Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Post  online on Thu Nov 04, 2010 10:26 am

    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Siapakah "raja-raja" yang dinilai pembuat macet Jakarta ini?


    Kemacetan Jakarta menjadi masalah serius yang harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai ini akibat banyaknya sosok yang ingin dijadikan raja di ibukota.

    "Kalau gubernur dan wakil gubernurnya sendiri pakai voorijder berarti dia tidak peduli dengan macet. Jakarta terlalu banyak raja-rajanya, masyarakat tidak dipedulikan," katanya.

    Jakarta masih akan jauh dari teratur dan tertib, Faisal menuturkan hal itu terjadi karena pemerintah kota sendiri tak memiliki visi yang konkret.

    "Ini terjadi karena kota ini tidak punya visi, yang ada enjoy aja, enjoy macet, enjoy banjir. Jakarta tidak pernah bisa menyelesaikan masalahnya kalau tidak memperhatikan solusinya, yang dibutuhkan
    konsistensi perencanaan," paparnya.

    Antropolog Subur Budi Santoso menilai Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo gagal mensejahterakan masyarakat. Padahal raja-raja Jawa dahulu bisa berkuasa mutlak karena mereka bisa menguasai air untuk kepentingan masyarakat.

    "Tapi dewasa ini justru sebaliknya, kita tidak mampu mengendalikan banjir. Alih-alih memberikan kesejahteraan ternyata jadi bencana," ujar dia.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:50 pm