Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Selaput Dara vs Virginitas

    Share
    avatar
    flade

    948
    23.09.09

    Selaput Dara vs Virginitas

    Post  flade on Wed Jul 07, 2010 1:12 pm

    Selaput Dara vs Virginitas


    Ada beberapa detil penting yang harus anda ketahui tentang virginitas berkaitan dengan selaput dara. (penting diketahui untuk laki-laki)

    Selaput dara hanyalah suatu selaput yang sebetulnya pun bentuknya tidaklah tertutup rapat tanpa lubang, karena seorang wanita harus mengeluarkan darah mens-nya tiap bulan secara rutin, dan bagaimana secara logika dia harus mengeluarkan darah mens jika dia memiliki selaput yang tertutup rapat?

    Selain itu, tiap orang memiliki ketebalan selaput dara yang berbeda-beda. Ada yang begitu tebal sehingga pada malam pertama berhubungan (dan mungkin beberapa malam berikutnya) selaput dara ini tidak langsung terkoyak. Ada juga yang sangat tipis yang kadang karena gerakan tertentu (olahraga, atau karena jatuh) selaput daranya sudah koyak.


    Yang harus anda tanyakan kembali pada diri anda adalah, apakah pantas menilai virginitas (dan selanjutnya dosa) seseorang berdasarkan selaput dara yang sebetulnya saat ini (mengingat aktivitas perempuan masa kini yang cenderung aktif dan sporty) sudah tidak relevan lagi dibicarakan? Atau, kalaupun misalnya anda bertemu dengan seseorang yang sangat cocok dengan hati anda, yang terbaik dari yang pernah Ananda temui dalam hidup anda, namun di sisi lain orang tersebut sudah tidak 'virgin', maka akankah dengan mudah anda mengesampingkan perasaan terhadap wanita tersebut?

    Bukan ingin bermaksud membela mereka yang sudah tidak virgin, tetapi selaput dara bukanlah satu-satunya parameter virginitas seseorang (apalagi dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi di atas). Jika anda berharap menemukan seseorang yang mampu menjaga kesuciannya (ingat, kesucian tidak identik dengan keperawanan, anda yang sebagai laki-laki harus bisa memahami hal ini), anda mesti tahu dimana anda musti 'mencari' wanita tersebut. Saat ini tetap masih banyak wanita yang mampu menjaga kesuciannya dan menjaga pergaulannya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang nista, dan hati nurani anda tentunya akan mampu melihat perbedaannya.

    Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah selaput dara seseorang telah koyak atau tidak adalah melalui pemeriksaan dokter (dokter kandungan) atau bidan. Tapi apakah selaput dara yang koyak berarti orang tersebut sudah tidak virgin lagi? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Dan etiskah (dan juga tegakah) Anda meminta orang yang Anda kasihi untuk memeriksakan diri ke dokter hanya sekedar ingin tahu apakah selaput daranya utuh atau tidak? Pertanyaan ini silakan anda pikirkan dengan baik-baik.


      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 1:43 pm