Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut

    Share

    flade

    938
    23.09.09

    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut

    Post  flade on Sun Sep 19, 2010 1:35 pm

    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut



    Sekolah-sekolah di Amerika punya kebijakan untuk meliburkan siswanya jika ketahuan memiliki kutu rambut. Belakangan kebijakan ini menuai kritik, karena menyebabkan murid ketinggalan pelajaran.

    Salah satunya datang dari American Academy of Pediatrics (AAP), yang berniat untuk menghentikan kebijakan tersebut. AAP menilai, stigma yang berkembang tentang kutu rambut telah melenceng jauh dari fakta ilmiah.

    Meski menjengkelkan karena bikin gatal, kutu rambut dilaporkan tidak pernah memicu masalah kesehatan yang serius. Kutu rambut juga tidak menularkan kuman penyakit seperti halnya parasit berbahaya lainnya.

    Oleh karena itu, memulangkan siswa hanya karena kutu rambut dianggap berlebihan. Kebijakan itu justru lebih banyak membawa kerugian, sebab siswa tidak hanya ketinggalan pelajaran tetapi juga malu karena mendapat stigma negatif.

    "Kesalahpahaman tentang kutu rambut telah memicu rasa malu, di samping kerugian jutaan dolar untuk pengobatan yang berlebihan," tulis AAP dalam sebuah laporan yang dikutip dari Patch, Rabu (8/9/2010).

    Desakan untuk menghapus kebijakan tersebut juga datang dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Dalam sebuah rilisnya, CDC mengatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara kebersihan lingkungan rumah dan sekolah dengan keberadaan kutu rambut pada anak.

    CDC memperkirakan setiap tahunnya 6-12 juta anak berusia 3-11 tahun di Amerika dilaporkan memiliki kutu rambut, sebagian besar berusia 3-11 tahun. Banyaknya kasus kutu rambut menunjukkan bahwa kuman ini bisa menyerang siapa saja.

    Penularan kutu rambut bisa terjadi melalui kontak langsung dari rambut ke rambut. Karena itu penularannya bisa dicegah dengan tidak saling meminjamkan sisir, jepit, bando maupun aksesori rambut lainnya.

    Penggunaan pengusir kutu dengan kandungan pediculicide atau cetaphil efektif membunuh kutu rambut, bahkan sekaligus dengan telur-telurnya jika digunakan secara rutin setidaknya dalam 10 hari. Telur kutu juga bisa disingkirkan dengan sisir khusus, yang didesain dengan gerigi yang lebih rapat.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 10:57 pm