Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat

    Share

    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat

    Post  mayang.ungu on Mon Nov 22, 2010 9:06 am

    Tes untuk Memprediksi Umur Panjang Tidak Akurat


    Secara genetis tidak semua orang punya peluang untuk hidup hingga usia di atas 100 tahun. Karena itu ilmuwan mengembangkan alat tes untuk memprediksi umur panjang, meski ada juga yang meragukan akurasinya.

    Kekhasan genetis para pemilik umur panjang diungkap pertama kali oleh para ilmuwan dari Boston University saat meneliti 1.000 orang berusia di atas 100 tahun. Berdasarkan temuan itu, diciptakanlah alat tes yang diklaim memiliki akurasi 77 persen.

    Alat berupa mikrochip yang bisa mendeteksi struktur DNA itu diharapkan bisa berguna bagi penderita penyakit kronis yang mengancam jiwa, misalnya kanker. Dengan alat ini, kemungkinan untuk mengalami kematian dini bisa diprediksi sebelumnya.

    Namun belakangan akurasi alat ini mulai diragukan oleh sesama ilmuwan, salah satunya Prof Paola Sebastiani yang juga berasal dari Boston University. Dalam tulisan yang dimuat The Journal Science, ia mengungkap beberapa keterbatasan mikrochip dalam memprediksi umur panjang.

    "Bagaimanapun prediksi alat ini tidak sempurna sebab faktor lingkungan dan gaya hidup juga sangat menentukan kemampuan manusia untuk bertahan hidup hingga usia yang sangat tua," ungkapnya seperti dikutip dari Telegraph, Senin (22/11/2010).

    Pengembangan alat tersebut didasarkan pada hasil penelitian yang dinilainya kurang valid, sehingga prediksinya juga tidak seakurat yang dibayangkan. Ia menyarankan adanya penelitian ulang dengan analisis data yang baru.

    Namun demikian Prof Sebastiani sependapat bahwa kekhasan genetis itu mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berumur panjang. Ia menyebutnya sebagai gen-defensif, yang membentuk sistem perlawanan terhadap kerusakan-kerusakan sel sehingga tidak mudah menderita sakit parah.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 6:54 am