Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengapa Banyak Orang Stres Gara-gara Uang

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Mengapa Banyak Orang Stres Gara-gara Uang

    Post  via on Fri Jul 09, 2010 4:38 pm

    Mengapa Banyak Orang Stres Gara-gara Uang

    Mereka yang memiliki masalah keuangan biasanya mudah depresi





    Masalah finansial adalah salah satu sumber gangguan kesehatan bagi sebagian besar orang dewasa. Sebanyak 9 dari 10 orang mengaku problema finansial mempengaruhi kondisi mental dan fisik mereka.

    Gejala-gejala yang diderita semua kelompok umur dan sosial ekonomi menunjukkan persamaan, mulai dari kecemasan, kenaikan berat badan, depresi, insomnia, palpitasi, hilangnya rasa humor, penurunan gairah seks, hingga gangguan pencernaan.

    Survei perusahaan asuransi AXA mengungkapkan, 63 persen orang yang mengalami kesulitan keuangan menjadi stres selama 12 bulan terakhir. Bahkan, orang yang bekerja di puncak karier, seperti manajer, mengalaminya. Sebanyak 21 persen top manajer tertekan akibat finansial daripada pekerja (9 persen).

    Pakar kesehatan mental Dr Roger Henderson mengidentifikasi hal ini sebagai sindrom Money Sickness Syndrom (MMS). "Hampir dua pertiga orang mengalami stres dengan kondisi keuangan mereka, terutama akibat biaya hidup tinggi, tagihan dan pembayaran utang," katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

    Untuk mengatasi stres, banyak penderita yang kemudian beralih menjadi pecandu minuman, merokok, atau makan berlebihan. Sebanyak 18 persen orang makan berlebih untuk mengatasi rasa frustasi, sedangkan hanya empat persen yang mencari pertolongan dokter.

    Studi menemukan, tingkat stres yang dialami wanita lebih berat daripada yang dirasakan pria.
    Beberapa akibat masalah keuangan di antaranya:
    - Kecemasan: 47 persen wanita dan 29 persen pria
    - Kelebihan berat badan: 28 persen wanita, 19 persen pria
    - Kehilangan konsentrasi: 25 persen wanita, 16 persen pria
    - Depresi: 25 persen wanita, 19 persen pria
    - Insomnia: 24 persen wanita, 16 persen pria
    - Kelelahan terus menerus: 23 persen wanita, 13 persen pria
    - Merasa tak dapat mengendalikan diri: 19 persen wanita, 10 persen pria

    Dr Henderson memperingatkan, mengontrol gejala stres dan mencari pemecahannya akan berdampak lebih baik bagi kesehatan. Penanganan keuangan yang lebih rasional dan akses dari konsultan dapat mencegah kekhawatiran karena tidak mampu mengendalikan kondisi finansial pribadi.

      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 6:56 pm