Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengungkap misteri vitamin B-12

    Share

    siongirl
    Admiral

    1846
    18.01.09

    Mengungkap misteri vitamin B-12

    Post  siongirl on Sun Jun 27, 2010 10:05 pm

    Selama puluhan tahun, para ilmuwan berlomba mengungkap misteri bagaimana organisme hidup memproduksi vitamin esensial B12. Pertanyaan itu akhirnya terjawab menggunakan segenggam pemutih pakaian dan bakteri tanah. Bahan yang biasa digunakan dalam eksperimen ilmiah seorang mahasiswa ini menjadi petunjuk utama misteri ini.

    Vitamin B12 amat penting bagi manusia. Anak-anak membutuhkan vitamin ini untuk membantu perkembangan normal otaknya. Di masa awal bumi terbentuk, vitamin B12 kemungkinan berfungsi sebagai katalisator reaksi, bahkan sebelum sel ada. Kini, seluruh binatang membutuhkan B12 untuk penyusunan DNA. Manusia yang tidak mampu membuat sendiri vitamin itu mengonsumsinya dari produk hewani atau makanan suplemen.

    Di sisi lain, binatang yang tidak makan produk dari hewan lainnya, mengambil nutrisi itu dari bakteri pencernaannya atau dari kotoran yang terinfeksi bakteri ini lewat tumbuhan yang dimakannya. Diperkirakan seperempat manula di atas 60 tahun di Massachusetts mengalami kesulitan menyerap vitamin B12. Padahal, kekurangan B12 bisa menyebabkan kerusakan syaraf, anemia, dan mudah lupa.

    Penelitian yang dipimpin Graham Walker, profesor di Howard Hughes Medical Institute berhasil menemukan bakteri mutan yang pertamakali diketahui, dengan cacat spesifik dalam gen yang terlibat dalam sintesis B12. Laporan penemuan itu dipublikasikan dalam edisi online Proceedings of the National Academy of Sciences, 20 Februari 2006.

    Para profesor di Howard Hughes adalah peneliti terkemuka yang menerima dana bantuan US$1 juta, atau sekitar Rp 9,26 miliar dari institut itu untuk menemukan cara menyampaikan betapa mengasyikkannya laboratorium riset ke dalam kelas sains mahasiswa.

    Penemuan genetik tim Walker ini diperoleh secara tak sengaja. Di awal 1980, Walter yang berusaha menarik perhatian mahasiswa biologinya, menambahkan sesendok larutan pemutih baju ke atas cawan petri. Larutan itu membuat bakteri simbiotik yang dipelajarinya berkilauan di bawah sinar ultraviolet. Sama seperti zat aditif itu membuat pakaian lebih cerah ketika terkena cahaya matahari.

    Trik yang amat populer ini ternyata berguna dalam proses pengungkapan misteri B12. Ketika itu, peneliti tengah menyelidiki bagaimana bentuk bakteri simbiotik yang menginvasi bintil akar alfalfa yang menyuplai nitrogen bagi tumbuhan dan makanan untuk bakteri ini.

    Namun ada beberapa bakteri dalam cawan petri yang tidak menyala. Titik gelap ini ternyata koloni bakteri yang kehilangan gen inti yang bertanggung jawab mengkonstruksi dan memasuki bintil akar tanaman. Dengan menganalisa berbagai mutasi ini, para ilmuwan dapat melacak secara detil bagaimana bakteri menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.

      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 5:19 am