Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Share
    avatar
    online

    452
    27.08.09

    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Post  online on Thu Nov 04, 2010 10:26 am

    Terlalu Banyak 'Raja', Jakarta Jadi Macet

    Siapakah "raja-raja" yang dinilai pembuat macet Jakarta ini?


    Kemacetan Jakarta menjadi masalah serius yang harus menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai ini akibat banyaknya sosok yang ingin dijadikan raja di ibukota.

    "Kalau gubernur dan wakil gubernurnya sendiri pakai voorijder berarti dia tidak peduli dengan macet. Jakarta terlalu banyak raja-rajanya, masyarakat tidak dipedulikan," katanya.

    Jakarta masih akan jauh dari teratur dan tertib, Faisal menuturkan hal itu terjadi karena pemerintah kota sendiri tak memiliki visi yang konkret.

    "Ini terjadi karena kota ini tidak punya visi, yang ada enjoy aja, enjoy macet, enjoy banjir. Jakarta tidak pernah bisa menyelesaikan masalahnya kalau tidak memperhatikan solusinya, yang dibutuhkan
    konsistensi perencanaan," paparnya.

    Antropolog Subur Budi Santoso menilai Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo gagal mensejahterakan masyarakat. Padahal raja-raja Jawa dahulu bisa berkuasa mutlak karena mereka bisa menguasai air untuk kepentingan masyarakat.

    "Tapi dewasa ini justru sebaliknya, kita tidak mampu mengendalikan banjir. Alih-alih memberikan kesejahteraan ternyata jadi bencana," ujar dia.


      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 7:57 pm