Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Renungan sehari-hari

    Share

    veve
    Admiral

    581
    Age : 42
    Lokasi : Jakarta
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  veve on Sat Mar 21, 2009 11:42 pm

    Hidup Adalah Anugerah

    Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri, karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

    Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

    Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu.

    Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?”

    Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si lelaki pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

    Dan akhirnya si lelaki kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

    veve
    Admiral

    581
    Age : 42
    Lokasi : Jakarta
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  veve on Sat Mar 21, 2009 11:43 pm

    Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

    Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara. Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya tidak lumpuh seumur hidup.

    Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya. Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

    Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu. Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

    Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia. Nikmatilah dan beri yang terbaik di setiap detik dalam hidupmu, karena itu tidak akan terulang lagi untuk waktumu selanjutnya.




    Karel Mandey

    veve
    Admiral

    581
    Age : 42
    Lokasi : Jakarta
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  veve on Sat Mar 21, 2009 11:44 pm

    Berat Beban Kita


    Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat sebuah segelas berisi air dan bertanya kepada para siswanya:"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

    Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr. "Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

    "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

    "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".

    Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

    Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan membawa pulang beban. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

    Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!

    Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

    ============ ==
    *Moral kisah*:

    Bukan berat beban yang membuat kita stres, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut.

    (Stephen Covey )

    veve
    Admiral

    581
    Age : 42
    Lokasi : Jakarta
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  veve on Sat Mar 21, 2009 11:44 pm

    Mulailah Memberi

    Bila tak seorang pun berbelas kasih pada kesulitan anda.
    Atau, tak ada yang mau merayakan keberhasilan anda.
    Atau tak seorang pun bersedia mendengarkan, memandang,
    memperhatikan apa pun pada diri anda.
    Jangan masukkan ke dalam hati.

    Manusia selalu disibukkan oleh urusannya sendiri.
    Manusia kebanyakan mendahulukan kepentingannya sendiri.
    Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam hati.
    Karena hanya akan menyesakkan dan membebani langkah anda.

    Ringankan hidup anda dengan memberi pada orang lain.
    Semakin banyak anda memberi semakin mudah anda memikul hidup ini. Berdirilah di depan jendela, pandanglah keluar. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat mengapa anda hadir di sini. Bukan untuk merengek atau meminta dunia menyanjung anda.

    Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan. Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk menggemburkan tanah. Dan sebongkah batu dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak dimiliki siapapun untuk mengubah dunia.
    Itu hanya terwujud bila anda mau memberikannya.



    Selamat memberi..

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Sun Mar 22, 2009 1:08 am

    Beri dan semua itu akan kembali padamu

    suatu takaran yang baik..yang akan kembali dengan melimpah ruah.. :fann8:

    luv
    Moderator Sastra

    525
    Age : 39
    Lokasi : depok-jawa barat ID
    01.03.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  luv on Sun Mar 22, 2009 1:40 am

    sion ini..main mengkilap' aja bahasanya.

    :xx6:

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Mon Mar 30, 2009 10:10 am

    Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah
    bangunan dengan sebuah
    topi terletak di dekat kakinya. Ia
    mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta,
    tolong saya.' Hanya
    ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

    Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia
    mengambil beberapa keping
    uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu.
    Lalu ia mengambil
    papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini
    menaruh papan itu
    kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa
    yang ia baru
    tulis.
    Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin
    banyak orang memberi
    uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah
    mengubah kata-kata di
    papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang
    terjadi. Anak ini
    mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak
    yang telah mengubah
    tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'

    Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah
    kebenaran. Saya menyampaikan
    apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.'
    Apa yang ia telah tulis
    adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak
    bisa melihatnya.'
    Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya
    sama saja?

    Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu
    buta.
    Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak
    itu buta.
    Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang
    bahwa mereka
    sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita
    perlu terkejut
    melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

    Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau
    miliki. Jadilah
    kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang
    yang berbeda dan
    positif.

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Mon Mar 30, 2009 10:43 am

    Belldandy wrote:Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah
    bangunan dengan sebuah
    topi terletak di dekat kakinya. Ia
    mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta,
    tolong saya.' Hanya
    ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

    Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia
    mengambil beberapa keping
    uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu.
    Lalu ia mengambil
    papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini
    menaruh papan itu
    kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa
    yang ia baru
    tulis.
    Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin
    banyak orang memberi
    uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah
    mengubah kata-kata di
    papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang
    terjadi. Anak ini
    mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak
    yang telah mengubah
    tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'

    Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah
    kebenaran. Saya menyampaikan
    apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.'
    Apa yang ia telah tulis
    adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak
    bisa melihatnya.'
    Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya
    sama saja?

    Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu
    buta.
    Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak
    itu buta.
    Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang
    bahwa mereka
    sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita
    perlu terkejut
    melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

    Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau
    miliki. Jadilah
    kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang
    yang berbeda dan
    positif.


    ceepppp!! bersyukurlah dengan apa yang ada padamu
    dengan bersyukur kita akan lebih bahagia.. 56439

    smile
    Skin Care Club

    264
    Age : 36
    Lokasi : Jawa Barat
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  smile on Mon Mar 30, 2009 11:07 am

    ya benar bell bagaimanapun bahasa diplomasi itu perlu banget tuk berinteraksi

    TORPEDO
    Moderator Entertainment

    1831
    Age : 42
    Lokasi : Bekasi
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  TORPEDO on Mon Mar 30, 2009 11:12 am

    kadang kita banyak merenung tetapi kita jarang berbuat...

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Mon Mar 30, 2009 11:20 am

    TORPEDO wrote:kadang kita banyak merenung tetapi kita jarang berbuat...

    so..TALK LESS MORE ACTION!!

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Mon Mar 30, 2009 12:20 pm

    TORPEDO wrote:kadang kita banyak merenung tetapi kita jarang berbuat...
    Makanya jgn kebanyakan merenung do.. ntar bisa kemasukan lho... hahahahha Tongue

    renungannya harus dibarengi action donk

    Talk Less Do More... 092775

    TORPEDO
    Moderator Entertainment

    1831
    Age : 42
    Lokasi : Bekasi
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  TORPEDO on Mon Mar 30, 2009 12:37 pm

    Belldandy wrote:
    TORPEDO wrote:kadang kita banyak merenung tetapi kita jarang berbuat...
    Makanya jgn kebanyakan merenung do.. ntar bisa kemasukan lho... hahahahha Tongue

    renungannya harus dibarengi action donk

    Talk Less Do More... 092775
    wah kalo aku gak mungkin kemasukan bell...
    kalo masukin iyah hehehehe...

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Mon Mar 30, 2009 12:47 pm

    TORPEDO wrote:
    wah kalo aku gak mungkin kemasukan bell...
    kalo masukin iyah hehehehe...
    wakakkaka dasarr.... :rasain1: :rasain1: :rasain1: nihh biar otaknya bener dikit...

    TORPEDO
    Moderator Entertainment

    1831
    Age : 42
    Lokasi : Bekasi
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  TORPEDO on Mon Mar 30, 2009 12:57 pm

    Belldandy wrote:
    TORPEDO wrote:
    wah kalo aku gak mungkin kemasukan bell...
    kalo masukin iyah hehehehe...
    wakakkaka dasarr.... :rasain1: :rasain1: :rasain1: nihh biar otaknya bener dikit...
    yeeee... bukannya disayang sayang... malah digebukin, cape deh...

    Belldandy
    Moderator Umum

    1395
    Age : 33
    Lokasi : Pontianak
    19.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Belldandy on Fri Apr 03, 2009 1:24 pm

    This is a story about a beautiful girl bright-eyed, five-years-old name Jenny.
    One day when she and her mother were checking out at
    the grocery store, Jenny saw a plastic pearl necklace
    priced at $2.50.

    How she wanted that necklace and when she asked her
    mother if she would buy it for her, her mother said,
    "Well, it is a pretty necklace, but it costs an awful
    lot of money. I'll tell you what. I'll buy you the
    necklace, and when we get home we can make up a
    list of chores that you can do to pay for the
    necklace. And don't forget that for your birthday
    Grandma just might give you a whole dollar bill, too.
    Okay?"

    Jenny agreed, and her mother bought the pearl
    neck-lace for her.

    Jenny worked on her chores very hard everyday, and
    sure enough, her Grandma gave her a brand new dollar
    bill for her birthday. Soon Jenny had paid off the
    pearls.

    How Jenny loved those pearls. She wore them everywhere
    - to kindergarten, bed, and when she went out with her
    mother to run errands. The only time she didn't wear
    them was in the shower - her mother had
    told her that they would turn her neck green.

    Jenny had a very loving daddy. When Jenny went to
    bed,he would get up from his favorite chair every
    night and read Jenny her favorite story.

    One night when he finished the story, he said, "Jenny,
    do you love me?" "Oh yes, Daddy, you know I love you,"
    the little girl said.

    "Well, then, give me your pearls."

    "Oh daddy, not my pearls!" Jenny said."But you can
    have Rosie, my favorite doll. Remember her? You gave
    her to me last year for my birthday. And you can
    have her tea party outfit,too.Okay? "

    "Oh no, darling, that's okay." Her father brushed her
    cheek with a kiss. "Good night, little one."

    A week later, her father once again asked Jenny after
    her story, "Do you love me?" "Oh yes, Daddy, you know
    I love you."

    "Well, then, give me your pearls."

