Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Renungan sehari-hari

    Share

    y3hoo

    486
    16.01.09

    Renungan sehari-hari

    Post  y3hoo on Sun Jan 18, 2009 2:49 pm

    Ketika suatu hubungan tidak dilandasi oleh kejujuran, kemunafikan akan
    semakin meraja-rela. Itulah pentingnya kejujuran dan kebenaran tetapi kita
    terkadang tidak melakukanya dengan pasangan kita. Misalnya, kegagalan
    memberitahu seluruh cerita dibelakang hubungan seksual masa lalu tidak
    membebaskan diri anda dari tuduhan pembohong.
    Setiap orang ingin menemukan pasangan hidup, kita ingin merasa mencintai
    dengan sepenuh hati. Tetapi ketika kita melakukan, kita lupa rule of the
    gamenya adalah baru. Kenyataannya, istilah “rule” tidak lagi tersedia.
    Sehingga kejujuran seringkali terlupakan padahal itu penting.
    Saling menanamkan kepercayaan dalam hubungan, memberikan pandangan umum
    bahwa ikatan itu penting, jujur apa adanya dan memberitahukan masa lalu,
    menjamin dirinya mengetahui secara penuh dan jangan meninggalkan rasa
    penasaran.

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Wed Jan 28, 2009 1:59 pm

    Ketika q minta AllAh setangkai maWar namun Dia berikan kaktus,,
    Ketika q minta kupu kupu,yg Dia beri Ulat bulu..marah..sedih & kecewa....
    Namun Jalan pikiranNya & rencanNYA jauh berbeda dari kita,..
    Kaktus yang pnuh Duri itu berbunga indah
    dan Ulat bulu itupun jadi kupu kupu yang indah dan cantik..
    Karna yang q perlukannlah yang Dia berikan bukan apa yang aq inginni,...
    Semuanya Indah pada WAKTUNYA...!!

    TORPEDO
    Moderator Entertainment

    1831
    Age : 42
    Lokasi : Bekasi
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  TORPEDO on Wed Jan 28, 2009 2:48 pm

    jujur aku kagum ama postingmu sion...
    baru kali ini ada postingan yg bagus dan mengena padaku.
    aku sempat berkali2 membaca dan memahami artinya, maknanya sungguh luas.
    hmmm... hebat...

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Wed Jan 28, 2009 4:45 pm

    Setelah kagum jadi apa do?? jatuh ga?? Very Happy

    @Sion
    Postingan yg bagus Smile

    y3hoo

    486
    16.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  y3hoo on Sun Mar 08, 2009 12:52 am

    Benih

    Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu.

    Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang.

    "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?"

    "Sepertinya", lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini."

    Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.

    Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?"

    Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

    "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama."

    Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar."

    "Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."

    Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.

    Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.

    Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?

    Kapankah saat itu akan datang?

    Teman, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?

    Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan?

    Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"?


    Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam dirimu.


    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Sun Mar 08, 2009 10:11 am

    [quote="Belldandy"]Setelah kagum jadi apa do?? jatuh ga?? Very Happy

    :nakal2:

    maaci mas..maaci bell

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Sun Mar 08, 2009 10:21 am

    y3hoo wrote:
    Benih

    Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu.

    Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. "Ayah, aku ingin bertanya..." terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang.

    "Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?"

    "Sepertinya", lanjut sang bocah, "Aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini."

    Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah.

    Lalu, ia kembali melanjutkan, "Bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?"

    Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

    "Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama."

    Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. "Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar."

    "Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran."

    Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.

    Jangan pernah merasa malu dengan segala keterbatasan. Jangan merasa sedih dengan ketidaksempurnaan. Karena Allah, menciptakan kita penuh dengan keistimewaan. Dan karena Allah, memang menyiapkan kita menjadi mahluk dengan berbagai kelebihan.

    Mungkin suatu ketika, kita pernah merasa kecil, tak mampu, tak berdaya dengan segala persoalan hidup. Kita mungkin sering bertanya-tanya, kapan kita menjadi besar, dan mampu menggapai semua impian, harapan dan keinginan yang ada dalam dada. Kita juga bisa jadi sering membayangkan, bilakah saatnya berhasil?

    Kapankah saat itu akan datang?

