Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik

    Share

    chaniago

    147
    07.06.10

    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik

    Post  chaniago on Mon Aug 02, 2010 8:44 am

    Bertani Sambil Membuat Pupuk Organik


    Liputan6.com, Cianjur: Program Gerakan Multiaktivitas Agrobisnis (Gemar) mengubah penghasilan para petani teh di Kampung Margasari, Cianjur, Jawa Barat. Kegiatan pengolahan urin untuk dijadikan pupuk organik menjadi pekerjaan sampingan mereka. yaitu kami mendapatkan program kegiatan integrasi antara tanaman pohon dengan ternak," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Karmawan saat ditemui SCTV, belum lama ini.

    Karmawan berkoordinasi dengan teman-teman membuat SW, pupuk organik cair. Yang perlu disiapkan dalam prosesnya yakni kandang, plastik, dan jaring. Plastik dalam prosesnya berfungsi memisahkan kotoran urin. Sementara kotoran padat dipisahkan dengan jaring. "Nanti bisa terpisah antara kotoran padat dengan urin," jelas Karmawan.

    Selanjutnya urin yang sudah dipisahkan dibawa ke alat pemroses urin. Campur urin dengan aktivator dengan komposisi satu banding sembilan. Setelah itu, menurut Karmawan, alat pemroses ditutup dan didiamkan selama 25 hari. Setelah itu urin dimasukkan dalam jeriken berukuran 20 liter untuk dikemas.

    Karmawan berharap ada penelitian lebih lanjut tentang pupuk urin. Tujuannya agar pupuk urin dapat diproduksi lebih banyak. "Sehingga pemasaran lebih luas dan ke depan bisa meningkatkan pendapatan petani," tutur Karmawan. Dengan SW pemberian pupuk lebih efisien. "Yang biasanya dua minggu sekali, ini bisa dua bulan sekali," tambah Karmawan.

    Setali tiga uang dengan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cianjur Dedi Suherdi. Ia memuji kemajuan yang dicapai para petani sejauh ini. "Dahulunya untuk kepentingan sendiri, sekarang sudah dikemas dan siap dipasarkan," imbuh Dedi

      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:27 am