Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    WARNA WARNI PERNIKAHAN CAMPURAN

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    WARNA WARNI PERNIKAHAN CAMPURAN

    Post  daun.kuning on Wed Jun 16, 2010 2:16 pm

    Persiapannya, nih…
    Menikah dengan sesama orang Indonesia saja kita harus melalui proses panjang, apalagi jika menikahi orang asing. Ada sejumlah dokumen yang mesti calon suami lengkapi, mulai dari surat keterangan belum menikah dari negara asalnya, hingga surat keterangan dari kedutaan besar di Indonesia yang menyatakan jika si dia nggak bermasalah menikah di sini.

    Kalau ingin menikah di negara asal suami, kita mesti lebih bersabar lagi. Kali ini giliran kita yang mesti menyertakan banyak dokumen, seperti yang diakui Anggi Faradila Sandi Barneveld-van Riezen, yang melangsungkan pernikahan di negeri asal suami, Belanda.

    “Saat menikah dulu, saya mengurus surat keterangan belum menikah, akte kelahiran, hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Indonesia. Tentunya semua dokumen ini mesti dilegalisir dan diterjemahkan ke bahasa Inggris. Setelah melalui proses panjang selama satu tahun, akhirnya surat-surat tersebut diterima pemerintah Belanda.”

    Warna-warni
    Sesudah resmi melangsungkan pernikahan, waktunya kita dan suami beradaptasi, nih. Meski sudah mengenalnya selama pacaran—begitu tinggal di bawah satu atap, biasanya ada saja, tuh, hal baru yang mesti kita sesuaikan dengan si dia. Simak, deh, pengakuan Laras.

    “Lelaki asal negara Barat, termasuk suami, sangat terbuka dan menerima perbedaan pendapat. Tapi di sisi lain, berhubung masyarakat di Amerika Serikat biasa bersaing dan unjuk kemampuan, suami jadi sedikit sulit untuk bersikap rendah hati.”

    Lain Laras, lain pula Yuyun. Menurut pengakuannya, bahasa seringkali menjadi penyebab kesalahpahaman antara dia dan suami.

    “Pemilihan kata dalam bahasa Inggris bisa membuat kami salah pengertian. Makanan juga suka bermasalah. Saat memasak menu Filipina, saya mengganti daging babi dengan daging sapi. Ternyata suami kurang suka, walau dia tetap memakannya.”

    Tertarik mengikuti jejak mereka?

      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 11:19 pm