    "Oh, Daddy, not my pearls! But you can have Ribbons,
    my toy horse. Do you remember her? She's my favorite.
    Her hair is so soft, and you can play with it and
    braid it and everything. You can have Ribbons if you
    want her, Daddy," the little girl said to her father.

    "No, that's okay," her father said and brushed her
    cheek again with a kiss.

    "God bless you, little one. Sweet dreams."
    Several days later, when Jenny's father came in to
    read her a story, Jenny was sitting on her bed and her
    lip was trembling. "Here, Daddy," she said, and held
    out her hand.

    She opened it and her beloved pearl necklace was
    inside. She let it slip into her father's hand.
    With one hand her father held the plastic pearls and
    with the other he pulled out of his pocket a blue
    velvet box.

    Inside of the box were real, genuine, beautiful
    pearls. He had them all along. He was waiting for
    Jenny to give up the cheap stuff so he could give her
    the real thing.

    Give up the cheap things in our lives so that He can
    give us beautiful treasure. Isn't God good?

    Are you holding on to things which God wants you to let
    go of? Are you holding on to harmful or unnecessary
    partners,relationsh ips,habits and activities which you
    have become so attached to that it seems impossible to
    let go?



    Sometimes it is so hard to see what is in the other hand but do believe
    this one thing ............ ..

    God will never take away something without giving you something better in
    its place.

    MovingBlue

    637
    Age : 36
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  MovingBlue on Sun Apr 12, 2009 11:56 am

    “Kebahagiaan adalah momen keselarasan antara berpikir, bertutur kata, dan berperilaku”

    mamarose

    695
    Age : 38
    Lokasi : paradise
    03.04.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  mamarose on Sun Apr 12, 2009 3:01 pm

    #Usia bukanlah ukuran untuk menilai kedewasaan


    #Menjadi bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata adalah hal yang sulit

    #Menebar kasih dan slalu membawa damai adalah hal yang indah tuk dilakukan

    #Janganlah jadi duri dalam setiap tindakan, karena akan ada hati yang terluka

    #Jangan membakar suasana dan menjadi profokator karena orang takkan percaya lagi padamu

    keyla
    Special Guest

    1076
    Age : 37
    Lokasi : Ujung Dunia
    30.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  keyla on Sun Apr 12, 2009 3:15 pm

    segala sesuatu nggak bisa diramalkan apa yang akan terjadi esok atau beberapa jam yg akan datang.. kadang yang kita pikir akan baik malah menjadi buruk begitu sebaliknya

    Kadang kita berharap segala harapan dapat terwujud dengan mudah tanpa rintangan tapi tuhan nggak semudah itu memberikan.

    Segala sesuatu itu pasti penuh ujia

    angel in me

    57
    08.04.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  angel in me on Sun Apr 12, 2009 5:45 pm

    mamarose wrote:#Usia bukanlah ukuran untuk menilai kedewasaan


    #Menjadi bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata adalah hal yang sulit

    #Menebar kasih dan slalu membawa damai adalah hal yang indah tuk dilakukan

    #Janganlah jadi duri dalam setiap tindakan, karena akan ada hati yang terluka

    #Jangan membakar suasana dan menjadi profokator karena orang takkan percaya lagi padamu

    yups

    TORPEDO
    Moderator Entertainment

    1831
    Age : 42
    Lokasi : Bekasi
    20.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  TORPEDO on Sun Apr 12, 2009 7:38 pm

    mamarose wrote:#Usia bukanlah ukuran untuk menilai kedewasaan


    #Menjadi bijaksana dalam bertindak dan bertutur kata adalah hal yang sulit

    #Menebar kasih dan slalu membawa damai adalah hal yang indah tuk dilakukan

    #Janganlah jadi duri dalam setiap tindakan, karena akan ada hati yang terluka

    #Jangan membakar suasana dan menjadi profokator karena orang takkan percaya lagi padamu
    wew.... :xx4:

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  siongirl on Mon Oct 05, 2009 9:41 pm

    “Hampir 95 persen segala sesuatu yang Anda pikirkan dan rasakan adalah kebiasaan dan otomatis, ditentukan oleh perilaku-perilaku dan pengalaman-pengalaman di masa lalu”

    “Bangunlah sebuah sikap berterima kasih. Katakan “terima kasih” pada setiap orang untuk segala sesuatu yang mereka lakukan untuk Anda. Ini adalah investasi terhadap peluang jutaan dolar tanpa modal”

    “Orang-orang yang sehat dan bahagia adalah mereka yang menghadapi kenyataan-kenyataan hidup mereka secara langsung. Namun tidak berharap hal itu berubah secara langsung.”

    Sponsored content

    Re: Renungan sehari-hari

    Post  Sponsored content Today at 12:23 pm


      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 12:23 pm