Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Inggris Gunakan Twitter Untuk Ukur Kinerja Kepolisian

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Inggris Gunakan Twitter Untuk Ukur Kinerja Kepolisian

    Post  niagara on Mon Oct 18, 2010 10:37 am

    Inggris Gunakan Twitter Untuk Ukur Kinerja Kepolisian



    Satu dari pasukan terbesar kepolisian Inggris melaporkan setiap peristiwa yang ditangani mereka melalui laman "Twitter" selama 24 jam guna menyoroti jumlah pekerjaan para petugas kepolisian di tengah ancaman pemotongan anggaran mereka.

    Kepolisian Manchester Raya (GMP) mulai mengirimkan "tweet" sejak pukul 5 pagi, merekam berbagai kejadian dimulai dari dugaan serangan seksual hingga sapi yang turun ke jalan dan pria yang tertidur di halte bus, demikian menurut laman internet kepolisian tersebut.

    "Tugas-tugas kepolisian seringkali terlihat sederhana, seperti pengejaran perampok dan memenjarakan mereka, namun kenyataannya hal itu hanya merupakan sebagian kecil dari tugas-tugas mereka," kata Perwira Polisi Senior GMP Peter Fahy.

    "Hal-hal yang kita hadapi kebanyakan berkaitan dengan masalah sosial seperti anak hilang, orang-orang dengan masalah kesehatan dan kekerasan internal. Bahkan seringkali kejadian-kejadian yang kompleks dan memerlukan banyak waktu dan penelusuran narasumber," katanya.
    GMP memulai penggunaan "Twitter" seminggu sebelum pemerintah mengumumkan rencana pemotongan anggaran karena defisit anggaran pemeliharaan keamanan, yang menyebabkan para petugas kepolisian harus menghemat hingga 25 persen.

    Federasi Kepolisian yang terdiri dari petugas berpangkat dan pengarsipan telah mengingatkan bahwa pemotongan anggaran berarti pengurangan sekitar 40.000 pos-pos terdepan yang beroperasi hingga lima tahun ke depan, angka yang ditolak pemerintah.

    Harian "The Guardian" melaporkan pada Kamis bahwa pasukan tersebut harus memangkas jumlah petugasnya guna melindungi pelayanan anti terorisme setelah muncul peringatan bahwa keamanan nasional akan berada dalam bahaya bila anggaran tersebut dipangkas.

    Fahy mengatakan bahwa pekerjaan kepolisian tidak dapat dinilai hanya berdasarkan angka kriminalitas atau melalui seberapa baik mereka menjalankan tugasnya yang diatur oleh pemerintah pusat.

    "Saya rasa ini saatnya untuk mengukur kinerja kepolisian dengan cara yang berbeda," katanya.

    "Pengukuran itu harus berfokus pada bagaimana sektor publik secara keseluruhan bekerja sama untuk mengatasi masalah dan isu kemasyarakatan," ujarnya. (ar/ant/inl) www.suaramedia.com


      Waktu sekarang Sun Oct 02, 2016 5:23 am