Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anak Yatim Piatu di Daerah Bencana Harus Segera Diadopsi

    Share

    niagara

    341
    11.06.09

    Anak Yatim Piatu di Daerah Bencana Harus Segera Diadopsi

    Post  niagara on Tue Nov 02, 2010 6:30 am

    Anak Yatim Piatu di Daerah Bencana Harus Segera Diadopsi


    Jakarta - Gempa dan tsunami di Mentawai telah merenggut ratusan jiwa. Tak sedikit pula anak-anak yang kehilangan orang tuanya. Untuk meredam trauma mereka, sebaiknya ada pihak yang mengadopsinya.

    "Anak-anak yang hilang keluarganya harus segera dikasih orang tua angkat. Bukan hanya adopsi, tapi ada orang yang mengurus dan memperhatikannya," kata psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati Rani I Noe'man saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/11/2010).

    Menurut Rani, anak-anak yang ditinggal keluarganya akan mengalami trauma yang luar biasa jika tidak segera diberi perhatian khusus. Gangguan yang muncul juga bisa menimbulkan depresi.

    "Bisa tiba-tiba bangun malam-malam lalu takut, kaya orang depresi. Malah ada orang yang sampai dewasa malah asyik dengan boneka, dan merasa bisa ngobrol dengan boneka itu," paparnya.

    Untuk mengatasi hal tersebut, Rani menyarankan agar dilakukan terapi khusus bagi anak-anak korban bencana. Sebab, tanpa 'pengobatan' khusus, trauma tersebut akan terus berada di alam bawah sadarnya.

    Menurut Rani, ada beberapa cara terapi yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya. Misalnya Cognitive Behaviour Therapy (CBT), metode yang bisa digunakan pada anak agar lupa dengan peristiwa bencana di masa lalu.

    "Anak itu disadarkan kembali kepada hari ini. Dan dikasih tahu kalau kemarin sudah nggak ada lagi bahayanya," tambah Rani.

    Selain itu, ada terapi yang mengajarkan si anak agar mencari pilihan atas situasi yang terjadi. Hal ini bisa dilakukan oleh para relawan dengan teknik pertanyaan tertentu.

    "Yang penting adalah dikeluarkan perasaannya. Jiwa traumanya harus dipindahkan," lanjutnya.

    Bagi Rani, memindahkan anak dari lokasi bencana juga bisa membantu proses penyembuhan trauma. Namun itu bukan solusi satu-satunya. Perhatian dari lingkungan sekitar justru menjadi hal pokok dalam rangka memperbaiki kondisi psikologis anak.

    "Kalau mau adopsi juga harus betul-betul paham cara mengurusnya. Dia harus melewati dulu proses traumanya," tutup Rani.

    detiknews

      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 11:31 pm