Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Wanita Dilarang Bertelepon Sebelum Menikah

    Share

    kuning

    557
    07.10.09

    Wanita Dilarang Bertelepon Sebelum Menikah

    Post  kuning on Fri Nov 26, 2010 5:59 am

    Wanita Dilarang Bertelepon Sebelum Menikah



    "Ponsel terbukti membantu pasangan muda kawin lari."

    Sebuah desa di selatan India, Lank, melarang wanita yang belum menikah menggunakan telepon genggam atau HP. Alasannya, dikhawatirkan mereka merencanakan perkawinan terlarang yang bisa-bisa berujung pada hukuman mati.

    Di beberapa wilayah di utara India, pernikahan antara anggota klan yang sama dilarang. Pernikahan biasanya diatur oleh orangtua alias dijodohkan.

    Bahkan, di beberapa desa yang masih konservatif, keluarga biasa menerapkan hukuman ekstrem, termasuk 'pembunuhan atas nama kehormatan', bagi mereka yang melanggar tabu. Dalam beberapa kasus, dewan desa bahkan memerintahkan hukuman itu, meski prakteknya seringkali dihalangi oleh aparat kepolisian.

    Makin berkembangnya teknologi juga membuat para tetua Desa Lank ketakutan. Khawatir telepon genggam menyatukan dua sejoli dalam hubungan terlarang.

    Namun, larangan ini tidak berlaku bagi para pemuda lajang. Mereka boleh memakai HP selama berada dalam pengawasan orang tua.

    Keputusan ini sontak ditentang para aktivis perempuan. Kata mereka ini tak adil dan ketinggalan jaman.

    Apa yang sebenarnya terjadi di sana?

    Pejabat kepolisian Lucknow, Jenderal Brij Lal punya penjelasan. Diceritakannya, bulan lalu, ada 34 pasangan kawin lari di Distrik Muzaffarnagar, Uttar Pradesh, di mana Desa Lank termasuk di dalamnya. Di antara mereka, delapan di antaranya dibunuh. Hanya dalam waktu sebulan.

    "Tiga gadis dipenggal oleh anggota laki-laki dari keluarga mereka sendiri. Gara-garanya mereka kawin lari dengan anak laki-laki dari klan yang sama," kata Brij Lal seperti dimuat situs Washington Times, Kamis 25 November 2010.

    Ini biasa terjadi. Meski keputusan dewan tetua adat desa yang disebut panchayat tidak mengikat secara hukum di India, tetapi itu dilihat sebagai kehendak masyarakat lokal.

    Mereka yang berani menentang, risikonya dikucilkan. Di Uttar Pradesh, panchayat yang punya pengaruh sangat kuat telah menyatakan bahwa anak laki-laki dan perempuan dari marga yang sama pada dasarnya adalah saudara kandung.

    Larangan penggunaan ponsel bagi perempuan lajang adalah bagian upaya lebih luas untuk menghalangi pernikahan intraklan di kalangan 3 juta penduduk Pradesh.

    Menurut anggota dewan adat, Satish Tyagi, keputusan panchayat yang mengikat 50.000 warga Desa Lank sedang dipertimbangkan untuk diterapkan di desa-desa lainnya. "Sebab, ponsel terbukti membantu pasangan muda kawin lari," kata dia.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 9:27 am