Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Ical: Bertemu Gayus Tak Harus di Bali

    Share

    jakarta

    522
    23.04.10

    Ical: Bertemu Gayus Tak Harus di Bali

    Post  jakarta on Sat Nov 13, 2010 11:15 am

    Ical: Bertemu Gayus Tak Harus di Bali


    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan, kalau hanya bertemu pegawai Direktorat Pajak, Gayus HP Tambunan, tidak harus di Bali.

    "Kalau ingin bertemu dengan Gayus, kenapa harus di Bali?" katanya sebelum membuka diskusi bertema "Partai Golkar Membangun Indonesia Dari Desa", di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

    Pernyataan Ical itu untuk menjawab informasi yang berkembang saat ini mengenai foto pria mirip pelaku mafia pajak yang ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Jakarta, itu dalam kejuaraan tenis internasional WTA di Bali, Sabtu (5/11).

    Ia mengaku, pada saat itu sedang berada di Bali untuk menonton turnamen tenis wanita memperebutkan piala Commonwealth Bank 2010.

    "Iya, pada waktu itu saya memang sedang berada di Bali. Akan tetapi bukan untuk menemui Gayus," kata mantan Menkokesra itu.

    Saat dimintai komentarnya mengenai foto pria yang disebut-sebut sebagai Gayus itu, Ical malah mempersilakan wartawan menanyakan pada orang yang memiliki foto itu.

    "Saya hanya berpendapat, kalau memang di dalam foto itu Gayus, berarti melanggar hukum. Aparat penegak hukum harus memberikan sanksi," katanya.

    Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham, menyatakan, partainya tidak akan menanggapi rumor tersebut.

    "Untuk apa kami menanggapi hal yang tidak produktif. Semua itu masih berdasarkan `katanya`, bukan data dan fakta. Kalau negara ini dibangun berdasarkan rumor `katanya`, kapan Indonesia bisa maju?" katanya.

    Ia mendorong Komisi III DPR turut meminta keterangan aparat penegak hukum terkait keluarnya Gayus dari sel tahanan.

    "Komisi III bisa membentuk pansus, bukan saja terkait Gayus, melainkan juga rendahnya penjualan saham PT Krakatau Steel, kalau memang ditemukan ada indikasi pelanggaran hukum," katanya.

    Menurut Idrus, indikasi pelanggaran hukum terkait adanya skenario perampokan kekayaan negara seperti diungkapkan pengamat ekonomi Drajad Wibowo, perlu diusut secara tuntas.(antara)

      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:45 pm