Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Benarkah Bulan Lahir Pengaruhi Kesuburan

    Share
    avatar
    mayang.ungu

    301
    14.06.09

    Benarkah Bulan Lahir Pengaruhi Kesuburan

    Post  mayang.ungu on Tue Nov 30, 2010 6:23 am

    Benarkah Bulan Lahir Pengaruhi Kesuburan


    Wanita yang lahir di musim hujan lebih subur dibandingkan musim kemarau. Benarkah?

    Terkesan berlebihan ketika menghubungan pengaruh bulan kelahiran anak dengan tingkat kesuburannya kelak. Namun, sebuah penelitian di Austria menunjukkan bahwa wanita yang lahir di musim panas cenderung tidak sesubur wanita yang lahir di musim lain.

    Seperti dikutip dari laman Guardian, penelitian dilakukan dengan menganalisis data statistik kelahiran di Austria hingga 1967. Wanita yang lahir di bulan Juli memiliki anak 13 persen lebih sedikit dibandingkan mereka yang lahir di bulan Desember atau musim dingin.

    Penelitian yang dipimpin Susanne Huber dari University of Veterinary Medicine, Wina, juga menemukan pola serupa saat menganalisis data kelahiran wanita di Selandia Baru.

    Sementara untuk sejumlah negara di Asia yang hanya mengalami musim hujan dan kemarau, tim peneliti mengambil sampel analisis di Vietnam. Hasilnya, wanita yang terlahir di musim hujan sekitar bulan Juli cenderung lebih subur dibandingkan mereka yang lahir di musim kemarau, seperti Januari.

    Meski tak menjelaskan alasan di balik kesimpulan itu, Huber menduga bahwa itu terkait dengan perbedaan asupan gizi seiring perubahan cuaca, yang memengaruhi perkembangan janin. Pada musim kemarau atau panas, risiko gizi buruk dan infeksi meningkat yang kemungkinan akibat menurunnya produksi dan kualitas bahan makanan.

    Penelitian itu juga memunculkan kesimpulan bahwa pria yang lahir di musim semi lebih subur dibandingkan pria yang lahir di musim gugur. Terlepas dari pengaruh cuaca, perkembangan kesehatan termasuk kesuburan seseorang perlu diperhatikan sejak masih janin.


      Waktu sekarang Wed Jul 26, 2017 11:43 pm