Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    WARNA WARNI PERNIKAHAN CAMPURAN

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    WARNA WARNI PERNIKAHAN CAMPURAN

    Post  daun.kuning on Wed Jun 16, 2010 2:16 pm

    Persiapannya, nih…
    Menikah dengan sesama orang Indonesia saja kita harus melalui proses panjang, apalagi jika menikahi orang asing. Ada sejumlah dokumen yang mesti calon suami lengkapi, mulai dari surat keterangan belum menikah dari negara asalnya, hingga surat keterangan dari kedutaan besar di Indonesia yang menyatakan jika si dia nggak bermasalah menikah di sini.

    Kalau ingin menikah di negara asal suami, kita mesti lebih bersabar lagi. Kali ini giliran kita yang mesti menyertakan banyak dokumen, seperti yang diakui Anggi Faradila Sandi Barneveld-van Riezen, yang melangsungkan pernikahan di negeri asal suami, Belanda.

    “Saat menikah dulu, saya mengurus surat keterangan belum menikah, akte kelahiran, hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Indonesia. Tentunya semua dokumen ini mesti dilegalisir dan diterjemahkan ke bahasa Inggris. Setelah melalui proses panjang selama satu tahun, akhirnya surat-surat tersebut diterima pemerintah Belanda.”

    Warna-warni
    Sesudah resmi melangsungkan pernikahan, waktunya kita dan suami beradaptasi, nih. Meski sudah mengenalnya selama pacaran—begitu tinggal di bawah satu atap, biasanya ada saja, tuh, hal baru yang mesti kita sesuaikan dengan si dia. Simak, deh, pengakuan Laras.

    “Lelaki asal negara Barat, termasuk suami, sangat terbuka dan menerima perbedaan pendapat. Tapi di sisi lain, berhubung masyarakat di Amerika Serikat biasa bersaing dan unjuk kemampuan, suami jadi sedikit sulit untuk bersikap rendah hati.”

    Lain Laras, lain pula Yuyun. Menurut pengakuannya, bahasa seringkali menjadi penyebab kesalahpahaman antara dia dan suami.

    “Pemilihan kata dalam bahasa Inggris bisa membuat kami salah pengertian. Makanan juga suka bermasalah. Saat memasak menu Filipina, saya mengganti daging babi dengan daging sapi. Ternyata suami kurang suka, walau dia tetap memakannya.”

    Tertarik mengikuti jejak mereka?

      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 8:44 pm