Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Cairan Vagina Berbau Tak Sedap

    Share
    avatar
    via

    863
    04.03.09

    Cairan Vagina Berbau Tak Sedap

    Post  via on Sat Jul 03, 2010 12:07 pm

    Cairan Vagina Berbau Tak Sedap

    Sebetulnya, vagina dalam keadaan terangsang memang akan mengeluarkan mukus atau lendir, fungsinya sebagai pelumas untuk mempermudah penetrasi penis agar lebih mudah masuk ke dalam vagina. Karena kalau tidak licin/diberi pelumas, yang ada malah iritasi dan rasa nyeri.

    Tapi kalau cairan tersebut berbau tidak sedap (bukan bau normal mukus vagina), kemungkinan ada infeksi jamur. Jika mukusnya sampai berwarna hijau, berarti infeksinya sudah cukup parah. Tapi kalau masih putih atau putih kekuning-kuningan, masih belum terlalu parah. Namun bukan berarti tidak perlu diobati, karena jika didiamkan bisa bertambah parah infeksinya. Dan infeksi vagina bisa mempengaruhi kesehatan saluran kencing dan juga rahim.

    Anda harus memberanikan diri datang ke dokter ginekologi. Kalau sungkan dengan dokter pria, carilah dokter wanita. Yang penting penyakitnya harus segera diobati. Kalau tidak diobati, maka infeksi tersebut tidak akan hilang. Untuk mengurangi tingkat keparahan selama masa penyembuhan (dan juga setelahnya untuk mencegah infeksi datang kembali) setiap kali habis berhubungan intim dengan suami, segera membersihkan daerah vagina Anda, dan gunakan air hangat suam kuku untuk membersihkannya. Anda boleh menggunakan sabun pembersih kewanitaan tapi tidak boleh terlalu sering karena kadang-kadang bisa memancing sekresi mukus juga. Yang pasti, rajin menggunakan dan mengganti pantyliner agar daerah vagina Anda selalu kering, dan setiap kali buang air kecil dan besar keringkan daerah vagina Anda dengan baik, jangan sampai lembab. Ganti pantyliner setidaknya tiga jam sekali, jangan dipakai seharian.

      Waktu sekarang Wed Aug 23, 2017 11:10 am