Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Khasiat Sereh Wangi
Yesterday at 5:37 pm by flade

» Pria Ini Menghasilkan 38 Juta Per Hari Sambil Jalan-jalan Keliling Dunia!
Fri Jan 20, 2017 11:19 am by jakarta

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

IKLAN ANDA


    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat

    Post  mayang.ungu on Mon Nov 22, 2010 9:06 am

    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat


    Secara genetis tidak semua orang punya peluang untuk hidup hingga usia di atas 100 tahun. Karena itu ilmuwan mengembangkan alat tes untuk memprediksi umur panjang, meski ada juga yang meragukan akurasinya.

    Kekhasan genetis para pemilik umur panjang diungkap pertama kali oleh para ilmuwan dari Boston University saat meneliti 1.000 orang berusia di atas 100 tahun. Berdasarkan temuan itu, diciptakanlah alat tes yang diklaim memiliki akurasi 77 persen.

    Alat berupa mikrochip yang bisa mendeteksi struktur DNA itu diharapkan bisa berguna bagi penderita penyakit kronis yang mengancam jiwa, misalnya kanker. Dengan alat ini, kemungkinan untuk mengalami kematian dini bisa diprediksi sebelumnya.

    Namun belakangan akurasi alat ini mulai diragukan oleh sesama ilmuwan, salah satunya Prof Paola Sebastiani yang juga berasal dari Boston University. Dalam tulisan yang dimuat The Journal Science, ia mengungkap beberapa keterbatasan mikrochip dalam memprediksi umur panjang.

    "Bagaimanapun prediksi alat ini tidak sempurna sebab faktor lingkungan dan gaya hidup juga sangat menentukan kemampuan manusia untuk bertahan hidup hingga usia yang sangat tua," ungkapnya seperti dikutip dari Telegraph, Senin (22/11/2010).

    Pengembangan alat tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang dinilainya kurang valid, sehingga prediksinya juga tidak seakurat yang dibayangkan. Ia menyarankan adanya penelitian ulang dengan analisis data yang baru.

    Namun demikian Prof Sebastiani sependapat bahwa kekhasan genetis itu mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berumur panjang. Ia menyebutnya sebagai gen-defensif, yang membentuk sistem perlawanan terhadap kerusakan-kerusakan sel sehingga tidak mudah menderita sakit parah.


      Waktu sekarang Wed Jan 25, 2017 4:20 am