Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Qori, Sang Pejuang Kucing

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Qori, Sang Pejuang Kucing

    Post  via on Sat Jul 10, 2010 9:54 am

    Qori, Sang Pejuang Kucing

    Jakarta: Sebagian orang sering merasa jijik atau bahkan mengusirnya jauh-jauh jika melihat kucing liar di jalanan, apalagi dalam keadaan sakit. Namun, berbeda dengan apa yang dilakukan seorang ibu di Bekasi, Jawa Barat. Qori memiliki kepedulian yang sangat tinggi akan keberadaan kucing-kucing liar.


    Seperti yang dilakukan Qori di Stasiun Klender, Jakarta Timur. Satu- persatu ia mendatangi kucing-kucing liar dan memberinya ikan asin. Perhatian Qori tak sebatas memberikan makan saja. Jika salah satu kucingnya sakit ia dengan penuh kasih sayang akan membawanya ke rumah sakit.

    Dalam perbincangannya dengan SCTV, Sabtu (10/7), mulanya Qori yang memang penyuka binatang sering merasa iba jika melihat kucing liar di jalanan. Apalagi ia juga sering melihat orang memperlakukan kucing tak layak, seperti disiram dengan minyak panas.

    "Kucing tersebut awalnya dipelihara di rumah. Tapi karena orang yang memeliharanya tak bertanggungjawab kucing dibuang ke jalan dan populasinya terus bertambah," kata Qori.

    Di rumahnya Qori merawat 24 ekor kucing. Kucing-kucing ini awalnya sangat tidak terurus, bulunya rontok, kurus kering atau kakinya pincang karena tertabrak kendaraan. Tapi berkat kesabarannya Qori berhasil mengubahnya menjadi kucing-kucing cantik dan menjuarai kontes.

    Perhatian dan kasih sayang Qori tak sebatas itu, bersama teman-temannya ia mendirikan komunitas peduli kucing. Komunitas ini didirikan 13 Januari 2010. Jumlah anggotanya, menurut catatan situs jejaring sosial Facebook sudah mencapai 500 orang.

    Komunitas ini selain menyelamatkan kucing, juga memberikan pendidikan kepada pemilik bahwa saat memelihara mereka harus bertanggungjawab dengan peliharaannya. "Harus menerima sebagai bagian dari keluarga, bukan binatang," katanya. "Usia kucing bisa mencapai 20 tahun," imbuhnya.

    Dengan sikap seperti itu Qori mungkin layak disebut sang pejuang kucing. Meski tak sedikit pula celaan yang harus diterima Qori atas kepeduliannya merawat kucing.

    Sementara itu, Umi, pemelihara kucing, memberi tips bagaimana memelihara hewan itu. Setelah berkonsultasi dengan pakar kucing, Umi memperoleh pelajaran, yakni sebaiknya kucing mendapat perawatan setiap hari supaya sehat. "Dimandikan dan disisir," kata Umi.

    Karena kegemarannya memelihara kucing, Umi sering mengikutsertakan binatang peliharaannya mengikuti kontes hingga ke Borneo, dan Malaysia. Menurut dia, sebelum ikut kontes kucing harus memiliki sertifikat untuk mengetahui silsilah hewan tersebut.

    Dua bulan sebelum perlombaan kucing dirawat dan diberi vitamin, serta dilatih bermain. "Juri biasanya melihat kucing itu aktif atau tidak. Kemudian mulutnya dibuka, diperiksa giginya, diteliti jarak telinganya sempurna atau tidak," katanya.

      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 3:21 am