Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cina Monopoli Internet, Kalahkan Amerika

    Share

    chaniago

    147
    07.06.10

    Cina Monopoli Internet, Kalahkan Amerika

    Post  chaniago on Mon Jun 21, 2010 10:30 am

    Sekitar 253 juta penduduk Cina telah menjadi monopoli terbesar dalam dunia Internet, bahkan melebihi U.S., sebagai negara terbesar dalam pengembangan dunia maya. Menurut Pusat Informasi Jaringan Internet Cina, penggunaan web pada akhir Juni lalu meningkat tajam sebesar 56%. Sedangkan di United State, menurut survey Nielsen Online, diperkirakan terdapat 223,1 juta user Internet pada bulan Juni lalu, dan menempatkan penetrasi online U.S sebesar 71%.

    Pemerintah komunis di Cina telah mendorong penggunaan Internet untuk bisnis dan pendidikan. Selain itu, pemerintah Cina juga telah memblokir akses ke situs pornografi atau situs pemberontak. Banyak pengguna web telah dipenjara karena mereka mem-posting atau mengirim material email yang telah mengkritik aturan komunis atau pelanggaran hokum keamanan nasional Cina.

    Pihak Beijing telah memblokir akses website yang dijalankan oleh orang yang tidak setuju, grup hak asasi manusia, dan media berita asing. Selain itu, website yang diblokir, juga tidak dapat diakses dari Google Inc, YouTube,dan situs asing lainnya karena berisi video protes anti-pemerintah di Tibet pada bulan Maret lalu. Pemerintah Cina juga telah mematikan 25 situs video dan menghukum 32 situs lainnya untuk pelanggaran aturan baru mengenai content yang ada di dalamnya, seperti pornografi, kekerasan atau ancaman keamanan nasional. Namun secara pemasaran online, video sharing, dan bisnis lain di Cina telah mengalami pertumbuhan yang cukup cepat dan meningkat dalam hitungan jutaan dollar dari para investor.

    Kisah sukses Cina terasuk situs game Tencent.com dan search engine Baidu.com, yang mampu bersaing dengan rival asing, dengan profit 265 juta yuan atau USD 38,6 juta. Bahkan menurut Analysis International, Cina telah meraup keuntungan USD 5,9 miliar di tahun 2007, naik 48,6% dari tahun lalu. Bahkan CNNIC telah melakukan surver dan hasilnya menunjukkan sekitar 214 juta penduduk Cina telah mendapatkan akses Internet dengan kecepatan tinggi.

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:55 am