Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    PM Malaysia Sedih Melihat Ekstrimisme

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    PM Malaysia Sedih Melihat Ekstrimisme

    Post  niagara on Thu Sep 16, 2010 12:34 pm

    PM Malaysia Sedih Melihat Ekstrimisme
    Dia merasa terganggu dengan kelompok ini di tengah kemajuan Malaysia dalam banyak sektor


    PM Malaysia, Najib Tun Abdul Razak & Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo

    Perdana menteri Malaysia, Najib Tun Razak, mengaku sedih atas banyaknya kelompok ekstrimis atau individu yang memiliki pandangan radikal terhadap kelompok lain. Dia juga menyatakan penentangan kerasnya terhadap kelompok-kelompok tersebut.

    “Yang membuat saya sedih adalah walaupun kita telah hidup di negara merdeka yang multi-budaya selama lebih dari 50 tahun, masih terdapat diantara kita yang tidak bisa bertoleransi dan tidak bisa menerima keberagaman,” ujarnya seperti dilansir dari kantor berita Bernama dan harian Utusan Malaysia.

    Najib mengatakan hal ini pada artikel berjudul “Perlawanan Kami Melawan Ekstrimisme” dalam blog 1Malaysia. Dia mengatakan sedih karena dengan menolak hidup dalam keberagaman di Malaysia, berarti kelompok ini juga menolak konsep 1Malaysia yang diusungnya.

    Najib mengaku merasa terganggu dengan adanya kelompok ini di tengah kemajuan Malaysia dalam banyak sektor, di antaranya adalah pariwisata, perbankan dan keuangan, makanan halal, dan obat-obatan.

    “Ketika kita memperoleh banyak kemajuan, saya sangat terganggu melihat timbulnya permasalahan yang berakar dari ekstrimisme di negara ini. Hal ini tidak terbatas pada rasisme, namun juga kelompok ekstrimisme dan individu yang memiliki pandangan radikal,” ujarnya.

    Najib menjelaskan bahwa kelompok ini memperlakukan mereka yang berbeda sebagai musuh. Kelompok ini juga, tuturnya, merupakan penyebar ketakutan di masyarakat yang tidak sepaham dengan mereka.

    “Kita harus terus menangani dengan efektif kasus-kasus ekstrimisme di Malaysia, seperti kelompok militan yang telah memicu konflik dan mengancam keamanan nasional. Kami akan terus melindungi rakyat dan negara dari ancaman dari dalam maupun luar. Baik melalui darat, laut, udara, maupun dunia maya,” ujar Najib.

    Menurutnya, pengalaman Malaysia dalam menghadapi ekstrimisme adalah sebuah keuntungan tersendiri. Dia juga memuji rakyat Malaysia yang tidak turut serta terpancing dalam tindakan ekstrimisme.

    “Saya meminta semua rakyat Malaysia untuk tetap tenang dan rasional dalam menghadapi ekstrimisme. Menghadapinya dengan cara yang sama hanya akan meningkatkan ketegangan di negara kita dan menjadi penghalang kemajuan kita. Perekonomian terputuk akibat tindakan ekstrimisme, dan pemulihannya biasanya memakan waktu lama dan sulit,” ujarnya.



      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:26 am