Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Post  niagara on Wed Oct 27, 2010 10:51 am

    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Sleman detik.com - Kabar tewasnya Mbah Maridjan menyedot perhatian warga lereng Gunung Merapi. Setiap kerumunan warga, baik di pengungsian, pasar, dan di jalan-jalan ramai membicarakannya.

    "Ini yang benar selamat kondisinya lemah, apa meninggal? Kok simpang siur. Semalem itu ada kabar dia ditemukan selamat, tapi kondisinya lemes. Tapi pagi ini kabarnya kok lain lagi," kata Budi Santoso, salah satu perangkat desa.

    Budi sedang bercakap-cakap dengan teman-temannya sesama perangkat desa di salah satu pengungsian di Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY, Rabu (27/10/2010).

    Di aula balai desa, yang juga menjadi tempat pengungsian para ibu-ibu dan lansia, kabar kematian Mbah Maridjan juga menjadi topik hangat. Sambil menyaksikan pemberitaan televisi, mereka pun berkomentar. Sebagian bahkan ada yang meragukan kabar kematian Si Mbah.

    "Mbah Maridjan kan roso (kuat), dia kan linuwih (punya kesaktian). Moso meninggal," ujar seorang ibu lansia.

    "Tapi kok ora ono gambare (tidak ada foto) Mbah Maridjan yo. Ger omongan tok, ora ono gambare. Iki tenanan opo ora (cuma kabar, tidak ada foto. Ini betul atau bukan)?" timpal ibu lansia yang lain.

    Tidak hanya itu, di pasar Pakem yang berjarak 1 km dari barak pengungisan, para pengunjung di lorong-lorong pasar juga ramai membiarakannya.

    "Mas e wartawan nggih? Opo bener Mbah Maridjan meninggal? Kok kulo nggak percaya (Mas, Anda wartawan ya? Apa betul Mbah Maridjan meninggal? Saya tidak percaya)," kata Sri (38), pemilik warung makan.

    "Bener kok. Wis metu neng TV, jare meninggale wae sujud (Betul kok. Sudah ada tanyangannya di televisi. Jasadnya dalam konsidi sujud). Mbah Maridjan kan memang sering nang Mushola ," timpal pengunjung yang lain.

    "Nek ngono, engko gantine sopo (kalau begitu lalu siapa yang menggantikannya sebagai juru kunci Gunung Merapi)?" sahut Sri.



      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:50 pm