Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya

    Share

    chaniago

    147
    07.06.10

    Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya

    Post  chaniago on Sat Oct 02, 2010 2:36 pm

    Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya

    Selain barang antik, banyak tempat makan di sekitar Jalan Surabaya



    Anda suka barang antik? Bila Anda kolektor benda antik atau benda bernuansa kuno, ada baiknya datang ke Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat. Sepanjang jalan itu, Anda akan menyaksikan deretan kios unik menawarkan aneka macam barang antik.

    Kios-kios yang menjajakan benda antik ini tertata dengan baik di kawasan lingkungan yang asri. Di sisi kiri jalan berjajar sekitar 184 kios yang menawarkan beragam jenis benda unik atau antik yang menawarkan beragam jenis benda, tentunya sudah sulit diperoleh di tempat lain. Sementara, di sebelah kanan jalan, deretan rumah megah dan restoran menawarkan aneka makanan. Dari nasi Padang, ayam goreng Pemuda hingga Cali Deli Resto.


    Barang antik yang ditawarkan antara lain lampu minyak buatan Belanda, lampu kristal Ceko, gramafon, meriam Portugis, kamera, lukisan, perlengkapan kapal, permainan congklak, batik, tempat beras, porselen dari berbagai negara, patung primitif, helm, senjata, telepon, serta masih banyak benda unik lainnya.

    Di ujung Jalan Surabaya, tepatnya diujung jalan dekat lampu merah persimpangan Jalan Diponegoro, Anda juga bisa belanja berbagai macam koper. Walau tempatnya sederhana, jangan salah, tas-tas yang dijajakan produk luar negeri.

    Di antara barang-barang ‘jadul’, ada sebagian yang benar-benar antik dan langka. Anda mesti datang sendiri ke sana supaya bisa menyentuhnya sebelum memutuskan membelinya. Ada senjata meriam buatan Portugis dan Belanda. Ukuran senjata andalan perang dunia pertama ini pun beda-beda, ada yang satu meter hingga 1,5 meter.

    Lalu, ada juga lampu antik yang pernah dipakai oleh orang kaya Belanda jaman dulu. Lampu ini berbahan bakar minyak tanah dan terbuat dari besi. Kalau Anda berminat, silahkan datang ke kios nomor 159.

    Ada sebuah lampu kristal asli yang kerlap-kerlip. Bisa jadi, kita akan takjub dibuatnya. Benda buatan orang Cekoslovakia ini pun ada di Jalan Surabaya! Lampu ini pun bisa Anda miliki, tentunya dengan harga yang bisa dinegosiasi.

    Diantara deretan benda unik, ada benda yang sangat unik juga di sini. Perlengkapan kapal kuno seperti kompas, teleskop, setir atau kemudi, alat pengukur kecepatan, lampu, stir, bahkan ada alat penyelaman kuno sekali, yakni helm yang terbuat dari kuningan.

    Berbagai macam porselin China yang sudah berusia sekitar 300 tahun pun ada! Porselin yang berbentuk mangkuk, gelas, atau semacam pot bunga besar banyak sekali tersedia di kawasan yang berada di sekitar daerah hunian Menteng ini.

    Bagi Anda yang belum pernah melihat, apalagi memegang rompi anti senjata asli buatan orang pedalaman di Kalimantan, mungkin Anda akan kaget dibuatnya. Rompi ini benar-benar 'jadul'. Hanya terbuat dari salah satu kulit pohon di pedalaman. Kulit pohon dijalin satu sama lainnya dengan benang-benang sehingga membentuk rompi. Barang langka ini dapat Anda cari di kios nomor 169.

    Salah satu benda kuno yang masih terawat di kawasan wisata ini yaitu sangkur. Konon, sangkur dari bahan besi baja ini dibuat pada tahun 1911.


    Terkenal Sampai Mancanegara

    Tempat wisata yang baru-baru ini nyaris digusur pemerintah Jakarta ini tidak hanya jadi rujukan wisatawan Tanah Air, tapi juga turis dari berbagai negara.

    Pemilik kios nomor 169, Faisal Rusyidi, 30 tahun, menyebutkan asal turis yang biasa datang ke Jalan Surabaya. Mereka berasal dari Italia, Spanyol, Prancis, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Rusia. “Tamu-tamu negara biasanya juga datang ke sini dengan pengawalan. Tempat ini memang sangat terkenal di luar negeri,” kata Faisal.

    Untuk tahun 2010 ini yang datang ke pasar barang antik Jalan Surabaya paling banyak turis Asia seperti Korea, Jepang, Thailand, China, dan India.

    Turis asing yang datang ada yang hanya untuk menikmati panorama Jalan Surabaya sambil berfoto ria di depan barang antik. Tapi, banyak juga yang memang kolektor barang antik. Kadang-kadang, ada yang memborong benda sampai banyak sekali.

    Sabtu dan Minggu menjadi semacam hari pasaran di pasar barang jadul ini. Karena, ratusan orang, baik wisatawan Tanah Air maupun asing melancong ke sini.

    Jalan Surabaya telah dijadikan kawasan wisata belanja oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jakarta. Lokasi tempat ini berada di tengah kota. Jadi, untuk mencapainya mudah sekali.

    Kalau sedang hari libur, sebaiknya Anda pikir-pikir dulu untuk datang membawa mobil. Soalnya, kemungkinan tempat parkir yang hanya memanfaatkan ruas jalan di sepanjang kios, penuh. Tapi, Anda bisa saja menitipkan mobil di tempat parkir pusat belanja seberang Stasiun Cikini atau kompleks bioskop Metropole (Megaria) dan Anda tinggal jalan kaki sekitar 100 meter ke Jalan Surabaya.

    Anda tidak perlu khawatir kalau tidak membawa makanan saat berkunjung ke pusat barang antik Jakarta ini. Sebab, di sana ada beberapa rumah makan yang letaknya persis di seberang deretan kios antik. Anda tinggal pilih, ada ayam goreng Pemuda, Cali Deli Resto maupun rumah makan Padang.

    Kalau mau makanan dengan menu yang bervariasi, Anda bisa jalan kaki ke arah Stasiun Cikini yang terletak di belakang pasar Jalan Surabaya. Di sana ada pusat belanja dan pusat kuliner.



      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 8:51 pm