Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tak Ada Lagi Tempat Merokok di Mal dan Kafe

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Tak Ada Lagi Tempat Merokok di Mal dan Kafe

    Post  flade on Thu Nov 04, 2010 2:29 pm

    Tak Ada Lagi Tempat Merokok di Mal dan Kafe


    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan sosialisasi, pembinaan dan pengawasan Peraturan Gubernur DKI Nomor 88 tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok bagi sejumlah tempat hiburan di DKI Jakarta. Beberapa mal di ibukota sudah didatangi agar dapat bekerjasama dengan Dinas Pariwisata untuk mendapatkan pembinaan.

    "Dengan Dinas Pariwisata sudah dilakukan pelaksanaan
    sosialisasi, pembinaan dan pengawasan kawasan dilarang merokok untuk tempat hiburan, hotel, restoran dan apartemen," ujar Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan di Jakarta, Kamis 4 November 2010.
    Sosialisasi di tempat hiburan seperti mal yang di dalamnya terdapat restoran dan kafe, telah dilakuan secara bertahap. Tapi penindakan belum dilakukan. "Seperti Blok M Plaza dan Blok M Square sudah kami bina. Penindakan baru akan dilakukan enam bulan lagi," terangnya.

    Sebelumnya, Plaza Indonesia, dikatakan Ridwan sudah lebih dulu menutup ruang khusus merokok. Sikap pengelola mal itu diapresiasi Pemprov DKI Jakarta dan diharapkan dicontoh tempat hiburan lainnya.

    "Kita sudah pernah undang 178 pengusaha restoran, apartemen, hotel dan tempat hiburan, dikoordinasi Dinas Pariwisata. Respon mereka positif, namun mereka minta jangan langsung ditegakkan hukum. Maka kami beri batas waktu," ungkapnya.

    Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan Pergub No 88 tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Dalam peraturan ini diatur larangan keberadaan tempat khusus merokok di dalam gedung dan pemberian sanksi administrasi berupa penyebutan nama tempat kegiatan atau usaha secara terbuka kepada publik melalui media massa.

    Titik awal dilakukan di Balaikota yang akan diikuti seluruh kantor dan gedung Pemprov DKI Jakarta. Untuk ke depannya Pergub ini juga akan diterapkan di di hotel, apartemen, restoran, mal dan kafe.


      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 4:09 am