Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan

    Share
    avatar
    pravda

    259
    07.06.10

    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan

    Post  pravda on Wed Oct 20, 2010 8:07 am

    Dinilai Koruptif, Studi Banding BK DPR ke Yunani Harus Dibatalkan


    Jakarta - Alih-alih belajar soal etika dan disiplin, rencana Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani dinilai salah logika. Kunjungan ke Yunani malah dianggap sebagai rencana sesat dan koruptif.

    "Bagaimanapun harus dibatalkan. Itu sudah koruptif. Buat apa belajar ke sana. Siapa yang akan mengajari? Sayang uangnya dibuang-buang," tegas dosen Filsafat UI Rocky Gerung saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/10/2010) malam.

    Rocky menganggap, rencana belajar etika ke Yunani terlalu mengada-ada. Ia yakin plesiran kali ini akan jadi bahan tertawaan parlemen Yunani.

    "Mereka Parlemen Yunani pasti tanya mau ngapain? Mau belajar dari siapa? Kalian kan sudah pejabat publik buat apa belajar etika? Mestinya sebelum jadi pejabat publik belajar dulu," sindir pendiri Setara Institute ini.

    Rocky menambahkan, pelajaran soal etika bisa dipelajari di seluruh universitas di Indonesia. Ia juga bahkan bersedia mengajari jika BK DPR berkenan.

    "Menerima kritik itu pelajaran etika paling mudah. Pelajaran etika pertama itu tidak ada conflict of interest, kedua tidak boleh mengucapkan pikiran pribadi dalam ruang publik. Belajar 10 menit beres itu, tapi menjalankannya yang tidak mudah," ucapnya.

    Rencana studi banding tersebut, lanjut Rocky menunjukkan rendahnya kemampuan dan pelajaran etika setiap anggota dewan. DPR yang seharusnya menjadi wadah aspirasi rakyat malah jadi penghisap uang rakyat.

    "DPR itu kebun bunga rakyat tetapi oleh partai dijadikan peternakan ular," tutupnya.

    Sebelumnya 8 Anggota BK DPR akan berkunjung ke Yunani tanggal 23 Oktober nanti. Tujuannya, untuk belajar pelaksanaan penerapan disiplin dan kode etik anggota DPR.

    Meski demikian, Ketua BK DPR Gayus Lumbuun tidak ikut berangkat dalam rombongan tersebut. Gayus menilai, DPR tidak perlu belajar etika ke luar negeri.


    detiknews

      Waktu sekarang Tue Aug 22, 2017 2:37 am