Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kehebatan Racun Ulat Bulu

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Kehebatan Racun Ulat Bulu

    Post  mayang.ungu on Sun Aug 29, 2010 12:41 am



    Lonomia Obliqua

    Pertama kali pers internasional tertarik dengan Lonomia ini saat epidemi terjadi di komunitas agraria Rio Grande du Sol, Brazil. Pihak medis yang bingung pada awalnya setelah mereka menerima jumlah pasien dengan gejala yang sama yaitu hematoma dan gangren gejala menyebar di seluruh tubuh, akhirnya menyebabkan pendarahan dan kebocoran darah ke otak serta, dalam beberapa kasus menyebabkan kematian.

    Gigitan ular, lipan bahkan tarantula diduga sebagai penyebab awal, tetapi tidak jelasnya bekas gigitan yang bisa ditemukan di tubuh pasien dan tidak ada pasien yang dilaporkan diserang atau digigit oleh salah satu dari banyaknya reptil berbisa atau serangga di hutan. Tapi muncul gambaran penyebabnya, bahwa dari beberapa orang pasien yang melaporkan awal mulanya mereka hanya memangkas beberapa cabang rimbun untuk membuat jalan, atau untuk mengumpulkan kayu bakar dan membuat tempat berlindung. Dokter yang menangani kasus ini dengan hati-hati mengeksplorasi wilayah yang telah disebutkan. Dan hanya satu makhluk yang dapat ditemui , Ulat bulu Lonomia Obliqua... ! Statistik yang lebih baru mengungkapkan sebanyak 500 orang atau lebih telah meninggal sebagai akibat dari bersentuhan dengan Lonomia.



    l


    Deskripsi :

    Memiliki panjang rata-rata 53,5 mm , sangat berduri, bertubuh tebal, biasanya berwarna cokelat kehijauan, gelap-coklat sampai kehitam-hitaman hingga bagian kepala. Saat baru menetas berwarna hijau muda , hijau pucat. Sedangkan saat menjadi kepompong, agak berbentuk seperti gentong, biasanya kepompong ini terletak pada batang tanaman atau daun. Saat dewasa atau setelah berubah menjadi kupu-kupu memiliki warna dan corak cokelat muda pucat dan kurang menarik. Saat kupu-kupu lonomia beristirahat atau melipat sebagian sayap nya sangat mirip dengan daun mati, memiliki garis gelap yang membedakan antara tubuh dan garis dari bagian sayap.





    Habitat
    :
    Ulat ini ditemukan di beberapa jenis pohon & semak berkayu (paling aktif makan pada daun pada malam hari, berkumpul dalam kelompok-kelompok berjumlah besar di batang dan cabang rendah pada siang hari). Spesies ini terutama (mungkin hanya) ditemukan di Brasil selatan.

    Ulat ini aktif dimalam hari memakan daun semak berkayu tertentu. Mereka berkumpul & tetap aktif, berkerumun pada batang atau cabang yang lebih rendah pada tanaman yang sama, di siang hari. Badan ulat ini dilindungi kulit berduri bercabang, kuat, tajam, dan duri yang berongga.






    Kehebatan racun :
    Dalam 29 kasus yang diamati di Brazil bagian Utara, antara tahun 1978-1982, tingkat kematian mencapai lebih dari 38%, dan dari 60 kasus yang diteliti di Brazil Selatan antara tahun 1989 dan 1991, empat orang dinyatakan meninggal diakibatkan sengatan duri dari ulat bulu ini.

    Saat kulit korban melakukan kontak dengan toksin dari ulat ini beberapa hal yang terjadi adalah racun dari Lonomia ini menyebabkan reaksi kulit yang sederhana, infeksi kulit, luka bakar, alergi, dan pendarahan umum, hingga gagal ginjal dan dapat menyebabkan kematian dalam kasus-kasus terburuk (Duarte, 1990).

    Kandungan racunnya dalam ukuran LD 50 ( Lethal Dose ) atau dosis mematikan memang terendah dalam ukuran toksin.




    Sangat ampuh sekali racun yang terkandung dari sengatan ulat bulu ini, selain anticoagulant, pro-coagulant, beberapa faktor tambahan yang mempengaruhi pembekuan darah. kontak langsung dengan duri ulat Lonomia obliqua biasanya menyebabkan rasa panas langsung, dan dalam beberapa jam menyebabkan ketidaknyamanan, badan mengalami kelemahan, sakit kepala, dan pendarahan eksternal juga internal berbagai bahkan jika anda memiliki luka lama atau bekas operasi yang belum sembuh resiko terbukanya kembali luka sebagian. Gagal ginjal akut (ARF) atau pendarahan otak yang menyebabkan kematian manusia .






    Yang menarik lagi mungkin kandungan racunnya yang merupakan anticoagulant yang merupakan zat anti pembekuan darah.( memang sih anticoagulant ini baik untuk pengobatan.....tapi dengan dosis sedikit lebih mungkin efek yang ditimbulkan adalah mual, pusing, muntah, keringat keluar berlebihan, kesulitan bernafas hingga shock akibat jatuhnya tekanan darah hingga membawa kefatalan.

    Sedangkan kontak dengan ulat bulu ini sering sekali sulit dihindari, meski anda warga lokal karena kamuflase ulat ini...jadi saran saya seandainya anda berkunjung ke Brazil hindarilah bersandar dipohon apalagi merangkul pohon sambil bernyanyi seperti di film -film India...

    Kalau tidak mungkin anda bisa bernasib seperti ini..

    [CENTER]





    Sumber : mbahware.blogs

      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 1:42 pm