Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Cina Monopoli Internet, Kalahkan Amerika

    Share

    chaniago

    147
    07.06.10

    Cina Monopoli Internet, Kalahkan Amerika

    Post  chaniago on Mon Jun 21, 2010 10:30 am

    Sekitar 253 juta penduduk Cina telah menjadi monopoli terbesar dalam dunia Internet, bahkan melebihi U.S., sebagai negara terbesar dalam pengembangan dunia maya. Menurut Pusat Informasi Jaringan Internet Cina, penggunaan web pada akhir Juni lalu meningkat tajam sebesar 56%. Sedangkan di United State, menurut survey Nielsen Online, diperkirakan terdapat 223,1 juta user Internet pada bulan Juni lalu, dan menempatkan penetrasi online U.S sebesar 71%.

    Pemerintah komunis di Cina telah mendorong penggunaan Internet untuk bisnis dan pendidikan. Selain itu, pemerintah Cina juga telah memblokir akses ke situs pornografi atau situs pemberontak. Banyak pengguna web telah dipenjara karena mereka mem-posting atau mengirim material email yang telah mengkritik aturan komunis atau pelanggaran hokum keamanan nasional Cina.

    Pihak Beijing telah memblokir akses website yang dijalankan oleh orang yang tidak setuju, grup hak asasi manusia, dan media berita asing. Selain itu, website yang diblokir, juga tidak dapat diakses dari Google Inc, YouTube,dan situs asing lainnya karena berisi video protes anti-pemerintah di Tibet pada bulan Maret lalu. Pemerintah Cina juga telah mematikan 25 situs video dan menghukum 32 situs lainnya untuk pelanggaran aturan baru mengenai content yang ada di dalamnya, seperti pornografi, kekerasan atau ancaman keamanan nasional. Namun secara pemasaran online, video sharing, dan bisnis lain di Cina telah mengalami pertumbuhan yang cukup cepat dan meningkat dalam hitungan jutaan dollar dari para investor.

    Kisah sukses Cina terasuk situs game Tencent.com dan search engine Baidu.com, yang mampu bersaing dengan rival asing, dengan profit 265 juta yuan atau USD 38,6 juta. Bahkan menurut Analysis International, Cina telah meraup keuntungan USD 5,9 miliar di tahun 2007, naik 48,6% dari tahun lalu. Bahkan CNNIC telah melakukan surver dan hasilnya menunjukkan sekitar 214 juta penduduk Cina telah mendapatkan akses Internet dengan kecepatan tinggi.

      Waktu sekarang Mon Sep 26, 2016 2:09 am