Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Cadangan Minyak Habis 90 Tahun Lagi

    Share

    pravda

    260
    07.06.10

    Cadangan Minyak Habis 90 Tahun Lagi

    Post  pravda on Fri Nov 12, 2010 6:26 am

    Studi didasarkan pada perkiraan harga saham yang akan jatuh mendekati waktu tersebut


    Sebuah studi mengatakan cadangan minyak secara global akan habis dalam waktu 90 tahun ke depan. Ironisnya, ketika waktu itu datang teknologi pengganti sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui itu diperkirakan belum siap.

    Teori studi yang dilakukan oleh UC Davis, kampus baru di California-AS, berdasarkan pada perkiraan harga saham akan jatuh mendekati waktu tersebut.

    Ramalan tersebut muncul pasca dilakukannya survei pada sejumlah investor jangka panjang, yang mana mereka dianggap sebagai peramal terbaik tentang kapan teknologi energi alternatif baru akan berhasil menjadi subtitusi energi yang baru.

    "Hasil temuan kami menyarankan supaya energi yang dapat diperbaharui sudah bisa diandalkan dan mandiri, setidaknya sebelum sampai pada waktu yang diramalkan tersebut," kata kepala penelitian Debbie Niemeier, Jumat 11 November 2010.

    Tim studi menggunakan kapitalisasi pasar (market cap) sebagai acuannya, yang berlandaskan pada harga saham dan dividen perusahaan minyak yang memiliki saham publik, dan perusahaan-perusahaan energi alternatif.

    "Investor-investor yang canggih cenderung menyerahkan upaya pengumpulan, pengolahan, serta informasi tentang arus kas di masa depan pada perusahaan sekuritas," ujar Niemeier.

    "Hasilnya, perkiraan pasar di masa depan, yang mewakili prediksi konsensus sebagian besar investor, relatif akurat," tandasnya.

    Niemeier mengatakan hasil yang menunjukkan tentang ramalan energi yang dapat diperbaharui itu tidak cukup ambisius untuk mencegah dampaknya pada masyarakat luas, pembangunan ekonomi, dan ekosistem alam.

    "Kita memerlukan kebijakan global yang sangat kuat untuk mendorong pengembangan teknologi alternatif bersama agar bumi beserta isinya dapat bertahan," pungkas Niemeier.

    (TG Daily)


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:23 am