Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    MENDENGAR YANG TIDAK BISA DIDENGAR

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    MENDENGAR YANG TIDAK BISA DIDENGAR

    Post  pravda on Fri Jul 23, 2010 9:49 am

    MENDENGAR YANG TIDAK BISA DIDENGAR

    Adalah Raja Zhao yang memerintah sebuah kerajaan di abad ketiga, mengirim putranya pangeran Chao Chan untuk berguru pada Pan Ku agar kelak menjadi pemimpin besar pengganti ayahnya. Pan Ku membawa Cau Chan untuk tinggal satu bulan ditengah hutan. untuk belajar mendengar suara alam.

    Satu bulan kemudian Pan Ku datang menjenguk sang pangeran di dalam hutan dan bertanya: "Katakanlah, selama sebulan di hutan ini suara apa saja yang sudah kau dengar?"

    "Guru," jawab pangeran, "Saya telah mendengar suara kokok ayam hutan, jangkrik mengerik, lebah mendengung, burung berkicau, serigala melolong...." dan masih banyak suara-suara lainnya yang disebutkan oleh Chao Chan.

    PanKu merasa kecewa, dan meminta pangeran tinggal lebih lama didalam hutan untuk dapat mendengar lebih tajam. Sang pangeran tak habis mengerti dan termenung apa yang dimaksud sang guru..

    Pada hari ketiga menjelang matahari terbit, Chao Chan bangun dari tidurnya kemudian duduk bersila di rerumputan dan mulailah bermeditasi. Dia mencoba melepaskan panca inderanya dan mendengar dengan hatinya.

    Dalam kesunyian itulah sayup-sayup Chao Chan mendengar suara yang benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Semakin lama suara itu semakin jelas, dan saat itulah Chao Chan mengalami pencerahan. "Pasti inilah suara-suara yang dimaksud guru." teriaknya dalam hati.

    Akhirnya tanpa menunggu Pan Ku datang mengunjunginya, sang pangeran bergegas kembali ke kuil untuk melaporkan temuannya.

    "Guru", ujarnya "Ketika saya membuka telinga dan hati saya lebar-lebar, saya dapat mendengar hal-hal yang tak terdengar seperti suara bunga merekah, suara matahari yang memanaskan bumi dan suara rumput minum embun pagi."

    Pan Ku tersenyum lega seraya manggut-manggut mengiyakan, lalu katanya: "Mampu mendengarkan suara yang tak terdengar adalah pelajaran wajib yang paling penting bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin yang baik."

    "Karena, baru setelah seseorang mampu mendengar suara hati pengikutnya, mendengar perasaan yang tidak ter-ekspresikan, kesakitan yang tak terungkapkan, keluhan yang tidak diucapkan, maka barulah seorang pemimpin akan paham betul apa yang harus dilakukannya.

    Sahabat...

    Hiruk pikuknya perusahaan, perkembangan jaman yang begitu cepat dan masalah yang sangat komplek sering kali membuat kita panik.. sehingga kita lupa MENDENGAR YANG SEHARUSNYA KITA DENGAR...

    Seorang pemimpin akan menjadi berbahaya bila dia sudah kehilangan sentuhan hati nurani, kepedulian kepada lingkungan sekitar dan tidak bisa membaca tanda jaman. dia hanya menjadi seorang pemimpin yang egois dan mementingkan diri sendiri...

    Semoga Bermanfaat..

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:56 am