Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut

    Post  flade on Sun Sep 19, 2010 1:35 pm

    Jangan Kucilkan Anak Karena Punya Kutu Rambut



    Sekolah-sekolah di Amerika punya kebijakan untuk meliburkan siswanya jika ketahuan memiliki kutu rambut. Belakangan kebijakan ini menuai kritik, karena menyebabkan murid ketinggalan pelajaran.

    Salah satunya datang dari American Academy of Pediatrics (AAP), yang berniat untuk menghentikan kebijakan tersebut. AAP menilai, stigma yang berkembang tentang kutu rambut telah melenceng jauh dari fakta ilmiah.

    Meski menjengkelkan karena bikin gatal, kutu rambut dilaporkan tidak pernah memicu masalah kesehatan yang serius. Kutu rambut juga tidak menularkan kuman penyakit seperti halnya parasit berbahaya lainnya.

    Oleh karena itu, memulangkan siswa hanya karena kutu rambut dianggap berlebihan. Kebijakan itu justru lebih banyak membawa kerugian, sebab siswa tidak hanya ketinggalan pelajaran tetapi juga malu karena mendapat stigma negatif.

    "Kesalahpahaman tentang kutu rambut telah memicu rasa malu, di samping kerugian jutaan dolar untuk pengobatan yang berlebihan," tulis AAP dalam sebuah laporan yang dikutip dari Patch, Rabu (8/9/2010).

    Desakan untuk menghapus kebijakan tersebut juga datang dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Dalam sebuah rilisnya, CDC mengatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara kebersihan lingkungan rumah dan sekolah dengan keberadaan kutu rambut pada anak.

    CDC memperkirakan setiap tahunnya 6-12 juta anak berusia 3-11 tahun di Amerika dilaporkan memiliki kutu rambut, sebagian besar berusia 3-11 tahun. Banyaknya kasus kutu rambut menunjukkan bahwa kuman ini bisa menyerang siapa saja.

    Penularan kutu rambut bisa terjadi melalui kontak langsung dari rambut ke rambut. Karena itu penularannya bisa dicegah dengan tidak saling meminjamkan sisir, jepit, bando maupun aksesori rambut lainnya.

    Penggunaan pengusir kutu dengan kandungan pediculicide atau cetaphil efektif membunuh kutu rambut, bahkan sekaligus dengan telur-telurnya jika digunakan secara rutin setidaknya dalam 10 hari. Telur kutu juga bisa disingkirkan dengan sisir khusus, yang didesain dengan gerigi yang lebih rapat.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:44 pm