Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hotel Terpung Pertama Di Indonesia

    Share

    daun.kuning

    268
    17.11.09

    Hotel Terpung Pertama Di Indonesia

    Post  daun.kuning on Sat Jun 26, 2010 5:16 pm

    Hotel terapung di Danau Maninjau menjadi ide besar alumnus Insitut Teknologi Bandung (ITB) Zukri Saad. Meskipun masuk dalam program lanjutan relokasi korban gempa Tanjung Sani, Kabupaten Agam, jika ada investor proyek ini bisa langsung dimulai.


    “Ini investasi yang menarik tentunya karena jika terwujud, akan menjadi hotel terapung pertama di dunia,” ujar Zukri Saad, Selasa, 25 Mei 2010.

    Menurut mantan Direktur Walhi ini, konsep hotel terapung ini tentunya akan menelan biaya besar. Biaya terbesar itu ada pada penempatan pelampung sebagai penopang bangunan yang ada di atas air.

    Satu pelampung untuk satu unit rumah terapung menghabiskan dana Rp 30juta. Dan jika pelampung tersebut dilakukan untuk membangun hotel, tentunya akan menghabiskan banyak pelampung sesuai dengan luas bangunan. Untuk mengintegarasikan antar-bangunan hotel, juga dibutuhkan pelampung untuk menopang jembatan.

    Hotel terapung ini juga dibangun dalam tiga kelas hunian dari deluxe hingga president suite. Hanya saja, ujar Zukri, konsep ini menjadi konsep berikutnya setelah rumah terapung bagi korban gempa terwujud.

    “Di lokasi hotel, tepatnya di tengah danau, akan kita bangun tempat pendaratan (landing) paralayang yang berukuran 60 x 60 meter,” katanya. Kawasan Danau Maninjau terkenal dengan olahraga paralayang yang berada di Puncak Lawang, sebuah pebukitan beberapa kilometer dari danau.

    Menurutnya konsep ini bisa dibagi antara masyarakat sekitar danau dengan investor. Dan hal ini, menurutnya, investasi menarik bagi para investor. Terkait masalah sanitasi, setiap bangunan akan dilengkapi bioseptic tank yang berada di kedalaman 4 meter di bawah permukaan air.

    Pengelolaan air limbah dilakukan dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menggunakan mikroba sehingga akan kembali normal sebagaimana kondisi air danau. “Bioseptic tank ini sekali lima tahun akan disedot sehingga ramah lingkungan,” katanya.

    Hal serupa juga akan diterapkan pada rumah terapung bagi 3.802 warga korban gempa di Tanjung Sani, Kabupaten Agam. Sebanyak 798 unit rumah terapung akan dibangun dengan biaya mencapai Rp 50 miliar. Biaya satu unit rumah ditaksir akan menghabiskan biaya Rp 68 juta—Rp 38 juta untuk material bangunan dan Rp 30 juta untuk pelampung.

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 10:37 pm