Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik

    Share
    avatar
    chaniago

    147
    07.06.10

    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik

    Post  chaniago on Mon Aug 02, 2010 8:44 am

    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik


    Liputan6.com, Cianjur: Program Gerakan Multiaktivitas Agrobisnis (Gemar) mengubah penghasilan para petani teh di Kampung Margasari, Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan pengolahan urin untuk dijadikan pupuk organik menjadi pekerjaan sampingan mereka. yaitu kami mendapatkan program kegiatan integrasi antara tanaman pohon dengan ternak," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Karmawan saat ditemui SCTV, belum lama ini.

    Karmawan berkoordinasi dengan teman-teman membuat SW, pupuk organik cair. Yang perlu disiapkan dalam prosesnya yakni kandang, plastik, dan jaring. Plastik dalam prosesnya berfungsi memisahkan kotoran urin. Sementara kotoran padat dipisahkan dengan jaring. "Nanti bisa terpisah antara kotoran padat dengan urin," jelas Karmawan.

    Selanjutnya urin yang sudah dipisahkan dibawa ke alat pemroses urin. Campur urin dengan aktivator dengan komposisi satu banding sembilan. Setelah itu, menurut Karmawan, alat pemroses ditutup dan didiamkan selama 25 hari. Setelah itu urin dimasukkan dalam jeriken berukuran 20 liter untuk dikemas.

    Karmawan berharap ada penelitian lebih lanjut tentang pupuk urin. Tujuannya agar pupuk urin dapat diproduksi lebih banyak. "Sehingga pemasaran lebih luas dan ke depan bisa meningkatkan pendapatan petani," tutur Karmawan. Dengan SW pemberian pupuk lebih efisien. "Yang biasanya dua minggu sekali, ini bisa dua bulan sekali," tambah Karmawan.

    Setali tiga uang dengan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur Dedi Suherdi. Ia memuji kemajuan yang dicapai para petani sejauh ini. "Dahulunya untuk kepentingan sendiri, sekarang sudah dikemas dan siap dipasarkan," imbuh Dedi

      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 10:05 am