Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bahasa hati

    Share

    kellyn

    123
    25.01.09

    Bahasa hati

    Post  kellyn on Thu Jun 24, 2010 10:40 am

    karena bukan di telingaku
    kau membisik
    namun di hatiku.
    karena bukan di bibirku
    kau mengecup
    namun di jiwaku

    (Judy Garland, Pekerja Seni)

    Apa yang menggerakan manusia. Jawabnya adalah hati. Pada setiap tubuh manusia, ada segumpal daging yang mengendalikan segala gerak-gerik serta sikapnya. Bagi orang Islam, tentu sudah seringkali mendengar petuah agama bahwa jika hati baik, maka keseluruhan tingkah polah manusia akan baik pula. Begitulah rumus kehidupan yang sudah sekian lama kita kenal. Dan, begitulah Tuhan menganugerahkan manusia memiliki hati untuk bisa menjadi manusia yang sebenarnya. Bisa merasakan setiap denyut dan nada kemanusiaan dalam kehidupan kesehariannya.

    Tapi rupanya-diakui atau tidak- kita sering melupakan harta yang kita miliki ini. Kita sering lupa bahwa kita punya hati. Akibatnya, kitapun sering tak menyadari betapa dalam kehidupan sekitar kita, terlampau banyak hati-hati yang tersakiti, dan kitapun hanya berdiam diri. Dalam bentuk apapun, ucapan yang menyakitkan, perilaku yang menyebalkan bahkan penindasan. Atau perilaku lain yang bisa menyesakkan sehingga dengan terpaksa mengatakan “orang itu tak punya hati”.

    Kalau sudah begini, derajat kemanusiaan seseorang patut diragukan. Secara fitrah hati itu mudah tersentuh ketika mata memandang ada ketidakadilan, ketika ada peristiwa yang menyayat kemanusiaan. Setelahnya, mata trenyuh, tangan mengulurkan bantuan kemanusiaan. Kalau belumlah bisa, mulut tergerak untuk mengucap kata-kata lembut agar seseorang berbesar hati atas cobaan kemanusiaan yang sedang melanda. Mengatakan bahwa inilah seninya hidup yang bukan melulu kita sesali, tapi perlu strategi mengadapinya. Begitulah....

    Memang, kondisi hati setiap manusia berbeda-beda. Dari perbedaan inilah kemudian memunculkan kharakter yang berbeda-beda dalam setiap diri manusia. Ada yang punya kharakter lembut, kasar, mudah marah, murah senyum dsb. Semua itu datangnya dari hati. Maka, selalu memoles hati itu perlu. Kita hiasi hati dengan beragam pernah pernik dan siraman penyejukkan. Banyak caranya, dengan merenungkan hakikat penciptaan manusia, hakikat alam sekitar dan menyadari untuk apa ia ada dimuka bumi ini. Sejenak meluangkan waktu untuk berkontlempasi itu perlu ditengah kesibukan kita mencari naskah, mencari ilmu atau mengejar mimpi-mimpi kita.

    Perlukah ini..?. Ooo, sangat perlu. Lihatlah betapa carut marutnya kehidupan ini. Semua orang berjuang untuk bisa mempertahankan hidup. Kalau tak ingat tentang keberadaan dirinya dimuka bumi ini dan fitrah hidupnya, bisa jadi ia akan berubah menjadi binatang. Bukan secara fisik, tapi segala sifat, kharakter, atau perilakunya. Memangsa sesama manusia. Mengerikan bukan. Maka sekali lagi memoles hati itu perlu. Pada akhirnya, kita akan hidup tenang dan damai dalam dunia ini dengan bahasa hati.

    Ya, bahasa hati. Inilah bahasa manusia sesungguhnya. Bahasa terdalam setiap manusia. Setiap kita bisa mengungkapkanya dalam berbagai hal dengan ucapan dan tindakan. Hanya orang yang lupa pada harta sejati saja yang tidak bisa. Ya....

    Bahasa hati adalah kejujuran
    Bahasa hati adalah ketulusan
    Bahasa hati adalah kesederhanaan
    Bahasa hati adalah kebenaran

    Adakah bahasa hati ini engkau miliki....

      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 12:50 am