Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Post  flade on Tue Sep 28, 2010 8:51 am

    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Orang yang perfeksionis memiliki kecenderungan cepat merasa lelah dan stres



    Sikap perfeksionis atau sikap yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal, memang bisa dikatakan salah satu kunci kesuksesan. Tetapi, di balik sukses tersebut ada 'harga' yang harus dibayar.

    Menurut Linda Peterman, konselor kesehatan mental asal Florida, Amerika Serikat, orang yang perfeksionis memiliki kecenderungan cepat merasa lelah, stres dan seringkali bermasalah dalam hal hubungan personal. Hal ini dialaminya terus menerus dan bisa depresi saat targetnya tidak tercapai dan proses untuk mendapatkannya tidak berjalan dengan sempurna.

    Berikut adalah beberapa karakteristik umum seorang perfeksionis yang akan menimbulkan masalah, seperti dikutip dari Shine :

    1. Semua hal dinilai atas hitam atau putih dan benar atau salah.
    2. Target yang tidak realistis
    3. Harapan (untuk diri sendiri dan orang lain) tidak beralasan atau tidak realistis
    4. Bersikap selalu khawatir dan cenderung berlebihan
    5. Fokus pada hal-hal negatif orang lain
    6. Berpikir absolut, selalu mengeluarkan perintah dan tidak bisa didebat
    7. Percaya prestasi dan pencapaian bisa mengukur seseorang
    8. Tidak sabar
    9. Mudah stres
    10. Selalu berpikir "cara saya adalah yang terbaik"


    Jika Anda merasakan karaketeristik tersebut, ada solusi yang diberikan oleh Linda untuk setidaknya mengurangi sikap perfeksionis yang bisa merugikan diri sendiri dan orang di sekitar Anda.

    Berikut sepuluh solusinya :

    1. Cari hal-hal positif dari situasi tertentu atau seseorang di sekitar, terutama yang telah Anda berikan penilaian buruk.
    2. Buatlah target realistis
    3. Buatlah pengharapan yang lebih beralasan
    4. Maafkan diri Anda dan orang lain atas kesalahanan yang telah dibuat
    5. Fokuslah pada hal positif
    6. Jangan selalu berpikir keadaan terburuk
    7. Cobalah lebih fleksibel dalam menghadapi masalah. Buatlah kemungkinan adanya "area abu-abu" tidak sekedar hitam dan putih.
    8. Sediakan waktu untuk bersenang-senang
    9. Biarkanlah kesalahan kecil berlalu
    10. Mencoba lebih sabar


      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 9:45 am