Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Astrofisikawan: Bintang Bisa Bernyanyi

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Astrofisikawan: Bintang Bisa Bernyanyi

    Post  kuning on Mon Nov 08, 2010 9:35 am

    Astrofisikawan: Bintang Bisa Bernyanyi



    Bintang pun bisa mengeluarkan suara. Bagaimana suaranya, dengarkan di sini...


    Sejak lama bintang di langit telah memikat mata manusia dengan bentuk dan kerlipnya. Tapi, tahukah Anda, bintang ternyata bisa 'menyanyi'.

    Ini adalah temuan para astrofisikawan dari University of Birmingham dan sejumlah ilmuwan NASA. Nyanyian bintang mereka tangkap ketika mengukur perubahan kerlip Bintang KIC 11026764 atau yang juga dikenal dengan nama 'Gemma'. Bintang ini besarnya sekitar dua kali lipat Matahari.

    Para ilmuwan menemukan, bintang yang berjarak 3.100 triliun mil dari Bumi bisa bergetar seperti instrumen musik. Getaran ini disebabkan proses mirip gempa atau 'starquake' -- yang beresonansi dari permukaan ke inti bintang.

    Menggunakan teknik yang disebut astroseismologi, para ilmuwan mampu mendeteksi kerlip itu dan merekonstruksi suara yang dihasilkannya.

    Hasilnya, adalah dengung yang harmonis yang terdengar seperti hembusan angin tipis di atas mikrofon. Bukan sembarang nyanyian, menurut Dr Bill Chaplin, seorang asteroseismolog di Birmingham University, ini menguak informasi baru yang berharga tentang struktur internal bintang.

    Getaran ini membantu para astronom mempelajari lebih lanjut ukuran, umur, dan komposisi bintang lainnnya.

    "Pada dasarnya bintang beresonansi seperti halnya instrumen musik raksasa. Secara alami, bintang mengeluarkan suara, namun kita tak bisa mendengarnya, kecuali pergi ke luar angkasa mendekatinya," kata Chaplin, seperti dimuat situs Telegraph.

    Mengapa bintang bisa bersuara? Dijelaskan Chaplin, ini karena bintang tak terbentuk secara solid hingga inti.

    "Ini membuat bintang bergetar. Meski tak mendengar dari Bumi, kita bisa mendeteksinya secara visual dari kerlipnya. Dan merekonstruksinya menjadi suara," tambah Chaplin.

    Riset terbaru ini hanya enam bulan pasca ilmuwan Sheffield University merekam getaran musik harmonis yang menakutkan dari permukaan Matahari.

    Dr Chaplin bekerja dengan tim ilmuwan internasional yang menggunakan data yang ditangkap oleh teleskop Kepler milik NASA.

    Dari kerlip bintang bisa dipelajari bahwa, mirip perbandingan biola dan cello -- makin besar bintang maka makin rendah frekuensi getarannya. Ini untuk mengetahui ukuran bintang.

    Sementara untuk materi pembentuk bintang, ilmuwan berpatok pada prinsip, gelombang suara yang melalui inti helium padat akan lebih cepat daripada hidrogen. Getaran kemudian mempengaruhi cahaya yang dilepaskan oleh bintang.

    Melakukan pengukuran jenis ini, para ilmuwan berhasil mengkalkulasi bahwa Bintang Gemma berusia lebih dari 5,94 miliar tahun -- atau semiliar tahun lebih tua dari Matahari.

    Gemma terus tumbuh hingga menjadi bola raksasa dan sedang memasuki masa-masa akhir hidupnya.

    Para ilmuwan juga menemukan bahwa Gemma memiliki inti yang terdiri sebagian besar helium yang dikelilingi oleh kulit tipis di mana berlangsung reaksi fusi hidrogen yang jadi sumber kekuatannya.



    DENGAR SUARA BINTANG BERNYANYI

    kuning

    557
    07.10.09

    Re: Astrofisikawan: Bintang Bisa Bernyanyi

    Post  kuning on Mon Nov 08, 2010 9:43 am

    Wow! Matahari Mengeluarkan Musik

    Aktivitas medan magnet di atmosfer luar Matahari menghasilkan harmoni musik.


    Sang Surya, Matahari telah menjadi inspirasi ratusan lagu. Namun, ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa pusat tata surya ini membuat musiknya sendiri.

    Para astronom dari Universitas Sheffield telah merekam untuk kali pertamanya harmoni musik yang dihasilkan medan magnet di atmosfer luar Matahari. Meski, musik itu terdengar menakutkan.

    Para pengamat langit menemukan bahwa, putaran magnetik yang menurut hasil pengamatan, melingkar menjauh dari lapisan terluar Matahari, bervibrasi seperti senar pada alat musik. Di sisi lain, mereka juga seperti gelombang suara instrumen tiup.

    Menggunakan citra satelit, dari putaran magnetik Matahari bisa mencapai panjang 60.000 mil, para ilmuwan lalu mengubah getaran itu menjadi suara-suara yang bisa didengar suara manusia.

    Ketua tim riset fisika Matahari Universitas Sheffield, Profesor Robertus von Fay-Siebenbürgen mengatakan, meski aneh, akan sangat menarik bahwa kita bisa mendengar suara-suara dari Matahari -- sumber tenaga terbesar di tata surya.

    "Suara yang dihasilkan Matahari bisa disebut musik, karena memiliki harmoni," kata dia, seperti dimuat laman Telegraph.

    "Hal ini memberikan cara baru untuk mempelajari Matahari dan memberi kita wawasan baru tentang proses fisika yang berlangsung di dalam lapisan luar matahari -- di mana suhunya mencapai jutaan derajat."

    Lapisan korona Matahari sejak lama diyakini sebagai tempat pembentukan jilatan api (solar flares) yang melemparkan partikel-partikel ke luar angkasa -- yang kemudian menciptakan fenomena cuaca luar angkasa.

    Ketika aktivitas Matahari serta pembentukan jilatan api meningkat, dapat menghasilkan fenomena badai Matahari yang dapat memicu bencana di Bumi.

    Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA telah memberi peringatan bahwa, badai Matahari berpotensi terjadi pada 2013 -- yang bisa merusak alat-alat elektronik dan satelit buatan manusia.

    Profesor Fay-Siebenbürgen mengatakan, mempelajari musik "matahari" akan memberikan cara baru dalam memahami dan memprediksi jilatan api matahari sebelum terjadi.

    Lapisan koronal bergetar dari sisi ke sisi seperti petikan gitar oleh gelombang dari ledakan di permukaan matahari.

    Para ilmuwan juga menemukan lapisan matahari bergetar maju-mundur seperti meniru gelombang akustik dalam instrumen angin.

    Profesor Fay-Siebenbürgen mengungkapkan, Universitas Sheffield telah meluncurkan sebuah proyek baru, 'Proyek Cahaya Matahari' yang bertujuan menemukan cara-cara baru untuk memanfaatkan dan memahami kekuatan matahari.


      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 11:02 pm