Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Today at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Share

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Post  bocahnakal on Thu Sep 02, 2010 10:24 am

    Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng


    Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan.

    Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

    " Pada tahun 2003 saya bertemu dengan masyarakat sekitar gunung yang sedang melakukan ritual.naik haji di gunung Bawakareang. Banyak orang di sekitar gunung menganggap bahwa Bawakaraeng adalah tempat untuk naik haji".kata Ipung (25), salah sorang pendaki asal Makassar saat ditemui HIMPALAUNAS.COM di Jakarta pada Jumat (30/7).

    Ia mengatakan saat itu dirinya dan temannya sedang mendaki ke puncak dan bertemu di sekitar pos 10, dan dia harus naik ke batu yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.

    "Menurut kepercayaan mereka,saat mencapai punacak gunung tersebut berarti mereka telah menunaikan ibadah haji,makanya muncul pemahaman bahwa ada istilah ahji bawakaraeng," ujarnya.

    Namun saat ini kerpercayaan naik ke k puncak gunung Bawakaraeng sebagai ibadah haji tersebut telah bergeser dan sudah hampir hilang.

    "Saat ini kepercayaan tersebut sudah mulai bergeser, mungkin karena pergeseran disebabkan pemahaman terhadap agama Islam," lanjut Ipung.

    Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.

    Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

    Kepercayaan tersebut memang kontroversial mengingat Islam tidak pernah mengajarkan untuk naik haji di gunung Bawakaraeng, namun itulah budaya, begitu bermacam-macam sehingga sulit untuk dikatakan apakah itu benar atau salah

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Re: Mitos Naik Haji di Gunung Bawakaraeng

    Post  bocahnakal on Thu Sep 02, 2010 10:25 am

    Keindahan Gunung Bawakaraeng

    Gunung Bawakaraeng berada di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat wilayah ketinggian, Malino, tempat wisata terkenal di Sulawesi Selatan. Secara ekologis gunung ini memiliki posisi penting karena menjadi sumber penyimpan air untuk Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai.

    Bawakaraeng bagi masyarakat sekitar memiliki arti sendiri. Bawa artinya Mulut, Karaeng artinya Tuhan. Jadi Gunung Bawakaraeng diartikan sebagai Gunung Mulut Tuhan.Penganut sinkretisme di wilayah sekitar gunung ini meyakini Gunung Bawakaraeng sebagai tempat pertemuan para wali. Para penganut keyakinan ini juga menjalankan ibadah haji di puncak Gunung Bawakaraeng setiap musim haji atau bulan Zulhijjah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Tepat tanggal 10 Zulhijjah, mereka melakukan salat Idul Adha di puncak Gunung Bawakaraeng atau di puncak Gunung Lompobattang.

    Pada tanggal 26 Mei 2004, terjadi tragedi longsor di kaki Gunung Bawakaraeng, tepatnya di Kecamatan Tinggimoncong. Musibah longsor ini menewaskan 30 warga dan menimbum ribuan areal sawah dan perkebunan.

    Eks wilayah longsor tersebut mengakibatkan daerah aliran sungai (DAS) menjadi labil. Setiap musim hujan,

      Waktu sekarang Tue Jan 24, 2017 6:11 pm