Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Fenomena Mirip

    Share

    lily.putih

    120
    Age : 37
    10.08.09

    Fenomena Mirip

    Post  lily.putih on Thu Jul 01, 2010 4:02 pm


    Fenomena Mirip

    Seiring waktu, pasangan akan semakin mirip satu dengan lain. Semakin merasa merasa bahagia, maka mereka semakin besar kemungkinan memiliki kemiripan fisik. Demikian hasil penelitian yang dilakukan psikolog Robert Zajonc dari Universitas Michigan seperti dilansir Livescience.com, baru-baru ini.

    Zajonc melakukan percobaan, guna menguji fenomena tentang pasangan hidup yang semakin lama wajahnya makin mirip satu sama lain. Ia menganalisa foto-foto pasangan ketika baru menikah dan foto-foto 25 tahun kemudian. Zajonc memperkirakan, pasangan yang sudah tua tampak lebih mirip karena orang akan meniru ekspresi wajah teman hidupnya.

    "Dengan kata lain, jika pasangan Anda memiliki selera humor yang baik dan banyak tertawa, maka dia akan mengembangkan garis tawa di sekitar mulut mereka. Begitu juga pasangannya," kata Zajonc. "Bukti lain juga menunjukkan, laki-laki dan perempuan kemungkinan awalnya tertarik dengan seseorang yang memiliki kepribadian sama."

    Pada 2006, dalam sebuah studi, ilmuwan di Universitas Liverpool meminta sukarelawan untuk memandangi potret laki-laki dan perempuan lalu menilai kepribadian orang di foto tersebut. Para peserta tidak tahu sosok mana pasangan hidup di foto-foto itu, tapi pasangan yang paling lama hidup bersama paling banyak dinilai punya kepribadian serupa.

    Para peneliti menyimpulkan, memiliki sifat-sifat kepribadian yang menarik mungkin ada korelasinya dengan membuat wajah terlihat menarik. Dalam sebuah penelitian tentang anak kembar, ilmuwan dari Universitas Western Ontario menemukan bahwa peserta penelitian cenderung memilih mitra dengan gen yang sama; pasangan hidup dari masing-masing kembar identik punya kemiripan yang lebih tinggi dibandingkan pasangan dari kembar non-identik.

      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:07 pm