Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan

    Post  pravda on Wed Oct 20, 2010 8:07 am

    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan


    Jakarta - Alih-alih belajar soal etika dan disiplin, rencana Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani dinilai salah logika. Kunjungan ke Yunani malah dianggap sebagai rencana sesat dan koruptif.

    "Bagaimanapun harus dibatalkan. Itu sudah koruptif. Buat apa belajar ke sana. Siapa yang akan mengajari? Sayang uangnya dibuang-buang," tegas dosen Filsafat UI Rocky Gerung saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/10/2010) malam.

    Rocky menganggap, rencana belajar etika ke Yunani terlalu mengada-ada. Ia yakin plesiran kali ini akan jadi bahan tertawaan parlemen Yunani.

    "Mereka Parlemen Yunani pasti tanya mau ngapain? Mau belajar dari siapa? Kalian kan sudah pejabat publik buat apa belajar etika? Mestinya sebelum jadi pejabat publik belajar dulu," sindir pendiri Setara Institute ini.

    Rocky menambahkan, pelajaran soal etika bisa dipelajari di seluruh universitas di Indonesia. Ia juga bahkan bersedia mengajari jika BK DPR berkenan.

    "Menerima kritik itu pelajaran etika paling mudah. Pelajaran etika pertama itu tidak ada conflict of interest, kedua tidak boleh mengucapkan pikiran pribadi dalam ruang publik. Belajar 10 menit beres itu, tapi menjalankannya yang tidak mudah," ucapnya.

    Rencana studi banding tersebut, lanjut Rocky menunjukkan rendahnya kemampuan dan pelajaran etika setiap anggota dewan. DPR yang seharusnya menjadi wadah aspirasi rakyat malah jadi penghisap uang rakyat.

    "DPR itu kebun bunga rakyat tetapi oleh partai dijadikan peternakan ular," tutupnya.

    Sebelumnya 8 Anggota BK DPR akan berkunjung ke Yunani tanggal 23 Oktober nanti. Tujuannya, untuk belajar pelaksanaan penerapan disiplin dan kode etik anggota DPR.

    Meski demikian, Ketua BK DPR Gayus Lumbuun tidak ikut berangkat dalam rombongan tersebut. Gayus menilai, DPR tidak perlu belajar etika ke luar negeri.


    detiknews

      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 10:51 am