Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Romantisme Kastil Pink di Heidelberg

    Share

    mikelia

    96
    11.11.09

    Romantisme Kastil Pink di Heidelberg

    Post  mikelia on Wed Jun 09, 2010 12:29 pm


    JERMAN memang bukan Italia atau Prancis yang populer dengan sejumlah kisah romantis. Sebut saja Menara Eiffel di Paris, saksi bisu ketika Tom Cruise berlutut meminang Katie Holmes untuk jadi istrinya.

    Atau Air Mancur Trevi, tempat jutaan wisatawan setiap tahunnya melempar dua keping koin agar bisa menemukan belahan jiwa mereka. Walau tak setenar dua negara tetangganya itu, Jerman–terutama Heidelberg, menyimpan cerita romansa sendiri.

    Biasanya bila berkunjung ke Jerman, jadwal travel tertuju pada dua kota paling tenar di negara ini, yakni Muenchen dan Berlin. Namun, kali ini harian Seputar Indonesia (SI) keluar dari comfort zone dan memutuskan untuk mengunjungi salah satu tempat dengan label heaven on earth. Heidelberg merupakan perpaduan sempurna modernisasi dan klasik. Kota ini hanya dihuni 145.000 kepala, dan seperlimanya adalah mahasiswa.

    Menuju Heidelberg tidaklah sulit. Sebagaimana transportasi di Eropa, mencapai satu lokasi ke yang lainnya sangatlah nyaman. Heidelberg terletak sekitar 80 km selatan Frankfurt. Dari Bandara Frankfurt, kita bisa naik mobil sewaan dan perjalanan memakan waktu kurang lebih satu jam. Atau jika ingin menikmati keindahan Kota Frankfurt plus ingin hemat, jasa kereta api ke Mannheim, lalu ganti kereta dalam kota menjadi pilihan terbaik. Tiket kereta seharga 19 euro ini jauh lebih murah ketimbang menyewa mobil atau naik taksi.

    Begitu sampai di Heidelberg, SI langsung dibuai dengan suguhan pemandangan sangat romantis. Seakan-akan tidak sedang berada di Jerman, yang notabene negara berimej teknologi maju. Heidelberg dibingkai dengan sangat cantik. Lokasinya berada di tepi sungai Neckar dan istana berwarna pink sebagai ”aksesori”-nya. Kota tua bergaya medieval ini konon adalah tempat awal perjalanan Mark Twain di Eropa, yang kemudian tertuang dalam buku berjudul A Tramp Abroad.

    Tujuan pertama SI adalah Kastil Heidelberg. Untuk memasuki istana unik berwarna pink yang terletak di bukit sekitar 100 meter di atas Kota Tua tersebut, kita cukup merogoh uang sebesar 3 euro. Kastil ini dibangun pada abad ke-13 atas titah Pangeran Elector Ruprecht III (1398–1410) dengan arsitektur campuran gaya gotik dan renaisans. Awalnya, kastil ini hanyalah pelengkap dari properti milik sang pangeran. Maklum saja, kastil pink tersebut dibangun di taman istana utama kerajaan.

    Di sekeliling kastil pink ini terdapat taman yang indah bernama Great Vat (Grosses Fass). Goethe, penyair kenamaan Jerman, sering mengunjungi taman ini pada 1814–1815, sehingga patungnya pun dibuat di tengah taman.Saran SI, berkunjunglah ke kastil ini malam hari. Saat matahari mulai temaram, Kota Tua dan kastil bermandikan cahaya lampu. Sorot lampu yang berwarna keemasan berpadu indah dengan warna merah muda pada kastil. Sungguh romantis!

    Selain panorama indah, SI juga dikagetkan dengan sebuah gentong wine raksasa. Dengan panjang 8,2 meter, tinggi 7,3 meter, dengan berkapasitas 209.503 liter, wine barrel yang dibangun pada 1751 ini resmi menyandang yang terbesar di dunia. Bukan hanya kastil pink yang akan mengobati rasa haus akan perjalanan di kota romantis. Kota Tua dan Jembatan Tua (Alte Bruecke) juga tak kalah indahnya. Salah satu jalan kecil di dekat jembatan, Hauptstrasse yang disebut sebagai jalan tercantik di Eropa. Alte Bruecke awalnya terbuat dari kayu. Namun kemudian, jembatan itu direnovasi Prince Elector Karl Theodor pada 1786–1788. Jembatan ini merupakan bagian dari tembok Kota Tua.

    ”Awalnya kami ingin ke Paris, karena itulah tempat saya melamar istri saya,” ungkap Steve Codwell, wisatawan asal Inggris kepada SI. ”Tapi setelah sampai sini, kami sama sekali tidak menyesal.”

    Dari sisi utara seberang Sungai Neckar, terlihat jelas Philosophenweg (Philosopher Walk). Konon, penulis dan pengarang puisi serta pemikir tenar Jerman seperti filsuf Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Karl Jaspers, dan Hans-Georg Gadamer, mendapat inspirasi di tempat indah ini, karena dari situ mereka bisa memandang Kastil Heidelberg dan Kota Tua dari kejauhan. Menjelajahi Heidelberg tidak akan membuat Anda merindukan keromantisan Menara Eiffel di Prancis, Venesia di Italia atau bahkan Wina di Austria.

    Jika petualangan di kastil pink belum cukup, naiklah funicular (sejenis kereta) dari kastil sampai Kornmarkt. Lalu, mendaki ke puncak bukit Koenigstuhl yang cukup terjal. Dari sana bakal tersaji pemandangan spektakuler Kota Heidelberg. Bila cuaca sedang cerah, kita bisa melihat view Kota Mannheim dan Karlsruhe.

    Tak cukup rasanya hanya sebentar untuk menikmati keindahan Heidelberg. Terlalu banyak lokasi indah yang sayang bila dilewatkan. Namun, bagaimana jika bujet terbatas? Jangan khawatir, di kota ini mudah ditemukan hostel dengan harga mulai 17 euro. Jika penginapan sudah ditemukan, perjalanan bisa dilanjutkan. University of Heidelberg atau biasa disebut Universitas Tua bisa jadi pilihan. Kampus yang terletak di pusat kota ini adalah salah satu universitas tertua di Eropa.

    Bayangkan University of Heidelberg sudah beroperasi sejak 1386. Ada satu tempat unik di universitas ini. Di bagian belakang terdapat sebuah penjara. Pada 1778–1914, penjara ini tempat hukuman bagi para mahasiswa yang melakukan kesalahan.

      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 1:49 am