Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Pria Juga Berpacu dengan Jam Biologis

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Pria Juga Berpacu dengan Jam Biologis

    Post  daun.kuning on Mon Jun 21, 2010 1:59 pm

    Pria Juga Berpacu dengan Jam Biologis

    Ternyata, layaknya wanita makin bertambah usia pria, makin berkurang tingkat kesuburannya.


    Bukan hanya wanita yang berpacu dengan jam biologis. Ternyata pria juga mengalaminya. Tak berbeda dari wanita, jam biologis ini juga mempengaruhi infertilitas alias kesuburan. Penelitian terbaru membuktikan pertumbuhan pada tubuh pria juga berpengaruh pada sistem fertilisasinya.


    Makin bertambah usia pria, maka tingkat kesuburannya juga akan makin berkurang. Selain itu, jika menjadi ayah di usia lebih dari 40 tahun juga berisiko pada kesehatan bayi yang dilahirkan. Jadi, bukan hanya kesehatan ibu yang berpengaruh pada perkembangan janin, tetapi sperma dari ayah juga sama berpengaruhnya.

    Beberapa penelitian menemukan masalah kesehatan yang serius pada anak yang lahir dari ayah yang berumur pertengahan 30an. Yaitu penyakit seperti autisme dan skitzophrenia.

    Para peneliti dan ahli kesehatan masih mencari penyebab mengapa pria yang menjadi ayah pada usia tua, dapat menyebakan permasalahan kesehatan serius pada anak-anaknya kelak. Dan ternyata, menurut Dr. Harry Fisch, ahli kesehatan dari Columbia University, masalah fertilitas pada pria
    dimulai pada pertengahan usia.

    "Setelah usia 30 tahun, level testoron berkurang 1% tiap tahunnya," kata Fisch, yang juga penulis buka "The Male Biological Clock".

    Menurut Dr. Narendra P. Singh, penelitian di University of Washington, Amerika Serikat menemukan terjadinya kerusakan DNA pada sperma pria usia tua.

    Fisch dan beberapa peneliti lainnya menemukan jika wanita dan pria menikah sekitar atau di atas 35 tahun, ada kemungkinan sang anak akan terkena down syndrome. Dan, penyebabnya kemungkinan besar adalah sperma dari sang ayah yang telah mengalami kerusakan. Hal itulah yang banyak ditemui pada wanita usia 40 tahun yang memiliki anak down syndrome, yang 50% penyebabnya adalah kerusakan sperma.

    Penelitian lain menemukan anak yang lahir dari ayah berusia 45 tahun atau lebih memiliki kemampuan bersosialisasi yang rendah. Lalu, anak yang lahir dari pria berusia 55 tahun atau lebih, memiliki kecenderungan bipolar disorder pada usia antara 20 hingga 24 tahun.

    Penelitian yang dilakukan peneliti dari Mount Sinai School of Medicine di New York juga menemukan anak yang lahir dari pria berusia 40an, memiliki resiko terkena autisme enam kali lebih besar. Lalu, penelitian lainnya, anak yang lahir dari ayah yang berusia 50 tahun atau lebih, tiga kali lebih beresiko terkena skitzophrenia.

    Dr. Fisch memfokuskan penelitiannya untuk mendorong kaum pria agar lebih memperhatikan "biological clock"nya. Selain itu, pria yang memiliki berat badan berlebih cenderung memiliki permasalahan dalam kesuburannya.

    "Dengan berat badan berlebih, akan membuat jumlah sperma berkurang," kata Fisch.

      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 10:16 am