Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Praktek Gigolo Tanjung Perak Terbongkar

    Share

    bocahnakal

    234
    14.04.10

    Praktek Gigolo Tanjung Perak Terbongkar

    Post  bocahnakal on Thu Nov 18, 2010 1:57 pm

    Praktek Gigolo Tanjung Perak Terbongkar


    Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur membongkar praktek prostitusi gigolo (pria pekerja seks). Bisnis tersebut melibatkan anak laki-laki di bawah umur.

    Seorang germo dan dua anak, yang menjadi alat untuk melayani pelanggannya, sudah diperiksa penyidik. Mereka yakni AM, 21 tahun, warga Semampir sebagai germo serta IWG, 17 tahun, dan RST, 18 tahun, sebagai gigolo.

    "Status AM sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Sedang dua anak yang dijadikan alat untuk memuaskan tamunya sedang kami mintai keterangan," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKB Yuda Gustawan, Selasa (16/11).

    Kasus ini, kata dia, berbeda dengan kasus prostitusi pada umumnya. Jika biasanya yang menjadi anak buah germo adalah perempuan, maka kali ini adalah laki-laki. IWG dan RST dijadikan anak buah tersangka sejak dua bulan lalu. Keduanya terperosok dan terjerumus oleh rayuan tersangka dengan iming-iming hasil menggiurkan.

    Kedua anak buah tersebut masih tercatat sebagai siswa kelas XII di salah satu SMA di Surabaya. Mereka dipaksa melayani nafsu seks para pelanggan tersangka, yang terdiri dari wanita maupun pria.

    Dijelaskan Yuda, AM menjalankan aksinya dengan bermodal memasang iklan di salah satu koran lokal Surabaya. Dengan berdalih menawarkan jasa pijat, pria yang memiliki dua nama samaran itu berhasil membujuk dua siswa untuk dijadikan anak buahnya.

    "Setelah kedua siswa ini tertarik membaca iklan, mereka mendatangi tersangka. Namun ternyata kedua anak ini malah dibujuk untuk dijadikan gigolo. Untuk meyakinkannya, tersangka memberi penghasilan 50 persen untuk satu pelanggan," tukas Yuda.

    Dengan tarif Rp200 ribu hingga Rp400 ribu sekali main, hasilnya dibagi berdua dengan tersangka AM. Beruntung polisi segera mengetahui adanya praktik melanggar hukum tersebut. Dengan modus berpura-pura sebagai pelanggan, polisi akhirnya berhasil meringkus AM di sebuah tempat di kawasan Jalan Ikan Duyung, Tanjung Perak.

    "Untuk meyakinkan tersangka, kami membayarnya mahal, yakni sekitar Rp800 ribu. Karena tergiur dengan uang itu, maka tersangka dapat kami ringkus setelah kami melakukan transaksi," tuturnya (metro TV)


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 6:47 am