Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Waspada Ketawa Bisa Menular

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Waspada Ketawa Bisa Menular

    Post  mayang.ungu on Thu Jun 24, 2010 2:47 pm

    Tidak hanya penyakit yang bisa menular, ternyata tertawa pun bisa menular. Hal itu disampaikan oleh ilmuwan inggris yang menemukan fakta bahwa tertawa merupakan sesuatu yang menular dan telah diindentifikasikan bagaimana otak manusia "terinfeksi" oleh rasa gembira ini. Seseorang yang mendengar suara tertawa atau suara lucu akan memicu respons area tertentu di otak yang mengaktifkan orang tersebut untuk tersenyum. 
    Dalam studi itu, pasien dimonitor respons otaknya dengan menggunakan MRI fungsional. Suara yang diperdengarkan dapat bersifat positif seperti tertawa atau sorakan gembira, dan juga suara negatif seperti mau muntah atau teriakan. Semua suara tersebut memicu respon di daerah korteks premotorik yang berhubungan dengan otot-otot wajah. Respons tersebut lebih besar jika yang didengar adalah suara positif dibandingkan suara negatif.



    Seseorang biasanya akan mengalami emosi positif dengan ikut tertawa atau bersorak gembira jika menonton komedi atau lelucon dalam kelompok besar. Respons otak yang secara otomatis membuat kita tertawa atau tersenyum merupakan tingkah laku meniru hal yang dilakukan oleh orang lain sehingga hal itu dapat membantu kita mengadakan interaksi sosial. Hal demikian dapat mempunyai peran penting dalam ikatan sesama individu dalam suatu kelompok.



      Waktu sekarang Fri Jan 20, 2017 2:11 am