Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Danau Limboto dikelilingi oleh 5 Kecamatan

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Danau Limboto dikelilingi oleh 5 Kecamatan

    Post  daun.kuning on Thu Jun 17, 2010 1:16 pm

    Perairan danau merupakan kekayaan alam yang tidak hanya memiliki peran fungsional bagi kawasan dan penduduk di sekitarnya. Keindahan serta fenomena alam yang ada padanya menjadi aset bagi kawasan itu sendiri. Demikian pula halnya dengan Danau Limboto bagi Kabupaten Gorontalo.

    Danau Limboto telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari detak kehidupan penduduk di sekelilingnya. Terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bone Bolango. ''Danau yang cukup besar di Sulawesi ini terhampar di ketinggian 4,50 meter di atas permukaan laut (dpl). Dengan luas ± 3000 hektar, Danau ini dikelilingi oleh lima kecamatan. Yaitu, Kecamatan Limboto, Telaga Biru, Batuda’a, dan Kota Barat yang merupakan wilayah Gorontalo Kota. Selain Sungai Bone Bolango,


    Danau Limboto ini merupakan muara dari empat sungai besar yang berhulu di Kabupaten Gorontalo. Keempat sungai tersebut adalah Sungai Alo, Sungai Daenaa, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu. Sementara itu, Danau ini juga merupakan hulu dari Sungai Tapodo yang muaranya menyatu dengan Sungai Bone Bolango dan mengalir terus ke laut.

    Jika ditinjau dari letak kawasan Danau yang dikelilingi perbukitan, tak tertutup kemungkinan bahwa Danau ini merupakan sebuah kaldera dari sebuah gunung berapi yang meletus ribuan tahun lalu. Kemungkinan ini sangat besar mengingat Pulau Sulawesi merupakan sebuah pulau di Kepulauan Sunda Besar yang sarat dengan gunung-gunung berapi.

    Sejak lama, Danau Limboto ini telah menjadi sumberdaya perikanan air tawar bagi penduduk di sekitarnya. Memang Danau ini memiliki multi fungsi baik bagi penduduk sekitarnya maupun kawasan Kabupaten Gorontalo umumnya. Ia juga merupakan sumber air tawar sekaligus penyangga kehidupan dan tata air bagi masyarakat di bantaran sungai-sungainya. Dengan demikian Danau ini merupakan pengendali banjir bagi sebagian besar kawasan Kabupaten. ''Melihat kesemua peran dan fungsinya yang sangat penting itu, dapat dikatakan bahwa Danau Limboto memegang peran esensial bagi keseimbangan alam dan ekosistem kawasan.

    Memang keadaan Danau Limboto saat ini sangat jauh berbeda. Lumpur tebal yang mulai mengeras dipenuhi ribuan enceng gondok yang berbunga ungu. ''Di beberapa tempat yang masih digenangi air, rumpun-rumpun teratai menyembul dengan daun-daun yang sangat subur. Bunga-bunga teratai berwarna merah muda tampak lebih besar untuk ukuran spesies teratai liar seperti ini. Demikian hebat pendangkalan yang terjadi sehingga hanya menyisakan area perairan nun jauh di tengah sana.

    Meski kondisinya sudah sedemikian memprihatinkan, Danau Limboto masih tetap memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Belasan gubuk terapung yang dikelilingi oleh bagan-bagan jaring apung tampak di kawasan tengah Danau. Tonggak-tonggak bambu yang mencuat dari permukaan Danau memberi panorama tersendiri. Ikan mas, Gurame, dan Nila Putih adalah jenis ikan yang umumnya dibudidayakan di jaring-jaring terapung tersebut.

    Mengelilingi kawasan perkampungan nelayan di seputar Danau, memberikan gambaran yang lebih nyata. Kemarau panjang membuat perbukitan yang mengelilingi Danau tampak meranggas. Kegiatan pendudukpun memperlihatkan fenomena yang justru kontra produktif dengan upaya pelestarian Danau itu sendiri. Di beberapa tempat, di kawasan Batuda’a, penduduk melakukan penambangan batu kapur. Lubang-lubang menganga mirip pintu gua menjadi pemandangan yang tampaknya sudah biasa.

    Penggalian tanah dengan mengikis bukit menyisakan lahan terbuka yang sangat ringkih di beberapa bahu jalan. Kengerian sesaat membersit membayangkan bahaya longsor yang sangat mungkin terjadi ketika hujan mengguyur. ''Memang tak banyak nelayan yang turun ke Danau. Hanya beberapa sampan meluncur di permukaan air yang samasekali tak berombak. Burung-burung air sesekali melyang di angkasa, menukik ke permukaan Danau tanpa hasil. Mungkin inilah kenyataan riil dari catatan Sarnita mengenai habitat ikan di Danau Limboto.

    Peran dan multi fungsi Danau Limboto tak pernah surut baik bagi penduduk di sekitarnya maupun kawasan Gorontalo. Namun kondisinya dari tahun ke tahun semakin memperihatinkan. Hal ini memaksa kita melakukan sesuatu, meski hanya dalam pemikiran. Apapun upaya yang bertujuan untuk mengkonservasi dan mengembalikan kondisi Danau yang menjadi aset Kabupaten Gorontalo ini patut diperjuangkan. Pemikiran inipun tak pelak memaksa kita memutar rasio dan mempertanyakan apakah yang menyebabkan pendangkalan Danau ini.

      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 5:31 am