Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengeluarkan Ginjal Melalui Vagina

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Mengeluarkan Ginjal Melalui Vagina

    Post  via on Tue Sep 07, 2010 8:18 am

    Teknik Mengeluarkan Ginjal Melalui Vagina


    Operasi pengambilan ginjal pendonor biasanya melalui pembedahan di perut. Tapi pada Januari 2009, Johns Hopkins Medical Center untuk pertama kalinya melakukan pemindahan ginjal pendonor melalui vagina.

    "Ginjal tersebut telah berhasil diangkat dan dipindahkan kepada ponakannya sebagai orang yang menerima donor, dan kedua pasien ini dalam kondisi baik-baik saja," ujar Dr Robert Montgomery, kepala operasi transplantasi di John Hopkins, seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/9/2010).

    Dr Montgomery menjelaskan operasi mengambil ginjal melalui vagina ini diharapkan dapat membuka jalan demi meningkatkan jumlah donor organ.

    Memindahkan ginjal melalui lubang pembukaan yang sudah alami (vagina) juga bisa mempercepat proses pemulihan pendonor dan memberikan hasil operasi yang lebih baik.

    "Kami ingin memudahkan orang untuk menyumbang, yaitu dengan meminimalisir dampak yang mungkin timbul terhadap kehidupannya serta masa perawatan di rumah sakit yang lebih singkat sehingga bisa kembali ke kehidupan normalnya secara lebih cepat," ungkap Dr Montgomery.

    Dipilihnya perempuan sebagai pendonor pertama yang menjalani prosedur ini memungkinkan dokter untuk melakukan operasi tanpa merusak rahim yang menghalangi proses pemindahan ginjal.

    Jika cara operasi pemindahan ginjal yang konvensional (cara lama) membutuhkan 5-6 inci sayatan melalui dinding perut dan umumnya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk rawat inap.

    Sedangkan prosedur lewat vagina hanya membutuhkan waktu 3 jam dan memungkinkan pendonor untuk kembali ke rumah dalam kurun waktu 24 jam. Umumnya pendonor mengungkapkan rasanya seperti proses cabut gigi.

    Prosedur ini dilakukan dengan cara menyisipkan tongkat seperti kamera lalu memasukkan alat melalui sayatan kecil di perut dan pusar. Kemudian dokter akan memasukkan tabung melalui vagina dengan sebuah kantung di ujungnya.

    "Setelah ginjal yang dipotong terlepas, ahli bedah dengan menggunakan video dari kamera membimbingnya untuk masuk ke kantung di sekitar organ tersebut. Kantung ini ditempatkan pada tabung dan menariknya keluar melalui lubang vagina," ujarnya.

    Untuk memastikan bahwa prosedur ini steril, vagina diberikan larutan Betadine (untuk mensterilkan) yang diberikan selama proses operasi. Tapi beberapa dokter masih meragukan kebersihan atau sterilisasi dari prosedur ini.

    "Konsep meminimalkan sayatan dan mengurangi rasa sakit setelah operasi merupakan ide yang baik, tapi kita juga harus selalu memeriksa adakah potensi risiko dari prosedur ini," ujar Dr Jihad Kaouk, direktur laparoskopik dan bedah robot di Cleveland Clinic.


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 5:31 pm