    Teman, kita adalah layaknya benih kecil itu. Benih yang menyimpan semua kekuatan dari batang yang kokoh, dahan yang kuat, serta daun-daun yang lebar. Dalam benih itu pula akar-akar yang keras dan menghujam itu berasal. Namun, akankah Allah membiarkan benih itu tumbuh besar, tanpa alpa dengan bantuan tiupan angin, derasnya air hujan, dan teriknya sinar matahari?

    Begitupun kita, akankah Allah membiarkan kita besar, berhasil, dan sukses, tanpa pernah merasakan ujian dan cobaan?

    Akankah Allah lupa mengingatkan kita dengan hembusan angin "masalah", derasnya air "ujian" serta teriknya matahari "persoalan"?


    Jangan pernah berkecil hati. Semua keberhasilan dan kesuksesan itu telah ada dalam dirimu.


    Tuhan tidak pernah berjanji tidak ada panas dan Tuhan juga tidak pernah berjanji Tidak akan turun hujan,...tp TUhan berjanji memberi kita kekuatan bila kita menghadapi setiap topan ganas yg datang dalam kehidupan kita.

    hercules
    Admiral

    667
    Age : 45
    Lokasi : Palembang
    23.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  hercules on Sun Mar 08, 2009 3:32 pm

    Tuhan tidak pernah berjanji tidak ada panas dan Tuhan juga tidak pernah berjanji Tidak akan turun hujan,...tp TUhan berjanji memberi kita kekuatan bila kita menghadapi setiap topan ganas yg datang dalam kehidupan kita.[/quote]


    Bila kena topan Asmara yg ganas kekuatan apa yg kita punya ya :cint:

    :tanya4:

    mamacute
    Temporary Non Active

    745
    Age : 38
    Lokasi : Cirebon
    14.02.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  mamacute on Sun Mar 08, 2009 3:54 pm

    Postingan yang menyentuh jiwa.
    Mama suka sekali.
    Thanks

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Sun Mar 08, 2009 8:41 pm

    hercules wrote:Tuhan tidak pernah berjanji tidak ada panas dan Tuhan juga tidak pernah berjanji Tidak akan turun hujan,...tp TUhan berjanji memberi kita kekuatan bila kita menghadapi setiap topan ganas yg datang dalam kehidupan kita.


    Bila kena topan Asmara yg ganas kekuatan apa yg kita punya ya :cint:

    :tanya4:[/quote]




    kalo topan asmara..yg kita punya kekuatan cinta mas..kya sailormoon yg memberantas kejahatan dengan kekuatan cinta..

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Sun Mar 08, 2009 9:37 pm

    Hari demi Hari dalam hidup ini saling Berkaitan...

    Hari Ini adalah pemberian dari Hari kemarin...

    Dan Hari ini akan menentukan Hari Esok..

    jadi...Jangan melewatkan Setiap detik dari hiDupmu..

    Lakukan yang teRbaiK yang kmu bisa lakukan SElamA Wktu HidupmU..!!


    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Sun Mar 15, 2009 11:24 am

    Terkadang ada saat-saat dalam hidup ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu,lalu memeluknya erat-erat !

    Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka...tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu lain, yang telah terbuka bagi kita..

    Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
    Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
    Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum.
    ............. Sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang.
    Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.

    Angankan apa yang engkau ingin angankan...
    Pergilah kemana engkau ingin pergi...
    Jadilah seperti yang engkau kehendaki.
    Sebab hidup hanya satu kali dan engkau hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.

    Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum.
    Cukup pencobaan untuk membuatmu kuat.
    Cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi.
    Dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.

    Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu.
    Mereka hanya mengoptimalkan segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.
    Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu.
    Engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.

    Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum. Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.
    Jangan hitung tahun-tahun yang lewat,
    hitunglah s aat-saat yang indah ..

    HIDUP TIDAK DIUKUR DENGAN BANYAKNYA NAPAS YANG KITA HIRUP melainkan DENGAN SAAT-SAAT DIMANA KITA MENARIK NAPAS BAHAGIA.

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    jika.....

