Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    KOK, NGANGGUR?

    Share
    avatar
    daun.kuning

    272
    17.11.09

    KOK, NGANGGUR?

    Post  daun.kuning on Wed Jun 16, 2010 2:21 pm

    Jadi Beban Mental
    Biasanya, nih, kita yang punya pengalaman kerja bakal merasa terbebani saat menganggur. Maklum, kita sudah terbiasa disibukkan dengan pekerjaan sekaligus memperoleh penghasilan. Beda, tuh, dengan mereka yang menganggur karena baru lulus kuliah dan masih dalam tahap pencarian kerja.

    Wajar, kan, kalau si pengangguran jenis pertama tadi kurang nyaman dengan dirinya sendiri—bahkan merasa nggak berguna. Maklum, dia nggak bisa menyalurkan potensi diri. Selain itu, dia juga berisiko mengalami distres (stres negatif) karena nggak kuat menghadapi kenyataan sebagai pengangguran.

    “Terlalu sensitif merupakan salah satu ciri distres. Dia jadi mudah tersinggung, merasa minder, dan sulit bergaul dengan orang lain—bahkan teman sendiri. Dia juga cenderung menyalahkan diri sendiri atas nasib yang dialaminya. Apalagi jika orang-orang sekitar juga turut menggosipkan statusnya sebagai pengangguran,” kata Netty Hartati, M.Si, dosen Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Berpikir Positif + Cari Kesibukan
    Netty menambahkan bahwa 75% dari penyakit yang diderita manusia terjadi akibat ketidakmampuannya beradaptasi terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Jadi daripada jatuh sakit karena memikirkan status jobless, mending kita berpikir positif dan menyibukkan diri.

    “Kita harus menyadari kalau bekerja, tuh, nggak harus melulu dengan orang lain atau suatu institusi. Bisa juga, kan, kita menciptakan lapangan kerja sendiri. Mulai saja dari usaha kecil, yang penting positif dan nggak membuat kita berpikir negatif,” jelas Netty.

    Kalau masih bingung memulainya, kita boleh, kok, menyibukkan diri dengan membantu usaha teman atau saudara. Walau nggak digaji atau cuma sekadar mendapat uang lelah, nggak masalah. Hitung-hitung sambil menunggu pekerjaan selanjutnya.

    Nah, jika masih punya tabungan, malah bisa dimanfaatkan untuk mendaftar kursus. Lumayan banget, tuh, menambah ilmu sekaligus sebagai persiapan kita menuju pekerjaan selanjutnya!
    Setuju?

      Waktu sekarang Thu Jul 27, 2017 1:54 pm