rumah tangga Anda bersama dengan pasangan. Ciptakanlah komunikasi yang jujur dan terbuka. Hal ini akan menghindarkan sikap saling menyalahkan satu sama lain. Hal ini juga dapat membuat Anda saling memberikan pujian atas tercapainya sasaran-sasaran finansial yang sudah Anda rencanakan bersama. Alhasil, Anda lebih berdisiplin dan belajar hidup lebih hemat.

    Prioritaskan dalam alokasi

    Apa yang pertama kali muncul di pikiran Anda pada saat menerima pendapatan setiap bulan? Belanja, bayar utang atau menabung? Jika belanja yang duluan muncul, hampir pasti anggaran rumah tangga Anda akan defisit. Biasakanlah untuk menabung dulu. Hal ini memastikan arus kas bersih (net cash flow) anggaran rumah tangga Anda akan surplus/positif. Setelah itu, bayarlah utang/kewajiban berkurang sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Waspadai bunga yang diberlakukan. Barulah sisa anggaran yang tersedia dimanfaatkan untuk belanja kebutuhan rumah tangga. Dengan melakukan keiasaan seperti ini, Anda akan lebih mudah mencapai sasaran-sasaran finansial yang Anda inginkan.

    Kesepakatan batas pengeluaran

    Buatlah kesepakatan bersama pasangan Anda tentang sebuah batas pembelian. Misalnya, batas belanja sebesar Rp500.000. Bila melampaui batas, Anda berdua sepakat untuk membahasnya terlebih dahulu. Aturan ini memang terasa terlalu mebatasi. Namun hal ini berdampak besar pada penghematan anggaran.

    Menata dokumen finansial

    Sediakan tempat khusus untuk menyimpan dokumen finansial dan dokumen penting Anda dan tatalah dengan rapi, sehingga Anda akan mudah untuk mendapatkannya jika membutuhkannya. Hal ini akan mendorong Anda untuk terus melakukan review terhadap anggaran yang sudah Anda buat.

    Mengerti kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan

    Polis asuransi dibeli untuk melindungi diri dari hal yang tidak diinginkan. Polis asuransi jiwa berfungsi sebagai pengganti penghasilan bila pemberi nafkah sudah tidak dapat melakukan tugasnya (karena meninggal atau cacat). Pahami berapa besar nilai perlindungan yang Anda butuhkan. Meningkatnya biaya pengobatan yang mencapai 3-5 kali karena inflasi merupakan alasan kuat untuk memiliki asuransi kesehatan.

    Memenuhi kebutuhan dana hari tua

    Kapan sebaiknya kita mulai merencanakan dan melaksanakan dana pensiun? Mulailah lebih awal. Semakin cepat mulai menyisihkan dana, akan semakin baik. Sebagai gambaran, untuk target pencapaian dana Rp1 miliar pada 20 tahun yang akan datang, dengan tingkat pertumbuhan 14 persen per tahun, dana yang harus Anda invetasikan per bulan adalah Rp760.000/bulan. Sedangkan, bila Anda menunda 10 tahun dengan target dan tingkat pertumbuhan yang sama, Anda harus menyisihkan dana Rp3.800.000/bulan.

    Menentukan sasaran-sasaran finansial bersama pasangan

    Membahas sasaran finansial jangka pendek dan panjang bersama pasangan akan menciptakan motivasi yang tinggi sekaligus memperkuat fondasi rumah tangga. Mulailah dengan hal yang umum seperti rencana pembelian mobil, cicilan rumah, dan lain-lain. Kemukakan ide-ide Anda secara kreatif. Misalnya, rencanakan cicilan rumah sudah selesai sebelum anak tercinta mulai kuliah. Hal ini akan mengurangi tekanan finansial Anda pada masa mendatang.

    Membeli untuk manfaat jangka panjang

    Hampir semua orangtua menyambut bahagia kelahiran anggota baru dalam keluarga. Sudah pasti, Anda akan menyiapkan tempat tidur bayi. Pertanyaannya, berapa lama sang bayi tidur di tempat itu? Bukankah lebih hemat dan efisien kalau kita menyambutnya dengan membeli tempat tidur ukuran dewasa yang akan terus bermanfaat sampai dia dewasa?

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 5:16 am