Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Selaput Dara vs Virginitas

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Selaput Dara vs Virginitas

    Post  flade on Wed Jul 07, 2010 1:12 pm

    Selaput Dara vs Virginitas


    Ada beberapa detil penting yang harus anda ketahui tentang virginitas berkaitan dengan selaput dara. (penting diketahui untuk laki-laki)

    Selaput dara hanyalah suatu selaput yang sebetulnya pun bentuknya tidaklah tertutup rapat tanpa lubang, karena seorang wanita harus mengeluarkan darah mens-nya tiap bulan secara rutin, dan bagaimana secara logika dia harus mengeluarkan darah mens jika dia memiliki selaput yang tertutup rapat?

    Selain itu, tiap orang memiliki ketebalan selaput dara yang berbeda-beda. Ada yang begitu tebal sehingga pada malam pertama berhubungan (dan mungkin beberapa malam berikutnya) selaput dara ini tidak langsung terkoyak. Ada juga yang sangat tipis yang kadang karena gerakan tertentu (olahraga, atau karena jatuh) selaput daranya sudah koyak.


    Yang harus anda tanyakan kembali pada diri anda adalah, apakah pantas menilai virginitas (dan selanjutnya dosa) seseorang berdasarkan selaput dara yang sebetulnya saat ini (mengingat aktivitas perempuan masa kini yang cenderung aktif dan sporty) sudah tidak relevan lagi dibicarakan? Atau, kalaupun misalnya anda bertemu dengan seseorang yang sangat cocok dengan hati anda, yang terbaik dari yang pernah Ananda temui dalam hidup anda, namun di sisi lain orang tersebut sudah tidak 'virgin', maka akankah dengan mudah anda mengesampingkan perasaan terhadap wanita tersebut?

    Bukan ingin bermaksud membela mereka yang sudah tidak virgin, tetapi selaput dara bukanlah satu-satunya parameter virginitas seseorang (apalagi dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi di atas). Jika anda berharap menemukan seseorang yang mampu menjaga kesuciannya (ingat, kesucian tidak identik dengan keperawanan, anda yang sebagai laki-laki harus bisa memahami hal ini), anda mesti tahu dimana anda musti 'mencari' wanita tersebut. Saat ini tetap masih banyak wanita yang mampu menjaga kesuciannya dan menjaga pergaulannya agar tidak terjerumus pada hal-hal yang nista, dan hati nurani anda tentunya akan mampu melihat perbedaannya.

    Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah selaput dara seseorang telah koyak atau tidak adalah melalui pemeriksaan dokter (dokter kandungan) atau bidan. Tapi apakah selaput dara yang koyak berarti orang tersebut sudah tidak virgin lagi? Hanya dia dan Tuhan yang tahu. Dan etiskah (dan juga tegakah) Anda meminta orang yang Anda kasihi untuk memeriksakan diri ke dokter hanya sekedar ingin tahu apakah selaput daranya utuh atau tidak? Pertanyaan ini silakan anda pikirkan dengan baik-baik.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:49 pm