Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Post  flade on Mon Nov 22, 2010 6:29 am

    Langsing Lebih Menyita Pikiran daripada Jodoh

    Berat badan memiliki dampak lebih besar pada semangat wanita, dibandingkan soal cinta


    Yang paling membuat wanita bahagia ternyata bukan bertemu pria idaman atau jodoh. Wanita justru merasa paling bahagia ketika berhasil meraih tubuh langsing ideal.

    Kesimpulan itu berdasar penelitian Max Planck Institute for Human Development di Berlin, Jerman, selama 24 tahun.

    Dari penelitian diketahui, berat badan memiliki dampak yang lebih besar pada semangat wanita, dibandingkan kehidupan percintaan. Tampaknya, obesitas lebih menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan dibandingkan menjadi lajang. Tubuh langsing lebih memberikan kepuasan hidup dibandingkan sebuah keharmonisan hubungan.

    Para ahli mengatakan, stigma buruk obesitas memberi pengaruh besar pada hampir setiap aspek kehidupan wanita. Orang yang mengalami obesitas merasa mendapat stigma bodoh, malas atau tidak dipedulikan," kata Dr Pam Spurr, psikolog dan penulis buku 'How to be a Happy Human', seperti dikutip dari Daily Mail.

    "Aku telah banyak menangani pasien obesitas atau kelebihan berat badan. Kondisi tersebut selalu ada dalam pikiran mereka," ujarnya. "Pemikiran itu bukan terletak di belakang tetapi di depan, karena kita hidup di dalam masyarakat yang mengevaluasi ukuran, bentuk tubuh, dan penampilan yang menarik."

    Pemikiran itu sangat kontras dengan stigma lajang yang lebih diterima oleh masyarakat. Meski demikian, wanita tetap merasa kehidupan rumah tangga yang baik lebih penting dibandingkan karier cemerlang. Bagi wanita karier, pekerjaan yang berat jauh lebih menyenangkan daripada tidak memiliki pekerjaan.

    Penelitian itu juga mengungkap, wanita yang sudah menemukan jodoh merasa lebih bahagia ketika fokus hubungan memikirkan rencana membangun rumah impian, daripada mengejar karier. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah warga Jerman selama 1984 hingga 2008.


      Waktu sekarang Fri Jul 21, 2017 7:47 pm