Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Post  flade on Tue Sep 28, 2010 8:51 am

    Mengapa Si Perfeksionis Jarang Merasa Bahagia

    Orang yang perfeksionis memiliki kecenderungan cepat merasa lelah dan stres



    Sikap perfeksionis atau sikap yang menuntut kesempurnaan dalam segala hal, memang bisa dikatakan salah satu kunci kesuksesan. Tetapi, di balik sukses tersebut ada 'harga' yang harus dibayar.

    Menurut Linda Peterman, konselor kesehatan mental asal Florida, Amerika Serikat, orang yang perfeksionis memiliki kecenderungan cepat merasa lelah, stres dan seringkali bermasalah dalam hal hubungan personal. Hal ini dialaminya terus menerus dan bisa depresi saat targetnya tidak tercapai dan proses untuk mendapatkannya tidak berjalan dengan sempurna.

    Berikut adalah beberapa karakteristik umum seorang perfeksionis yang akan menimbulkan masalah, seperti dikutip dari Shine :

    1. Semua hal dinilai atas hitam atau putih dan benar atau salah.
    2. Target yang tidak realistis
    3. Harapan (untuk diri sendiri dan orang lain) tidak beralasan atau tidak realistis
    4. Bersikap selalu khawatir dan cenderung berlebihan
    5. Fokus pada hal-hal negatif orang lain
    6. Berpikir absolut, selalu mengeluarkan perintah dan tidak bisa didebat
    7. Percaya prestasi dan pencapaian bisa mengukur seseorang
    8. Tidak sabar
    9. Mudah stres
    10. Selalu berpikir "cara saya adalah yang terbaik"


    Jika Anda merasakan karaketeristik tersebut, ada solusi yang diberikan oleh Linda untuk setidaknya mengurangi sikap perfeksionis yang bisa merugikan diri sendiri dan orang di sekitar Anda.

    Berikut sepuluh solusinya :

    1. Cari hal-hal positif dari situasi tertentu atau seseorang di sekitar, terutama yang telah Anda berikan penilaian buruk.
    2. Buatlah target realistis
    3. Buatlah pengharapan yang lebih beralasan
    4. Maafkan diri Anda dan orang lain atas kesalahanan yang telah dibuat
    5. Fokuslah pada hal positif
    6. Jangan selalu berpikir keadaan terburuk
    7. Cobalah lebih fleksibel dalam menghadapi masalah. Buatlah kemungkinan adanya "area abu-abu" tidak sekedar hitam dan putih.
    8. Sediakan waktu untuk bersenang-senang
    9. Biarkanlah kesalahan kecil berlalu
    10. Mencoba lebih sabar


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 2:19 am