Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Share
    avatar
    niagara

    334
    11.06.09

    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Post  niagara on Wed Oct 27, 2010 10:51 am

    Warga Lereng Merapi Bicarakan Kabar Tewasnya Mbah Maridjan

    Sleman detik.com - Kabar tewasnya Mbah Maridjan menyedot perhatian warga lereng Gunung Merapi. Setiap kerumunan warga, baik di pengungsian, pasar, dan di jalan-jalan ramai membicarakannya.

    "Ini yang benar selamat kondisinya lemah, apa meninggal? Kok simpang siur. Semalem itu ada kabar dia ditemukan selamat, tapi kondisinya lemes. Tapi pagi ini kabarnya kok lain lagi," kata Budi Santoso, salah satu perangkat desa.

    Budi sedang bercakap-cakap dengan teman-temannya sesama perangkat desa di salah satu pengungsian di Hargobinangun, Pakem, Sleman, DIY, Rabu (27/10/2010).

    Di aula balai desa, yang juga menjadi tempat pengungsian para ibu-ibu dan lansia, kabar kematian Mbah Maridjan juga menjadi topik hangat. Sambil menyaksikan pemberitaan televisi, mereka pun berkomentar. Sebagian bahkan ada yang meragukan kabar kematian Si Mbah.

    "Mbah Maridjan kan roso (kuat), dia kan linuwih (punya kesaktian). Moso meninggal," ujar seorang ibu lansia.

    "Tapi kok ora ono gambare (tidak ada foto) Mbah Maridjan yo. Ger omongan tok, ora ono gambare. Iki tenanan opo ora (cuma kabar, tidak ada foto. Ini betul atau bukan)?" timpal ibu lansia yang lain.

    Tidak hanya itu, di pasar Pakem yang berjarak 1 km dari barak pengungisan, para pengunjung di lorong-lorong pasar juga ramai membiarakannya.

    "Mas e wartawan nggih? Opo bener Mbah Maridjan meninggal? Kok kulo nggak percaya (Mas, Anda wartawan ya? Apa betul Mbah Maridjan meninggal? Saya tidak percaya)," kata Sri (38), pemilik warung makan.

    "Bener kok. Wis metu neng TV, jare meninggale wae sujud (Betul kok. Sudah ada tanyangannya di televisi. Jasadnya dalam konsidi sujud). Mbah Maridjan kan memang sering nang Mushola ," timpal pengunjung yang lain.

    "Nek ngono, engko gantine sopo (kalau begitu lalu siapa yang menggantikannya sebagai juru kunci Gunung Merapi)?" sahut Sri.



      Waktu sekarang Fri Aug 18, 2017 4:33 am