Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Post  flade on Mon Nov 22, 2010 6:29 am

    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Berat badan memiliki dampak lebih besar pada semangat wanita, dibandingkan soal cinta


    Yang paling membuat wanita bahagia ternyata bukan bertemu pria idaman atau jodoh. Wanita justru merasa paling bahagia ketika berhasil meraih tubuh langsing ideal.

    Kesimpulan itu berdasar penelitian Max Planck Institute for Human Development di Berlin, Jerman, selama 24 tahun.

    Dari penelitian diketahui, berat badan memiliki dampak yang lebih besar pada semangat wanita, dibandingkan kehidupan percintaan. Tampaknya, obesitas lebih menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan dibandingkan menjadi lajang. Tubuh langsing lebih memberikan kepuasan hidup dibandingkan sebuah keharmonisan hubungan.

    Para ahli mengatakan, stigma buruk obesitas memberi pengaruh besar pada hampir setiap aspek kehidupan wanita. Orang yang mengalami obesitas merasa mendapat stigma bodoh, malas atau tidak dipedulikan," kata Dr Pam Spurr, psikolog dan penulis buku 'How to be a Happy Human', seperti dikutip dari Daily Mail.

    "Aku telah banyak menangani pasien obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi tersebut selalu ada dalam pikiran mereka," ujarnya. "Pemikiran itu bukan terletak di belakang tetapi di depan, karena kita hidup di dalam masyarakat yang mengevaluasi ukuran, bentuk tubuh, dan penampilan yang menarik."

    Pemikiran itu sangat kontras dengan stigma lajang yang lebih diterima oleh masyarakat. Meski demikian, wanita tetap merasa kehidupan rumah tangga yang baik lebih penting dibandingkan karier cemerlang. Bagi wanita karier, pekerjaan yang berat jauh lebih menyenangkan daripada tidak memiliki pekerjaan.

    Penelitian itu juga mengungkap, wanita yang sudah menemukan jodoh merasa lebih bahagia ketika fokus hubungan memikirkan rencana membangun rumah impian, daripada mengejar karier. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah warga Jerman selama 1984 hingga 2008.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 8:57 am