    Post  siongirl on Fri Mar 20, 2009 1:07 pm

    Jika kau mampu mempertahankan keberanianmu
    saat orang disekelilingmu,..
    kehilangan kebranian mereka dan menyalahkanmu;
    Jika kau dapat mempercayai dirimu
    saat semua orang meragukanmu,
    tapi mentolerir keraguan mereka
    jika kau bisa menunggu dan tak lelah menunggu,
    atau dibohongi tapi tak membohongi,
    atau dibenci tapi tak sudi membenci,
    tapi juga tak tampil terlalu baik, atau bicara terlalu bijak;
    jika kau dapat bermimpi-dan tak membiarkan impian menguasaimu;
    Jika kau dapat berpkir-dan tak biarkan pikiran menjadi tujuanmu,
    Jika kau dapat menghadapi Kemenangan dan Bencana
    Dan memperlakukan kedua penipu itu secara sama;
    Jika kau tahan mendengar kebenaran yang yang kau ucapkan
    diputarbalikan oleh si penjahat untuk menjebak si bodoh;
    atau melihat segala sesuatu yang kau cintai,rusak,
    dan memunggutnya dan membangunnya dengan peralatan usang;
    Jika kau dapat memupuk semua kemenanganmu
    dan mempertaruhkannya dalam satu langkah,
    dan kalah,dan mulai lagi dari awal,
    dan tidak pernah membicarakan kesalahanmu;
    jika kau dapat memaksa hati dan saraf dan ototmu
    untuk melakukan giliranmu lama setelah mereka hilang,
    Dan bertahan saat kau tak memiliki apa-apa
    kecuali Kehendak yang mengatakan:"Bertahanlah!"
    Jika kau dapat berbicara dengan orang banyak dan mempertahankan nilai-nilaimu
    Atau berjalan bersama para Raja-tanpa kehilangan akal sehat,
    Jika musuh maupun kawan tak dapat menyakitimu;
    jika semua orang berarti bagimu,tapi tak berlebihan;
    Jika kau dapat mengisi menit-menit yang tak berampun
    Dengan enam puluh detik yang seharga lari jarak jauh,
    Milikilah bumi ini dan semua didalamnya,
    Dan - yang lebih penting kau menjadi manusia..!

    smile
    Skin Care Club

    264
    Age : 36
    Lokasi : Jawa Barat
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  smile on Fri Mar 20, 2009 2:56 pm

    Untuk menjadi orang baik itu susah banget, karena tuk menjadi jahat aja harus punya otak apalagi tuk menjadi baik. Tapi terkadang tanpa kita sadari kita bisa berbuat baik karena ada yang jahat.

    luv
    Moderator Sastra

    525
    Age : 39
    Lokasi : depok-jawa barat ID
    01.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  luv on Fri Mar 20, 2009 3:13 pm

    berbuat baik ataupun berbuat jahat sama sama mudah dan sama sama sulit.

    kita murah senyum dan ramah itu bukanlah hal sulit
    kita marah dan memaki orang pun juga bukan perkara yang sulit.

    kita mencintai orang yang kita benci itu tidaklah mudah
    sesulit kita membenci orang yang kita cinta.

    smile
    Skin Care Club

    264
    Age : 36
    Lokasi : Jawa Barat
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  smile on Fri Mar 20, 2009 3:20 pm

    kalau cuma menjadi baik2 biasa aja s ga susah, begitu juga jadi jahat yang biasa2 aja ga susah.
    tapi untuk menjadi kelas kakap harus punya modal, modal otak dan itu susah. Begitu juga ingin menjadi orang baik yang baiknya seperti malaikat pasti harus punya modal hehehhehe

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Fri Mar 20, 2009 5:38 pm

    luv wrote:berbuat baik ataupun berbuat jahat sama sama mudah dan sama sama sulit.

    kita murah senyum dan ramah itu bukanlah hal sulit
    kita marah dan memaki orang pun juga bukan perkara yang sulit.

    kita mencintai orang yang kita benci itu tidaklah mudah
    sesulit kita membenci orang yang kita cinta.

    :xx4:

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  lea on Fri Mar 20, 2009 6:13 pm

    siongirl wrote:
    luv wrote:berbuat baik ataupun berbuat jahat sama sama mudah dan sama sama sulit.

    kita murah senyum dan ramah itu bukanlah hal sulit
    kita marah dan memaki orang pun juga bukan perkara yang sulit.

    kita mencintai orang yang kita benci itu tidaklah mudah
    sesulit kita membenci orang yang kita cinta.

