Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Share

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Post  bocahnakal on Thu Sep 02, 2010 10:24 am

    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng


    Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan.

    Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

    " Pada tahun 2003 saya bertemu dengan masyarakat sekitar gunung yang sedang melakukan ritual.naik haji di gunung Bawakareang. Banyak orang di sekitar gunung menganggap bahwa Bawakaraeng adalah tempat untuk naik haji".kata Ipung (25), salah sorang pendaki asal Makassar saat ditemui HIMPALAUNAS.COM di Jakarta pada Jumat (30/7).

    Ia mengatakan saat itu dirinya dan temannya sedang mendaki ke puncak dan bertemu di sekitar pos 10, dan dia harus naik ke batu yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.

    "Menurut kepercayaan mereka,saat mencapai punacak gunung tersebut berarti mereka telah menunaikan ibadah haji,makanya muncul pemahaman bahwa ada istilah ahji bawakaraeng," ujarnya.

    Namun saat ini kerpercayaan naik ke k puncak gunung Bawakaraeng sebagai ibadah haji tersebut telah bergeser dan sudah hampir hilang.

    "Saat ini kepercayaan tersebut sudah mulai bergeser, mungkin karena pergeseran disebabkan pemahaman terhadap agama Islam," lanjut Ipung.

    Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.

    Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

    Kepercayaan tersebut memang kontroversial mengingat Islam tidak pernah mengajarkan untuk naik haji di gunung Bawakaraeng, namun itulah budaya, begitu bermacam-macam sehingga sulit untuk dikatakan apakah itu benar atau salah

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Re: Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Post  bocahnakal on Thu Sep 02, 2010 10:25 am

    Keindahan Gunung Bawakaraeng

    Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

    Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

    Pada tanggal 26 Mei 2004, terjadi tragedi longsor di kaki Gunung Bawakaraeng, tepatnya di Kecamatan Tinggimoncong. Musibah longsor ini menewaskan 30 warga dan menimbum ribuan areal sawah dan perkebunan.

    Eks wilayah longsor tersebut mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) menjadi labil. Setiap musim hujan,

      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 10:56 am