Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    KOK, NGANGGUR?

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    KOK, NGANGGUR?

    Post  daun.kuning on Wed Jun 16, 2010 2:21 pm

    Jadi Beban Mental
    Biasanya, nih, kita yang punya pengalaman kerja bakal merasa terbebani saat menganggur. Maklum, kita sudah terbiasa disibukkan dengan pekerjaan sekaligus memperoleh penghasilan. Beda, tuh, dengan mereka yang menganggur karena baru lulus kuliah dan masih dalam tahap pencarian kerja.

    Wajar, kan, kalau si pengangguran jenis pertama tadi kurang nyaman dengan dirinya sendiri—bahkan merasa nggak berguna. Maklum, dia nggak bisa menyalurkan potensi diri. Selain itu, dia juga berisiko mengalami distres (stres negatif) karena nggak kuat menghadapi kenyataan sebagai pengangguran.

    “Terlalu sensitif merupakan salah satu ciri distres. Dia jadi mudah tersinggung, merasa minder, dan sulit bergaul dengan orang lain—bahkan teman sendiri. Dia juga cenderung menyalahkan diri sendiri atas nasib yang dialaminya. Apalagi jika orang-orang sekitar juga turut menggosipkan statusnya sebagai pengangguran,” kata Netty Hartati, M.Si, dosen Fakultas Psikologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Berpikir Positif + Cari Kesibukan
    Netty menambahkan bahwa 75% dari penyakit yang diderita manusia terjadi akibat ketidakmampuannya beradaptasi terhadap diri sendiri maupun lingkungan. Jadi daripada jatuh sakit karena memikirkan status jobless, mending kita berpikir positif dan menyibukkan diri.

    “Kita harus menyadari kalau bekerja, tuh, nggak harus melulu dengan orang lain atau suatu institusi. Bisa juga, kan, kita menciptakan lapangan kerja sendiri. Mulai saja dari usaha kecil, yang penting positif dan nggak membuat kita berpikir negatif,” jelas Netty.

    Kalau masih bingung memulainya, kita boleh, kok, menyibukkan diri dengan membantu usaha teman atau saudara. Walau nggak digaji atau cuma sekadar mendapat uang lelah, nggak masalah. Hitung-hitung sambil menunggu pekerjaan selanjutnya.

    Nah, jika masih punya tabungan, malah bisa dimanfaatkan untuk mendaftar kursus. Lumayan banget, tuh, menambah ilmu sekaligus sebagai persiapan kita menuju pekerjaan selanjutnya!
    Setuju?

      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:33 pm