    :xx4:

    aq ngasih bunga ass buat Luv
    ini bener2 petuah yang sangat bijak yang aq pernah temui

    luv
    Moderator Sastra

    525
    Age : 39
    Lokasi : depok-jawa barat ID
    01.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  luv on Fri Mar 20, 2009 8:34 pm

    mungkin modalnya cuman 1 smile, yakni niat'
    karna segala sesuatu tergantung pada niatnya.


    hal lain, kalu aku gak salah :

    ketika kita punya niat buruk dalam hati dan kita lakukan niat buruk tersebut, maka Tuhan mencatatnya itu sebagai 1 kejelekan.

    ketika kita punya niat buruk dalam hati tetapi kita tidak' lakukan niat buruk tersebut, maka Tuhan mencatatnya itu sebagai 1 kebaikan.

    dan jika kita punya sebuah niat baik dalam hati dan kita lakukan niat baik tersebut, maka Tuhan akan mencatatnya sebagai 10 kebaikan.

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  lea on Fri Mar 20, 2009 8:43 pm

    luv wrote:mungkin modalnya cuman 1 smile, yakni niat'
    karna segala sesuatu tergantung pada niatnya.


    hal lain, kalu aku gak salah :

    ketika kita punya niat buruk dalam hati dan kita lakukan niat buruk tersebut, maka Tuhan mencatatnya itu sebagai 1 kejelekan.

    ketika kita punya niat buruk dalam hati tetapi kita tidak' lakukan niat buruk tersebut, maka Tuhan mencatatnya itu sebagai 1 kebaikan.

    dan jika kita punya sebuah niat baik dalam hati dan kita lakukan niat baik tersebut, maka Tuhan akan mencatatnya sebagai 10 kebaikan.
    :fann11:

    luv
    Moderator Sastra

    525
    Age : 39
    Lokasi : depok-jawa barat ID
    01.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  luv on Fri Mar 20, 2009 10:03 pm

    makanya pernah ada pameo' yang mengatakan:

    jadilah sebejat bejatnya orang.
    tapi jika tidak bisa
    maka jadilah sebaik baiknya orang.

    biar malaikat gampang menimbangnya..




    ...kalo yang terakhir ne aku ngaco..

    wakakakk..masa serius teyuzzz.... 56439

    hercules
    Admiral

    667
    Age : 45
    Lokasi : Palembang
    23.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  hercules on Fri Mar 20, 2009 10:14 pm

    0467

    hercules
    Admiral

    667
    Age : 45
    Lokasi : Palembang
    23.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  hercules on Sat Mar 21, 2009 2:23 am

    luv wrote:
    makanya pernah ada pameo' yang mengatakan:

    jadilah sebejat bejatnya orang.
    tapi jika tidak bisa
    maka jadilah sebaik baiknya orang.

    biar malaikat gampang menimbangnya..




    ...kalo yang terakhir ne aku ngaco..

    wakakakk..masa serius teyuzzz.... 56439

    Ada koq yg sebejat - bejatnya org Mas luv.
    Org itu ada di sini
    Aku bs merasakan karena Si Ivan yg ga pernah kenal ama aku,yg ga pernah bertemu sama skali dg ku aj bs sentimen ama aku.
    Aku tau koq si Ivan hanya diperalat utk tujuan org tsb.
    Keknya org ini iri banget ama aku,cuma kenapa dia tak bilang secara langsung : " Hei Hercules aku tak suka kamu disini."
    Ya.. pasti aku keluar dg damai,daripada dia ketakutan akan kehadiranku disini.

    Aku malah tambah sengaja tak mau keluar dari forum ini.
    Sebelumnya si bejat ini mengakui apa mau nya dia ??
    Ato ada anggota laen yg juga mau di perALAT spt Ivan,ksh tau dunk, PM ke aku juga boleh.
    Akan ku jaga rahasia nya koq.
    Aku takkan membalas tapi hanya ingin tau kenapa ??

    luv
    Moderator Sastra

    525
    Age : 39
    Lokasi : depok-jawa barat ID
    01.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  luv on Sat Mar 21, 2009 7:35 am

    wah kuk malah jadi begini ya?



    okedeh, aku kash tahu ada yg juga sentimen ma kamu mas,
    PM aja langsung ke dia,
    id nya : tiger_oei


    xixixi

    smile
    Skin Care Club

    264
    Age : 36
    Lokasi : Jawa Barat
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  smile on Sat Mar 21, 2009 9:47 am

    walllah kok jadi rame hehehe

    Sponsored content

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Sponsored content Today at 10:12 pm


      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 10:12 pm